Kamis, 17 Agustus 2017

Jual Kerajinan Bunga Sabun Untung

Profil Pengusaha Sukses Camelia


 
Selain harum di tubuh wangingnya sabun juga menguntungkan. Berapa banyak rupiah bisa diteguk. Ternyata bisa diluar dugaan dengan kreatifitas tingkat tinggi. Ini cerita seorang pengusaha wanita bernama Camelia. Siapa sangka wanginya sabun batangan bisa diubah menjadi emas sungguhan.

Singkat cerita dimulai dari ketertarikan Camelia akan karya seni. Bermula 2013 silam, lewat saudarinya dari Kendari, yang memperlihatkan kerajinan berbahan dasar sabun mandi. Produk sehari- hari tersebut ia lihat bisa dirubah menjadi sebuah bentuk kesenian ukir.

Melihat bentuk unik, indah, dan harum, Cameli mendapatkan ide cemerlang untuk membuat kerajinan dari bahan sabun batangan. Wanita asal Makassar ini menghasilkan keuntungan sampai jutaan. Untuk bisa dia sekarang, belajar mengukir sabun membutuhkan waktu lama.

Tidak mudah apalagi dia bukan orang menganggur. Sebagai ibu rumah tangga, kegiatan menata rumah bisa menyita waktu. Disela- sela membersihkan rumah, dia mengukir alat pembersih tersebut menjadi bentuk bunga. Satu pot diproduksi dalam tempo tiga pekan. Bau sabun berbentuk bunga menjadi kelebihan hiasan ini.

Semangat wirausaha menggebu ketika Camelia dikunjung orang. Melihat hiasan tersebut dan wanginya yang memenuhi ruangan. Mereka tertarik memberikan lontaran pertanyaan. Dari ketertarikan mereka bisa disimpulkan sendiri bahwa Camelia punya peluang bisnis menjelang Idul Fitri. Berjualan di Pantai Losari, hasilnya jualan Camelia laku keras diborong pembeli.

"Responnya sangat bagus, orang penasaran dengan kerajinan ini," jelasnya.

Bisnis serius


Dia merasa bisnisnya bisa dipasarkan lebih luas. Selepas Idul Fitri jualanya menyebar dari mulut ke mulut. Dibantu anak ketiganya, Adel, bisnis kerajinan sabun semakin dikenal masyarakat. Adel membantu pula promosi lewat sosial media. Pesanan semakin banyak lewat promosi semacam tersebut.

Dia juga ikut berbagai ajang promosi usaha kecil dan menengah. Juga ikut berbagai pelatihan wirausaha, seperti tentang bagaimana berpromosi, cara mencari modal, hingga produk mereka semakin luas dalam hal jangkauan penjualan.

Bunga buatan mereka pun ikut dipamerkan di acara pameran Menteri Koperasi dan UKM. Yang mana tiap pot ukuran besar dihargai Rp.150 ribu. Terhitung murah karena waktu pengerjaan mencapai 2 mingguan. Dan yang kecil dijualnya Rp.50 ribuan, usaha ini menghasilkan untung Rp.500 ribu per- bulannya.

Meskipun kecil, dia tidak menyerah, masih ada pasar yang tengah digalinya lagi. Untuk membuat satu pot atau 25 tangkai, dibutuhkan tiga sampai empat batang sabun. Sabun tersebut diparut kecil- kecil, hingga jadi serbuk, diberi air dijadikan adonan yang gampang dibentuk.

Setiap rangkaian dibentuk dengan lem. Kemudian diberi batang besi panjang sebagai dahan. Nah, kalau hal daunnya dibuat dari daun plastik. Ditempel ke bunganya hingga membentuk indah. Bunga akan mengeras dalam waktu. Soal wanginya bisa bertahan sampai empat bulanan.

Gunakan plastik yang dilubangi, dibungkuskan ke bunga, tujuannya agar wangi jadi lebih awet tahan lama. Produk ini juga ditawarkan ke pihak hotel, atau perusahaan- perusahaan. Optimis bisnis ini berkembang bahwa ketika mereka sadar akan produknya. Pastilah pesanan akan membanjiri dia ketika sudah berhasil.

Artikel Terbaru Kami