Rabu, 05 Juli 2017

Seni Mendesain Aquarium Aquascape Bisnis Puluhan Juta

Profil Pengusaha Wendy Kurniawan dan Doddy Ali Wijaya 




Senang bermain ikan membawa Wendy Kurniawan sukses. Akhirnya Wendy ikutan menekui seni menata aquarium. Namanya aquascape, seni ini memang belum umum, mangkanya prospek bisnis masih terbuka lebar buat kita.

Pria 32 tahun memulai bisnis bersama dua rekan. Hobi tersebut resmi jadi bisnis tahun 2010 silam. Dia yang dasarnya suka ikan hias tinggal belajar sedikit. Bagaimana menata ruang buat ikan memang tidak lah mudah. Tetapi Wendy sudah punya dasar buat mengetahui tentang kualitas air yang dibutuhkan ikan hias.

Ia mereflesikan diri kepada aquarium miliknya. Dia liat kok aquarium miliknya tidak sebagus di foto. Kok tidak seperti gambaran kita ketika melihat film ataupun internet. Mencari tau, Wendy baru tau ternyata kita butuh tanaman tempat menyimpan oksigen, kemudian mencari tau tanaman apa saja bisa ditanam di air tawar.

"Kita cari tau sampai ketemu konsep aquascape ini di tahun 2008," jelas dia.

Dia belajar bagaimana menanam tanaman di aqurium. Bersama teman satu klub penyuka aquascape dia menemukan kesenangan. Tahun 2009- 2010 memang menjadi tahun naik daunnya. Peluang bisnis tersebut ditangkap dan ia membuka usaha aquascape.

Sambil aquascape juga jualan aneka ikan hias. Konsep khusus aquascape membawa rasa berbeda ketika orang mengunjungi lapak ikan hias miliknya. Ini seperti bertanam saja namun kita menanam di dalam air, air tawar.

Bisnis menggiurkan


Secara umum sebenarnya aquascape menitik beratkan ke menatan. Bagaimana tidak sekedar menaruh apa tanaman kita sukai sebagai hiasan. Mangkanya juga dihiasi hiasan lainnya seolah kita menata taman. Uang digelontorkan Rp.50 juta, Wendy bersama Dody dan Erwin, membuka usaha bernam Aquajaya.

Aquarium ukuran 30x30 cm dijual seharga Rp.40 0 ribu. Harga menjadi "wah" lantaran tidak cuma pada akuran berpatok. Namun termasuk tanaman hias, hiasan, serta kerja Wendy dan rekan menciptakan suasana di dalam aquarium. Bersama mereka mengembangkan usaha hingga rata- rata omzet Rp.20- 40 jutaan.

Karena juga menggabungkan unsur seni. Tidak sedikit harganya diluar akal sehat. Contoh Wendy pernah jual sampai harganya Rp.10 juta lebih. Harga aquarium set 30 cm sebenarnya cuma Rp.800 ribu, tetapi kalau sudah kena aquascape harganya bisa naik, karena ya hitunganya di menghias tempat ikan itu tinggal.

Modal desain bisa setengah dari harga jualnya. Bisa dibayangkan keuntungan bisa direguk mereka. Apalagi semenjak aquascape makin digilai. Alhasil pesanan mereka meningkat di tahun berikutnya. Khususnya di kota- kota besar nama aquascape sudah dikenal. Promosi mereka cukup melalui sosial media dan jadilah hasil.

Segmentasi beragam dari mahasiswa sampai pekerja kantoran. Tidak jarang anak SMP dan SMA berminat mencari tau soal aquascape. Kedepan bisnis mereka juga akan ditingkatkan, contoh menjual aneka bahan membuat aquascape, seperti pasir, pupuknya, dan media tanam.

Nama brand Aquarest mencoba dikembangkan sendiri. Seperti juga menjual aneka filter dan lampu buat mempercantik. Aquajaya juga sudah mulai mengimpor. Biasanya dia sudah ambil dari distributor. Hingga mereka mampu membeli langsung biar lebih murah.

Bisnis menarik


Doddi Ali Wijaya menjelaskan semua promosi dimulai dari sosmed. Di situs jual- beli Kaskus, dia mulai jualan bahan aquascape, yang awalnya kelebihan material pembuatan. Dan hasilnya diluar dugaan hingga ia makin mantab berbisnis.

Pemasan juga tidak berhenti di sana. Melalui situs Aquajaya.com, toko online ini menawarkan solusi buat kita merakit aquascape sendiri. Menjuala aneka material pembuatan aquascape. Tidak ayal maka omzet usaha mereka telah mencapai Rp.50 juta per- bulan.

Usaha ini berkembang ke arah berbeda, termasuk jasa menginstalkan aquarium ke rumah, juga memberi solusi buat ikan apa dan bagaimana perawatan seharusnya. Jasa desain ulang aquarium lama juga tersedia loh. Aquajaya juga memberika jasa perawatan aquascape, penjualan sudah merambah kantor dan instansi pemerintah.

Meskipun penjualan termasuk mahluk hidup, Doddi dan toko onlinenya sudah siap mengirim ke penjuru Indonesia. Bekerja sama dengan ekspedisi JNE, dia sudah mampu mengirim ke luar kota, dan buat yang ada di Jakarta jika tidak punya waktu mampir ke toko nyata maka ada jasa kurir dan layanan langsung kok.

Suami Selvi Eka menjelaskan bisnis mereka memanjakan. Bagaimana cara memanjakan para penggemar aquascape baru buat berkarya. Jadi usaha mereka tidak monton dipenjualan produk jadi saja. Meskipun suskses ternyata masalah pasokan material masih terkendala.

Agar gampang maka mereka membuat farm sendiri. Ya mereka menciptakan peternakan buat ikan maupun buat tanaman hiasanya meski kecil- kecilan. Kendala stok bisa ditangani, dan kualitas layanan mereka bisa diandalkan. Sebagai lulusan IT tugas, Doddi bertugas mengatur suhur, parameter air, dan pupuk serta stok.

Untuk menambah pengalaman, mereka tidak segan mengikuti lomba aquascape dan juara. Yakni juara 2 buat Indonesian Fisheries Expo, juara 3 Indonesian Plant and Pets dan Plant Aquatic Expo pada 2011 di WTC Mangga dua, dan paling mengena ketika juara 1 Indonesian Fish for The World.

Wendy dan Doddi mendorong lahirnya pengusaha serupa. Jaman sekarang kan sudah beda dan pengusaha muda dimudahkan lewat sosial media. Terserah usahanya apa, mau sejenis aquascape atau apapun, asal kita punya lebih banyak pengusaha.

"Kita tinggal modal sedikit, promosi online, promo terus lama- lama juga akan besar," jelas Wendy. Ia lalu menambahkan,"jangan takut gagal. Kalau gagal, jangan nyerah, usaha terus." Namanya usaha bisa saja kita untung atau buntung.

Artikel Terbaru Kami