Kamis, 31 Agustus 2017

Camilan Sayuran Kering Enak Menguntungkan

Profil Pengusaha Andriani Kurnia 


 
Susahnya anak- anak makan sayur menjadi ide. Nah, kali ini kita ide bisnisnya datang dari Andriani Kurnia, yang mencoba peruntungan di bisnis camilan sehat. Apalagi banyak camilan mengandung pengawet. Orang tau butuh sesuatu yang sehat tetapi menarik perhatian si kecil.

Bisnis ibu rumah tangga


Ide bisnis ini datang ke seorang ibu rumah tangga asal Bandung. Dia mencampurkan sayuran tanpa bahan pengawet. Ketidak sukaan anak mengkonsumsi sayur memang menjengkelkan. Padahal sayurang sangatlah baik karena mengandung banyak vitamin. Tidak jarang orang tua menakut- nakuti anaknya agar doyan sayur.

Andriani memutar otak agar tidak maen ancam. Berbekal kemampuan mengolah kue kering, dia mencoba membuat camilan pendorong nafsu makan sayuran. "Saya coba- coba mencampurkan sayuran ke dalam adonan kue kering," tandasnya.

Merasa caranya jitu menciptakan sesuatu. Andriani mulai membuat kue kering berbahan sayur lagi. Lalu dia coba jualkan ke pasar- pasar. Respon pasar ternyata baik dan menerima kehadiran bisnis Andriani. Ia resmi membuka bisnis camilan sehat sejak Oktober 2008 silam.

Modal awalnya Rp.500.000, yang mana bahannya tepung terigu, mentega, keju, telur dan sayuran tentunya. Dia memakai peralatan sederhana. Wanita 32 tahun ini semangat membuat cheese stick sayur. Dimana ia menambahkan sayuran di tengah penghalusan adonan. Kandungan sayuran perlu diingat 40% dari adonan itu.

Kandung sayurang yang besar membuat cita rasa berbeda. Itu meliputi enam pilihan rasa, yakni brokoli, seledri, bayam, bit, jagung, dan wortel. Satu lagi tanpa sayuran yaitu rasa keju original. Untuk kemasan dia menggunakan plastik mika. Kalau kemasan tidak terbuka lama, camilan tanpa pengawet ini bisa 3 bulan awetnya.

Ada dua kemasan yakni 1 ons dengan harga Rp.3000- Rp.3500 dan kemasan 2,5 ons -atau seperempat ons- harganya Rp.10.000. Ia juga menjualnya dengan sistem curah. Harganya cuma Rp.40.000 per- kilo. Istri Dikdo Maruto ini berproduksi seminggu dua kali.

Sekali produksi menghasilkan 3- 4 kilogram masing- masing rasa. Dia dibantu dua karyawan berbekal peralatan memasak rumah tangga. Pemasaran masih di Bandung, Jakarta, dan Jepara. Mereka yang beli biasanya buat dijual kembali. Ibu dua anak ini sudah dua semester berbisnis camilan sayuran sehat ini.

Omzetnya masih Rp.3 jutaan, sudah dipotong biaya produksi dan gaji karyawan, maka margin untungnya ia cuma dapat 30%. Memang masih kecil tapi sejalan dengan pola produksi yang masih kecil dan lama usaha ini berjalan. Banyak kendala dihadapi mulai proses edukasi pasar yang berjalan lambat.

Apalagi dia belum punya tempat jualan sendiri. Kedepan kalau ada modal usaha dia akan membuka outlet sendiri. Karena industri rumaha penetrasi pasar juga lemah. Ia sendiri tidak tinggal diam. Masih menyusun konsep tepat untuk produknya.

Ia mencatat prospek bisnis camilan sehat bagus. Dia yakin akan ada perkembangan tentang bisnisnya. Dia mengingatkan bahwa ini camilan sehat tanpa pengawet. Camilan ini sehat tanpa pewarna dan pengawet karena warnanya sudah dari sayuran itu sendiri.

Artikel Terbaru Kami