Minggu, 08 Oktober 2017

Jualan Jeans Jahit Khusus Ali Akbar

Profil Pengusaha M. Ali Akbar



Perkembangan bisnis jean memang bagus. Pengusaha lokal tidak malu lagi berkreasi. Pasar yang dulu dikuasai oleh merek- merek asing. Kini sudah banyak pengusaha asli Indonesia menguasainya. Sebut salah satunya Muhammad Ali Akbar, yang fokus menggarap bisnis customized jean kita.

"Istilahnya, jins itu eksis sepanjang masa," jelas Ali. Bisnis modak customized sedang naik daun nih. Mangkanya Ali mencobanya. Medianya ialah melalui bisnis jeans sesuai dengan selesarnya sebagai anak muda.

Bisnis ini dimulai pada 2011 silam, dan sudah membuka tiga cabang Rumah Denim dan Jeans. Ada yang di Gandaria City dan Bintaro, Jakarta selatan, dan Pamulang, Tangerang, dalam waktu dekat ia bahkan berencana membuka di Bali.

Bisnis iseng


Berawal dari keahlian khusus, Ali percaya diri menjajakan kemampuanya ke teman- teman. Iseng dia menawarkan jasa custom buat celana jeans. "Awalnya saya iseng, jahitin celana dengan model celana jins pemberian teman dari Australia," kenang Ali. Tak disangka banyak yang suka dan memasannya.

Karena serius ingin berbisnis, Ali mencoba menjajakan bisnisnya ke internet. Pria 25 tahun ini cuma jualan di internet. Sampai pada akhirnya dia menyewa toko dan membuat tempat produksi. Saat ini koleksi Rumah Denim dan Jeans ada 80 jenis bahan.

Berawal dari bahan denim, yang saat itu belum booming sekali, ia memakainnya ke kampus. Banyak yang bertanya jadi kenapa tidak buat sendiri. Toh Ali memiliki koneksi ke bahan- bahannya. Tetapi uang dikantong Ali cuma Rp.300 ribu.

Datanglah Ali ke penjahit untuk membuatkan denimnya. Itu sudah termasuk modal jahit dan beli bahannya. Awalan dia cuma bisa memproduksi tiga sampai lima jahitan. Pemesan juga baru sekitaran teman- teman sekampusnya. Seiring waktu pesanan mengalir hingga ia bisa membeli 3 unit mesin jahit.

Cukup memanfaatkan ruang kosong di rumahnya. Namun, bisnis Ali malah ditentang orang tuanya, mereka lebih nyaman melihat anaknya kerja kantoran. Meski ditentang Ali tetap menjalankan bisnis ini. Bahkan dia berani mengambil pinjaman 10 juta untuk meningkatkan produktifitas bisnisnya.

Ia nekat menyewa kios di Pamulang, Tangerang Selatan, modalnya dipakai buat sewa, beli bahan, dan jahit. Singkatnya bisnis Ali menghasilkan pesanan 90- 150 potong per- bulan. Mayoritas pesanan datang dari sosial media. Omzet bisnis dijalankan Ali sampai 20 juta pertama kali setalah ada kios.

"Awal- awal saya jual Rp.150.000- 200.000," jelasnya.

Padahal jahitannya kala itu standar sekali. Lambat laun bisnis Ali berkembang, dia mampu melihat celah bisnis jeans. Maka nama Rumah Denim & Jeans diusung untuk merambah Jabodetabek, dia mampu membuka 4 gerai dan memiliki 30 karyawan.

Ali pun berencana membuka gerai lain di Bekasi. Omzet kotor bisnis Ali mencapai Rp.300 juta. Dia membandrol harga bervariasi mulai dari Rp.135 ribu sampai Rp.920 ribuan. "Jangan gengsi saat kita memulai usaha, banyak care referensi karena dunia informasi luas banget di Internet," terang Ali.

Tidak cuma berbisnis jeans, ekspansi ini tidak sulit ditebak, namun Ali meyakinkan bisnis utamanya makin berkembang. Dia menyetok bahan jeans dari Thailand, Korea, dan Jepang. Model jeans masih tidak jauh beda, ada skinny, slim fit, slim straight, dan reguler.

Ali juga menyanggupi pemesanan kemeja, jaket, dan baju katak. Cabang Bintaro memproduksi 3- 4 hari produksi untuk pakaian jeans. Dia juga melayani pemesanan kilat: Empat jam sampai sehari bisa langsung jadi. Tapi syaratnya pelanggan harus ke cabang Pamulang, karena penjahitnya lebih banyak.

Selama sebulan dia mampu memproduksi 1000 potong, bahkan sampai 3000 potong saban bulan. Ia menyebutkan pesanan ramai- ramainya kalau Idul Fitri, Natal, tahun baru, dan valantine day. Omzet paling sedikit Rp.100 juta perbulan dengan untung 10%.

Artikel Terbaru Kami