Senin, 02 Oktober 2017

Habis Modal Usaha Sukses Bisnis Sederhana

Profil Pengusaha Bagus Adinda 


 
Bagi penikmat kuliner wajib mencicipi rasa Sambal Jontor. Masakan baru yang dijamin membuat berkeringat karena pedasnya. Pengusaha muda dibalik bisnis ini ialah Bagus Adinda, pria 32 tahun yang sudah memiliki 24 cabang sambal Jontor di penjuru Jakarta.

Meskipun sesukses sekarang, dia masih merasa hidupnya masih belajar dan bekerja keras, bisa dikatakan meski usahanya terus berkembang tidak ada kepuasan. Dia dulu mantan vokalis band Punk Celebrand. Dan juga dikenal pernah bekerja sama dengan Aldi Taher lewat grup bernama Duo Kingkong.

Ia menjelaskan bisnis kuliner bukan yang pertama. Sebelumnya dia pernah berbisnis Bakso Tukul kawasan Tebet, Jakarta Selatan, namun di tahun 2009 tutup karena kurang modal. Padahal dia waktu itu sudah tidak lagi menjadi vokalis karena bandnya bubar.

"Hal tersebut tidak menyurutkan semangat saya untuk melakukan usaha," tuturnya.

Ia sempat rekaman band. Semangat pengusaha perantau asal Padang, meyakini kesuksesan menjalankan bisnis kuliner di Jakarta. Tahun 2010 bisnis lainnya didirikan, kafe Three Musketeer didirikan di kawasan yang sama yakni Tebet, sayangnya bisnis ini juga berakhir tanpa kelanjutan.

Karena pemilik kontraan tidak mau melanjutkan sewa kepada kafe yang sempat digandrungi ABG itu. Itulah usaha kuliner terus tetapi tidak kunjung sukses. Bagus akhirnya mencari metode berbeda mengembangkan bisnis kuliner.

Saran sukses buat kalian pengusaha baru, "mintalah kepada Tuhan agar ikut campur dalam usaha kita." Ia meyakinkan diri dan meluruskan niatnya berwirausaha. Yah hasilnya Alhamdulillah dia mampu mendirikan banyak cabang Sambal Jontor di Jakarta.

Sulit memang mengajak orang bekerja sama wirausaha. Bahkan dia sempat dicemooh idenya untuk bisa berbisnis sambal. Beberapa kali dicemooh orang yang diajaknya kerja sama; Bagus move on melanjutkan membuat konsep Sambel Jontor.

Hasilnya dapat dilihat berbekal dua resep andalan: Sambal Jontor Gendeng dan Sambal Jontor Mampus, ia meyakini kamu akan membeli lagi buat merasakan pedasnya.

Makanan khas Indonesia diolahnya serba penyet. Dari ayam, lele, dan bebek goreng, dimana dari rasa dan bumbunya pedas nendang. Levelnya 1- 6, bumbunya sedap meresap ke dalam ayam loh, "...rasanya pedas banget." Omzet didapatnya sampai Rp.183- 306 juta, investor meraup omzet Rp.50- 100 juta per- bulan.

Harga mulai Rp.15 ribuan, mulai sambal jontor biasa sampai mampus. "Indonesia soal makanan enggak ada matinya dan suka pedes," tutur Bagas. Ada sambal Jontor Cemen buat yang anak kecil baru belajar makan pedas. Paling pedas Jontor Mampus, "...ini yang paling pedes sampai jontor- jontor."

Artikel Terbaru Kami