Jumat, 07 Juli 2017

Lulus SMK Memilih Menjadi Pengusaha Muda

Profil Pengusaha SMA Aji Wahyu Santoso



Bukan cuma rajin belajar tetapi kreatif berkarya. Bukan hura- hura menghabiskan uang orang tua. Pemuda ini malah coba- coba menjadi wirausahawan. Hasilnya mengejutkan siapa sangka dari barang bekas. Aji Wahyu Santoso mampu menghasilkan uang.

Caranya gampang kok. Bukan modus menggandakan uang. Cuma mengolah barang bekas menjadi aneka macam miniatur. Dengan bermodal sekedarnya, Aji merubah rumahnya menjadi workshop kecil- kecilan. Pemuda Desa Sudimoro, Kec. Megaluh, Kabupaten Jombang ini, tidak menyangkan akan selaris kini.

Baru beberapa bulan dia menemukan ide bisnis. Ia langsung praktek. Apalagi pemuda lulusan SMA ini memang menyukai dunia otomotif. Aji memeras otak agar bisa sama seperti anake motor di matanya. Dia merubah sejumlah barang bekas kecil- kecil, seperti tutup pulpen, korek, tikar, lalu sedotan bekas.

Murah dicari, juga merupakan sampan non- organik yang merusak lingkungan. "Kondisi ekonomi tidak mendukung saya kuliah," ujarnya sedih. Lulu SMK Aji segiat mungkin mencari pekerjaan, apapun dia coba untuk menafkahi diri.

Telaten merupakan kunci bisnis Aji. Penuh kehatian dan fokus Aji menyusu rangka. Aneka barang bekas ditempel menjadi kendaraan bermotor ataupun onthel. Alanya sederhana ada gunting, lem, penggaris, di tangan Aji, benda tidak bernilai tersebut dibuah menjadi aneka miniatur.

Bentuknya bisa moge, skuter, motor bebek, bahkan bisa buat yang serumit Harley Davidson. Dalam sehari dia mampu merakit lima. Modelnya rumit maka akan memakan waktu lebih lama, sekitar empat harian. Ketekunan tersebut, ditambah kreativitas, membawa pundi- pundi uang ke kantong Aji.

Sarana pemasaran lewat pameran atau car free day (CFD). Larisnya usaha Aji didukung peminat otomotif asal Kota Santri. Harga miniatur Rp.25.000, Rp.100.000 untuk yang rumit. Meskipun sukses dia masih merasa belum puas. Masih banyak hal dibenahi agar miniaturnya lebih sempurna, contohnya memakai cat semprot.

"...tapi karena masih memikirkan ekonomi, hingga sekarang masih memakai kuas," tutupnya.

Artikel Terbaru Kami