Sabtu, 08 Juli 2017

Ukiran Wayang dari Kayu Bekas Berkah Hasam

Profil Pengusaha Umar Hasam 


 
Walaupun cuma lulusan SMP Umar Hasam tidak mau menyerah. Pemuda 23 tahun ini mencoba mencari jalannya lewat kewirausahaan. Warga Talun, Kabupaten Blitar, ini tidak pernah patah semangat berusaha. Keahlian ukir menjadi senjata andalannya mengembangkan usaha sendiri.

Hasam melihat peluang mebel di daerahnya. Lewat kreativitas ditambah teknologi informasi, Hasam lalu mencoba ukiran Indian apache. Tidak sama dengan pengukir pada umumnya. Hasilnya, ada teman yang suka langsung membeli Rp.25.000. Bertahap datang orang membeli ukiran buatanya sendiri.

Paling banyak pesanan yaitu ukiran wayang. Berbekal limbah ternyata bisa menghasilkan untung. Mulai dari serpihan pembuatan mabel. Pembuatan butuh waktu tiga hari. Kalau lebih sulit maka akan butuhkan waktu lebih banyak. Motifnya lembut dan tebal, maka butuh waktu lama karena mengukit kayu berserat.

Harga setiap produk sudah diperhitungkan. Dilihat dari tingkat kesulitan motif, bahan, serta waktu yang ia butuhkan. Tinggi tingkat kesulitan semakin tinggi harganya. Halusnya garapan Hisam bisa dibilang apa yang kita keluarkan tidak seberapa.

Karya ukuran 50x51 m dijual Rp.250 ribu. Ukuran besar diameternya, Hasam bisa mematok harga sampai Rp.25 juta. Salah satu proyek besarnya adalah mengerjakan pesanan ukiran Dewi Kwan Im. Pesanan ini datang dari seorang kolektor asal Jakarta bermodalkan sendiri yakni kayu jati ukuran 2x1 meter.

Sang kolektor mengapreasia kemampuan Hasam dalam bidang mengukir. Entah butuh waktu berapa lama ia belajar tetapi talenta Hasam adalah hebat.

Artikel Terbaru Kami