Kamis, 01 Juni 2017

Sepatu Desle Sepatu Sekolah Hingga Trendi

Profil Pengusaha Sukses Haryamto 


 
Meskipun serbuan sepatu luar begitu kuat. Namun siapa sangka, diantara kita masih ada produk lokal yang sukses bertahan. Ternyata masyarakat sudah mulai sadar untuk menggunakan produk lokal. Ada sepatu buat anak sekolah, sepatu olahraga, dan kantoran, mereknya Desle merupakan produksi pengusaha asal Yogya.

Pengusaha asal Yogyakarta itu bernama Desle. Berdiri sejak lama sekitar tujuh tahun lalu. Pria bernama Haryamto mengaku dulu sukar. Bayangkan, waktu itu, dia bersaing dengan produk impor yang kata orang lebih baik. Pemikiran bahwa produk lokal jelek dan tidak tahan lama begitu menggema kala itu.

Padahal kalian tau, meskipun mereknya luar negeri, ternyata pembuatannya dilakukan oleh pabrik tetangga Haryamto sendiri. Alasan tahan lama, modis lah, seolah membenarkan gengsi orang waktu itu untuk beli produk asing.

Selama itu dia bersama pengusaha lokal lain gencar. Mengkampanye bahwa produk dalam negeri juga bisa sangat berkualitas. Perlahan tetapi pasti marketing Haryamto membuahkan hasil. Kampanye untuk cinta produk dalam negeri membantu bisnis Desle.

Strategi marketing


Dia menggunakan diskon besar- besaran. Sampai memberikan garansi uang kembali kepada masyarakat. Ia meyakinkan kualitas produknya. Menjadi produk lokal asli Yogyakarta, dia diberi kesempatan ikut acara khas seperti Yogya Night Run. Di kesempatan itulah dia membangun brand bisnisnya, lewat acara tersebut nanti.

Ia memberikan hadiah bagi siswa berprestasi. Dengan cara tersebut dia mencoba mendongkrak penjualan produk dan berhasil. Dengan marketing tersebut ternyata mampu menarik lebih banyak pembeli. Utama dari pelajar Indonesia mulai melirik produk lokal, yang lebih murah tetapi kualitasnya sama dengan asing.

"...kualitasnya tidak kalah dari sepatu impor," paparnya.

Sepatu impor lanjutnya, ternyata, kebanyakan dijual disini merupakan buatan orang kita sendiri. Kan sama saja yang membuat orang kita sendiri. Yang penting ada kecintaan akan produk dalam negeri. Sisanya kita sendiri ternyata yang membuat kualitas dengan brand milik orang asing.

Nama Desel berarti "Depok- Sleman" atau Desainya Orang Lodok imbuhnya. Dia mengatakan sudah bisa berproduksi lebih 20 ribu pasang sepatu. Ia mampu meningkatkan penjualan saban bulan. Target pasarnya adalah Indonesia Timur. Menurutnya di sana resiko bisnisnya cukup kecil karena bebas bencana.

Kalau di Jawa, nama Desle memiliki pasar kok, pangsa pasarnya terutama di kota- kota besar. Di Jawa kita bisa melihat outlet- outlet sepatu Desle, contohnya di Kebumen, Pati, dan Kabupaten lainnya di Jawa. Lewat sistem CSR ke sekolah- sekolah. Tujuannya mendongkrak penjualan di outlet mereka sendiri.

Ajang seperti Desle School Wefie, menjadi ujung marketing mereka di daerah- daerah. Efektif promosi ke outlet lokal mereka. Sejak dini Desle fokus mengajarkan anak buat mencintai produk dalam negeri. Salut buat perjuangan pengusaha kita yang satu ini.

Artikel Terbaru Kami