Jumat, 15 September 2017

Resep Carang Mas Membawa Berkah TKI Banyumas

Profil Pengusaha Pasangan TKI



Hujan emas di negeri orang tidak selamanya indah. Sebaiknya tempat beristirahat, ya, dimana lagi kalau bukan tanah kelahiran sendiri. Pasangan TKI ini merasakan betul susahnya menjadi buruh migran. Keduanya sepakat membuka usaha sendiri dan berhasil.

Namanya Krisna Adi (43) dan Ani Sugiyanti (28) asal Banyuwangi, keduanya mantan TKI di Taiwan yang dikenal bebas kekerasan. Toh, keduanya tetap memilih mencari uang di negeri sendiri, caranya adalah apa yang mereka kumpulkan sebagai buruh dijadikan modal usaha kue.

Bisnis bersama


Modalnya minim tetapi mereka bertekat kuat. Usaha mereka lantas menjadi oleh- oleh buat rekan- rekan sesama buruh migran. "Sebelum ini, saya usaha antara jemput TKI dan banyak nganggurnya," ujar Krisna. Ia menambahkan apa mereka usahakan mereka sekarang adalah kue- kue tradisional.

Ada keciput, kuping gajah, pastel kering, dan carang emas. Keduanya berawal dari menjualkan apa yang dibuat sesama mantan TKI. Mereka yang telah tergabung di dalam Keluarga Migran Indonesia (KAMI) Banyumangi. Lewat organisasi tersebut mereka saling bertukar keahlian, mereka saling memasarkan produk mereka.

Kebanyakan menurut Krisna, para TKI kebingungan ketika sudah pulang kampung mau apa. Maka mereka hadir merangkul mereka ke jalan kewirausahaan. Mereka sudah siapkan modal dan skill, "...mau belajar ya monggo". Prinsip usaha dijalankan ialah saling bahu- membahu. 

"Jadi salah satu teman ada kelebihan biar diajarkan ke orang lain," tuturnya.

Jadi ketika mereka pulang tidak ingat Taiwan lagi. Apalagi Banyuwangi sudah berkembang tidak seperti dulu lagi. Bagaiman prospek bisnis kue ini. Terutama ketika Lebaran, mereka memproduksi sampai empat kuintal kue. Mereka juga melayani ekpor loh, harganya juga menyesuaikan harga ongkos kirim yang lumayan.

Pastel saja bisa sampai 1 kuintal sebelum bulan puasa. Untuk jajanan favorit namanya carang emas karena itu jajanan langka. Harga jualnya sampai Rp.40.000/kg, harga luar dan ekspor sama. Carang emas sendiri dibuat dari bahan potongan ketela dibentuk membulat dan dibalut gula merah.

Resep carang emas sendiri dipelajari Ani dari ibunya. Dia mengaku awalnya mengalami kesulitan.Setelah ia coba beberapa kali baru dia bisa. "Saya belajar 1kg, ubinya itu lember. Sudah tak sisihkan, bikin lagi agak keras, sampai ada yang jadi batu," imbuhnya. Belajar terus sampai benar- benar bisa dibuat sesuai resepnya.

Akhirnya habis 20kg baru bisa sempurna. Itu semua berkat Google dan YouTube loh. Ani tidak cuma bisa menggantungkan resep keluarga. Pesanan dalam negeri kebanyakan merupakan mereka eks- TKI, yang mana dijadikan buah tangan buat keluarga di rumah.

Satu kali pengiriman bisa mencapai 6kg kue. Lokal pengiriman ke Trenggalek, Malang, Blitar, Madiun, Ponorogo, Yogyakarta, Pacitan, Jakarta, Lampung, pembeli merupakan mantan TKI dan sanak keluarganya. Carang mas memang primadona, bahkan sampai 65kg dikirim ke Trenggalek.

Artikel Terbaru Kami