Jumat, 16 Juni 2017

Kerja Dulu Baru Buka Usaha Pengusaha Muda

Profil Pengusaha Bayu Wirawan 




Skill dipelajari seseorang ketika sekolah, belum tentu menjamin kesuksesan seseorang. Justru dari hobi kita bisa menemuka skill utama kita. Sekolah cuma mempoles teori sedangkan dari hobi bisa jadi sebuah pekerjaan nyata. Inilah kisah seorang pengusaha pemilik toko kue bernama Queen Pastry.

Sempat dia bekerja di restoran dan bakery. Justru disana, dia belajar banyak, berkat hobi memasak pula dia jadi semakin percaya diri. Ini kisah Bayu Wirawan, yang kemudian resign kerja untuk mengejar bisnis pembuatan roti. Meskipun sekala kecil dia mengerjakan dengan senang hati dibanding menjadi karyawan.

Bisnis kue


Agar dapat modal dijualnya motor pribadi. Dia tidak pernah belajar di luar negeri. Tidak pernah belajar buat membikin kue khusus. Modalnya nekat dengan uang seadanya. Total Rp.500 ribu digunakan sebagai modal bisnis. Skill terasah selain karena hobi tetapi juga karena keluar masuk perusahaan bakery.

"...benar- benar memulai dengan Bismillah," tuturnya.

Tetapi dia tidak langsung resign. Awalnya dia masih bekerja hingga bisnisnya matang. Merasa omzet sudah matang. Bayu baru memutuskan resign. Mantan karyawan Aston Hotel ini, memproduksi setelah pulang dari jam 12 malam sampai 6 pagi.

Untuk awalan dia membidik makanan umum. Sesuatu yang tidak mahal dijangkau semua golongan. Namun cita rasanya harus sekelas bakery besar. Inilah daya jual Bayu berbekal modal seminim itu. Targetnya kue- kue pasar seperti donat isi, bolen keju, seharga Rp.2000/pcs, donat keju Rp.3000/pcs.

Tidak cukup juga ada roti mini bite, roti kacang coklat, lapis Surabaya, American risoles, pastel ulir, dan akhirnya aneka wedding cake. Tidak mudah tetapi berhasil. Tiga bulan omzet terakhir Rp.100- 180 jutaan. Dia dibantu sang istri semakin menajamkan bisnisnya.

Berbisnis hanyal berbekal ijasah SMA. Tetapi lantaran karena memang hobi masak. Ia memilih untuk bisa mengembangkan skillnya. Bukan lewat kuliah, selepas SMA, Bayu memilih bekerja di sebuah toko kue saja. Sambil bekerja sambil mengasah kemampuan langsung tanpa teori melulu.

Dia keluar- masuk toko bakery dan restoran di Pontianak. Pikirannya bagaimana mengasah skill tetapi dia dibayar. Apalagi kalau sudah masuk umur 30 tahun, kan ijasah SMA saja tidak cukup. Prinsipnya di dunia kerja digeluti itu. Semakin pengalaman di dapur maka akan semakin dicari oleh perusahaan bakery bukan teori.

Jatuh bangun pemasaran pernah dilalui. Dia pernah terpuruk. Tetapi bangkit kembali membenahi sistem di dalamnya. Bayu pernah kesulitan bekerja sama dengan karyawan. Kini, dia memilih lebih aktif di dapur, hasilnya bisa dirasakan pada produksi kue miliknya.

Walaupun sudah menjamur tetapi dia yakin. Bisnis bakery bisa dia taklukan dan tetap menghasilkan omzet menjanjikan. Untuk itu inovasi selalu diberikan Queen Pastry. Termasuk salah satunya ialah ia membuka tawaran kue blackforest, vanilla cake, dan cake brownies, dengan desain pesanan kita sendiri.

Artikel Terbaru Kami