Selasa, 16 Mei 2017

Sawerbreeder Kisah Pengusaha Ular Hias

Profil Pengusaha Breeder Ular 


 
Ular memang binatang yang menggelikan. Tetapi siapa sangka dari ular, bermunculan jutawan berkat bisa menternakan mereka. Bukan sembarangan ular tetapi ular hias. Tentu butuh lebih dari sekedar berbisnis. Ada unsur hobi di dalamnya tetapi hobi yang menghasilkan pendapatan uang.

Seperti kisah Faizal Firmansah, warga Mojokampung, Kota Bojonegoro, yang mana baru tiga tahunan ini menggeluti budidaya ular hias. Dimana cuma memanfaatkan ruang di belakang rumah. Faizal bisa hasilkan omzet sampai Rp.25 juta.

Tidak terlalu sulit membudidaya ular. Yang dibutuhkan lingkungan cocok, kandang harus sesuai ukuran dan harus sesuai besar kecilnya ular. Taruh tempat air minum. Dikasih makannya cuma seminggu sekali. Ia mengatakan bahkan satu bulan sekali!

Untuk jenis ularnya ada piton bola Afrika, Korsnake Amerika Latin, lalu beberapa jeni piton Kalimantan. Dia mengatakan tantangan berbisnis ular bukan di prosesnya. Justru datang dari tanggapan akan hewan apa yang dia pelihara. Awalnya dia dimarahi keluarga ketika mulai membudidaya ular -meskipun tidak berbisa.

Karena tetangga banyak yang takut kelau mau bersilaturahmi ke rumahnya. Namun lama kelamaan, karena memang tidak berbisa, tidak berbahaya justru banyak tetangga mulai berdatangan melihat. Harga sendri dia tentukan variasi mulai Rp.500 ribu sampai Rp.5 juta tergantung dari keindahan kulit si ular tersebut.

Sebulan dia mampu menjual tiga sampai lima ekor perbulan. Dan untungnya sendiri jika maksimal sampai Rp.25 juta!

Bisnis bukan iseng


Salah sati penggemar ular, yang menekuni bisnis breeder, adalah Bapak Topan yang mana sejak kecil ular sudah menyatu dalam hatinya. Mungkin ular terlihat buas tetapi tidak bagi pengusaha ini. Bukan sebuah hobi tetapi menghasilkan uang. Pria 49 tahun ini memulai bisnis ular dengan membeli ular impor jenis corn snake.

Pilihan ular pertama buat dibisniskan meragukan. Pak Topan sempat ragu atas pilihannya sendiri. Apalagi dia merintis usaha breeder ular dari nol. Menurut level sebenernya, Corn Snake dianggap cocok buat dia yang masih pemula soal urusan membiyakan ular hias.

Tahun 2003 merupakan titik kunci, dimana dia sekuat tenaga, ada hasilnya Corn Snake Albino miliknya bisa dikembangkan menghasilkan anakan.

Sekali sukses membuat Pak Topan makin percaya diri. Dia yakin mampu menghasilkan hasil breeding berkualitas. Tahun 2006 dia memberanikan diri membawa indukan lebih besar. Yaitu ular Boa Constictor yang dipesannya impor, jenis piton, yang sudah dia pertimbangkan matang menjadi lahan bisnisnya.

Bukan sekedar hobi atau iseng melainkan bisnis. Seseorang selama mampu mengemasnya baik, Pak Topan yakin bisnis ular bisa menjadi kenyataan. Ritme alon- alon asal kelakon sudah berubah cepat. Dimana dia berpikir hobi hewan simple bisa menghasilkan uang.

Ketiadaan waktu membuat hobi ular diminati. Orang kan gampang memberi makan si ular, dimana masih bisa dijadikan sambilan sambil bekerja. Ada empat hal menjadi dasar bisnis ular dijalankan dia. Adalah pertama irit waktu memelihara ular. Lalu perawatan makan hingga tidak makan tempat dan berisik adalah kelebihan.

Inilah kelebihan buat berbisnis ular. Selain tersebut masih ada dua point lagi, yakni pesona eksotisme utamanya pada corak kulit ular itu sendiri. Pola warnanya bisa menjadi unik ketika dikawin silangkan. Inilah alasan lain kenapa Pak Topan nekat berbisnis sawerbreeder ular.

Soal investasi ular adalah investasi tinggi. Menurutnya sesuai dengan proses berkembang biaknya. Topan punya 8 pasang ular piton, 5 pasang boa, dan  2 pasang corn snake. Mereka semua adalah indukan siap buat dibudidaya. Ia memilik indukan berkualitas diatas rata- rata. Modal inilah menjadikan dia percaya diri.

Terutama dikalangan penghobi ular. Alhasil ular hasil budidayanya mampu laku hingga keluar kota. Lewat promosi internet bisa menggapai penjuru Jawa Timur, Jawa Tengah, dan DIY. Menurut Topan kenapa dia sukses. Berhasil menghasilkan warna- warna berkualitas karena indukannya bagus, indukan impor punya keunggulan.

Indukan impor merupakan hasil silang. Lebih jinak, mampu menghasilkan persilangan yang lebih bagus, dan besar kemungkinan keturunannya jadi lebih bagus. Karena indukan jinak perawatan juga jadi lebih bisa telaten. Indukan jinak memudahkan persilangan terjadi. Satu jantan dan satu betina tetap setiap periode kawin.

Artikel Terbaru Kami