Sabtu, 10 Juni 2017

Penjual Prabotan Akar Kayu Jati Nur Ali

Profil Pengusaha Nur Ali




Namanya pengusaha pasti pernah gagal. Begitu juga Nur Ali, rejeki justru datang ketika dia iseng belaka. Kok malah menjadi bisnis menjanjikan kedepan. Pria yang dulu pernah berbisnis ayam potong ini. Gagal. kemudian iseng menaruh akar jati erosi di depan rumah.

Bisnis akar jati dimulainya lima belas tahun silam. Awalnya dia menirukan mencari akar jati, tapi bukan dijadikan kayu bakar seperti tetanggnya, dia taruh di depan rumah buat hiasan. "Siapa tau ada yang berminat (iseng)," kenang Ali.

"Saya menunggu beberapa hari, tak ada yang menawar," ucapnya. Akhirnya ada orang iseng membeli kayu jati itu. Uang Rp.65.000 masuk kantong buat akar kayu jati. Dia sempat diejek tetangga. Akar kayu yang item kusam tersebut dijual- jual, ngapain?

Niatnya berbisnis bukan mencuri. Ali cuek ketika mendengar cemooh tetangga. Mantan buruh tani, itu loh orang yang disuruh mengerjakan sawah orang lain, ini memang memiliki mental pengusaha karena sudah terbiasa gagal. Lambat laun dia menemukan akar jati tersebut bisa dipoles bukan sekedar glondongan saja.

Jujur akarnya itu keras, susah dibentuk, jadi baiknya dibiarkan begitu saja. Natural memang akar kayu itu sudah terlihat indah. Cukup dibersihkan dan diperhalus saja. Bentuknya sudah bagus, kalau beruntung dia dapat yang berbentuk hewan. Harganya lumayan dibanding bentuk biasa dipajang di depan rumahnya.

Cara mendapatkan akar kayu jati erosi, Ali datang ke tengah hutang, seizin PT. Perhutani sebagai pihak yang bertanggung jawa. Ali akan berjalan masuk hutan kawasan antara Ngawi, Madiun. Jarak dari rumahnya sekitar 100km dari rumah. Tahun ke tahun, bisnis Nur Ali makin bagus, tidak lagi bentuk standar biasa.

Ali menjual buat kursi, meja, bentuk jamur, dan aneka souvenir. Tapi benda itu masih setengah jadi yang mana dijualnya dari Rp.50 ribu sampai Rp.5 juta untuk ukuran besar. Harga akar jati erosi yang besar memang harganya lumayan yakni Rp.750 ribu sampai Rp.5 juta, untuk meja besar Rp1- 1,5 juta, kursi Rp.250- 500 ribu.

Souvenir dijual terjangkau yakni Rp.50 ribu, dimana tiap bulan dia memproduksi 1.000 buah souvenir ke berbagai daerah. "Kalau bentuk bagus, karakternya bagus, ada daya seninya, saya jual Rp.5 juta," ia lalu menambahkan. Selain dia, kini, tetangga Ali ikutan berbisnis sama bahkan membentuk paguyuban akar jati.

Untuk sementara ini, orang desan Ali menjual bentuk setengah jadi, tentu kalau bentuk jadi akan jauh lebih mahal harganya. Meskipun begitu perputaran uang bisnis ini ternyata sampai miliaran.

Artikel Terbaru Kami