Jumat, 25 Agustus 2017

Restoran Meksiko El Pastor Menu Andalanya Taco

Profil Pengusaha James Hart 


 
Menjadi pegawai bergaji puluhan juta memang enak. Tetapi kalu memiliki usaha sendiri lebih memuaskan hasrat kita. Apalagi kalau bisnisnya sukses menghasilkan lebih. Kebebasan finansial ditambah kebebasan kita berpassion. Inilah kisah dua saudara berbisnis taco Meksiko di Inggris, siapakah mereka.

James Hart, 32 tahun, memilih jalan berbeda dibanding dua saudara laki- lakinya. Mereka berdua yang dikenal sebagai pengusaha pemilik restoran juga. Dia memilih jalan menjadi broker. Bergaji enam digit angka dollar Amerika. Tetapi baru saja dia menyadari bahwa passion -nya adalah membuat makanan enak.

Sudah mendarah daging maka lahirlah bisnis El Pastor, bersama kedua saudaranya dan seorang temannya. Ia mendapatkan review bagus dan antrian pembeli. Sepuluh tahun bekerja menjadi pegawai di kota London. "Ketika saya resign Desember 2015 saya tidak terpikirkan untuk berbisnis di bidang jasa."

Ketika dia tengah berjuang berbisnis, sang kakak yakni Eddie (41), dan Sam (43), sudah membuka cabang ke empat restorannya -yang bernama Barrafina.

Bisnis taco


Ide El Pastor ialah tentang Kota Meksiko, dimana Sam menjalankan tempat klubing El Colmillo antara tahun 90- 00an. Orang cinta dengan kultur dan masakannya. Orang akan berdebat panjang tentang makanan taco ketika menikmati minuman dan musik.

Makanan Meksiko di Inggris ya gitu aja. Ada keju manis, ada nachos, krim, dan cabai jalepanos bila kita beruntung. Hingga restoran taco benar buka memberikan suguhan lebih menonjok. Ia mencoba mengikuti jalur tersebut bukan dengan restoran cepat saji tetapi restoran klasik.

Banyak orang memiliki mimpi bisnis taco. James hanya mengamati, menganalisa, bagaimana agar bisa ditranslatekan kepada tradisi lokal. Hingga dia menemuka titiknya semuanya adalah perjalanan sejarah. Ia meluncurkan El Pastor pada Desember 2016, tiga restoran telah dibuka hanya kurun 10 tahun saja.

Kisah suksesnya adalah pada rasa menonjok. Ia telah menemukan keilmuan tentang memasak taco yang sempurna. Dengan pergi kembali ke Meksiko, dia belajar sendiri dari ahlinya tentang taco, sejarah tentang masakan ini menambah cita rasanya. Semakin dipelajari ternyata makanan Meksiko sudah eksis 60 tahun lebih.

"Kami belajar dengan sendiri, jadi tentu saja banyak masalah menghadapi kami," ujar James.

Namanya diambil dari nama bisnis Taco Al Pastor, yang dikembangkan oleh imigran Lebanon di Meksiko. Inilah menu utama restoran ini. Bagaimana memberi bumbu menjadi kunci. Setiap detail kecil dalam hal pengolahan daging menjadi hal utama.

Trademark kualitas menjadi nomor satu. James menciptakan Al Pastor menjadi kasual. Bagaimana orang bisa menikmati makanan sesantai mungkin. Rasanya harus sangat brilian, dimana anda tidak perlu butuh akan adanya meja dan tetek bengek di atasnya.

"Layaknya makanan jalanan, itu merupakan jalan terbaik buat makan."

"Kami suka berbagi, ini merupakan satu cara kami menimati makan," ujar James. Meskipun sukses tidak mudah baginya menggaet para Londoner. Merupakan sentral makanan membuatnya pasti bertemu banyak pesaing. "Kami berjuang keras, sangat keras untuk lokasi kami (berbisnis)," tambahnya.

Margin untung bertambah akan sangat sulit. Dimana jika anda tidak memiliki ruang untuk bernafas buat menyempurnakan sagala hal. Biaya sewa tinggi membuatnya nerves untuk memandang ke depan. Akan semakin sulit menggaet orang baru berkenalan dengan produknya.

Hal tersulit menjadi pengusaha selain hal di atas. Adalah rutinitas dimana James harus bangun jam 6 pagi, bagaimana agar tetap sehat dan fit setiap hari. Dimana bisnisnya buka jam 7.30 sampai 4.30, yang mana sudah termasuk tetek bengeknya, tidak ada waktu buatnya pergi ke gym.

Meskipun sulit dibanding ketika dia bekerja menjadi pegawai. Ia sempatkan diri untuk fitnes disela- sela kesibukan bisnisnya. "Orang menjadi sangat bersemangat ketika berbicara tentang gaji namun demikian mereka lupa bahwa kunci semua hal adalah kebahagiaan," ucapnya, siap bertaruh jangka panjang wirausaha.

Artikel Terbaru Kami