Sabtu, 09 September 2017

Jualan Pisang Goreng Madu Bu Nanik Untung

Profil Pengusaha Nanik Soelistiowati 


 
Berawal dari masalah kesehatan lantas menjadi bisnis. Inilah kisah Nanik Soelistiowati dan bisnisnya yaitu pisang goreng madu Bu Nanik. Bahkan bisnis Nanik sudah dilirik pihak Istana Negara. Bermula dari satu pengalaman pribadi, penyakit diabetes membuatnya harus pilah- pilih makanan yang akan dikonsumsi.

Ia menemukan cara tetap bisa makan makanan manis. Tetap berasa manis tetapi nanti tidak mengganggu gula darah. Dia juga menambahkan bahwa keluarganya suka manis. Nah, jadilah dia coba berbisnis pisang goreng manis, dan keluarga dekatnya suka pisang goreng buatannya.

Pisang madu


Penyakit diabetes membuatnya sangat hati- hati. Bahkan makanan yang terlihat sehat belum tentu cocok. Contohnya pisang goreng biasa, bisa menaikan gula darah Nanik tinggi juga. Lalu keinginan untuk makan pisang goreng terutama pisang goreng madu muncul.

Dia membuat pisang goreng madu khusus. Madunya bukan sembarangan tetapi sudah disesuaikan. Bentuk pisang goreng madunya seperti gosong. Tetapi sebenernya merupakan karamelisasi dari madu itu. Dari cuma dikosumsi sendiri, dicoba tetangga, kini dipesan banyak orang buat dinikmati.

Sejak 2007, bisnisnya bermula dari gerai kecil sederhana, dimana dia menjajakan pisang gorengnya. Dia memanfaatkan aneka bazar makanan. Resep ditemukan ketika 20 tahun sebelumnya dia fokus berbisnis katering untuk hotel.

Ia menjual menggunakan namanya sendiri. Pisang Goreng Madu Bu Nanik atau Pisang Goreng Bu Nanik, dan orang ternyata gampang menghafalnya. Bu Nanik sendiri merupakan pelopor pisang goreng madu yang ada di Jakarta.

Sukses dia mampu memproduksi 70 peti pisang setiap hari. Hingga terkadang dia kesulitan menemukan bahan baku saking banyak permintaan. Khususnya waktu musim kemarau maka jumlah bahan baku akan menurun drastis. Bertahap bisnisnya tidak cuma terbatas pada produk pisang goreng madu saja.

Nanik menjual juga ubi madu, cempedak madu, nanas goreng madu, dan nangka goreng madu. Lalu ada risoles, tahu, tempe, yang asin- asin.

Sukses berbisnis pisang goreng bukanlah akhir. Ia ingin lebih maju lagi dengan bisnis lebih berkembang. Nanik bercita- cita mendirikan toko pusat oleh- oleh Jakarta. Maka pendapatan dia dapatkan tidak bisa ia langsung habiskan. Meski banyak untung, semisal Rp.10 ribu, tidak bisa begitu saja dipakai tetapi investasi ulang.

"Anak saya digaji dan saya juga mengambil gaji, sisanya saya investasikan," paparnya.

Keuletan merupakan kunci sukses berbisnis apapun. Kemudian, janganlah kamu melihat masa lalu, lihat ke masa depan, jalankan usaha kamu tanpa takut kegagalan. Ia juga mengatakan anda harus mengerjakan bisnis anda sendiri. Kuasai pasar anda, harus dimulai dari skala kecil terus promosikan bisnis anda ke khalayak.

"Jika ada project atau acara yang lain bawa kaos, sepatu, saya bawa pisang dan kartu," Nanik menambahkan.

Ia membawa kartu nama usahanya. Sementara pisang akan dibeli atau dibagikan sebagai upaya promosi. Dari semula berbisnis katering, ternyata berbisnis pisang goreng lebih menguntungkan. Memang bisnis makanan bisa masuk ke mana saja, ke perorangan, perusahaan, maupun perhotelan.

Artikel Terbaru Kami