Minggu, 28 Mei 2017

Kerajinan Kerang Ekspor Bagaimana Caranya

Profil Pengusaha Nur Handiah Jaime Taguba 



Tidak jarang kita menyepelakan bisnis kecil- menengah kita sendiri. Ternyata diantara pesimisme pasar lokal, ada pengusaha- pengusaha hebat, mereka menjual ke luar negeri dan hasilnya mencengangkan. Kita ambil contoh nih pengusaha kulit kerang bernama Nur Handiah Jaime Taguba.

Lewat tangan kreatif dia merubah kulit kerang. Produk etnik karyanya diekspor sampai ke Eropa, Asia, Afrika, hingga ke Amerika. Nur adalah pemilik perusahaan Multi Dimensi Shell Craft yang membawa kulit kerang Pantura ke kancah dunia.

Bisnis karena cinta


Bisnis Nur berawal dari ketertarikan seorang kawan. Suami kawan tersebut ingin mengekspor kerang buat dijadikan kerajinan. Nah, Nur Handiah, menjadi perantara buat mengirim kerang- kerang tersebut. Tidak lama dia memutuskan berkreasi sendiri.

"Saya penasaran buat apa, akhirnya saya enggak mau kirim bahan bakunya," tuturnya. Setelah dia tau kalau setelah diekspor bahan bakunya naik berkali lipat harga!

Ia berkata, "saya buat barangnya."

Usahanya berdiri pada 2000 silam. Di atas lahan 1000 meter persegi, pabrik kecilnya berdiri mengolah si kulit kerang. Dia mempekerjakan sekitar 60 orang, yang mana adalah tetangganya. Harganya murah kok dari Rp.5000, seperti gantungan kunci, bunga, dan kecil- kecil lainnya.

Tetapi tidak juga terbatas. Nur Handiah juga menyiapkan produk premium. Seperti produk berharga Rp.24 juta, berupa satu set furnitur, mulai lampu, kaca cermin, meja.dll. Inovasi juga terus digalangkan hingga produknya benar- benar menarik.

Berjalan waktu pabrikannya seluas 32.000 m2. Dimana kapasitas sampai 8 kontainer per- bulan. Jangan bilang bisnis dijalankan gampang. Dia sudah mengerjakan bisnis ini selama 12 tahun. Jadilah pantas jika dia sudah mempunyai koneksi dari Eropa, Asia, Timur Tengah, Amerika Latin, sampai ke Afrika.

Perusahaan Nur sekarang nilainya tidak kurang 2 miliar. CV. Multi Dimensi beralih dari pengekspor kulit kerang menjadi produsen furnitur kerang. Fokusnya awal menggunakan kerang simping, namun makin ke sini, dia mulai berinovasi dengan aneka kulit kerang lainnya, seperti kerang dara, hijau, dan kerang hitam.

Tidak berhenti kreasi. Suatu hari, Nur ingin mengaplikasikan kerang dengan media lebih luas, maka jadi sebuah rumah bernama Rumah Kerang Cirebon. Dengan kulit kerang ditempelnya menjadi hiasan outdoor. Lalu dia mulai mendekorasi isinya dengan kerang juga.

Dari korden, furnitur, hingga lampu gantung dari kerang!

Tentu tidak langsung sukses. Nur mengaku sempat kelimpungan soal modal. Untungnya dia mendapatkan perhatian dari sebuah BUMN. Pinjaman bunga lunak tidak disia- siakan. Usahanya lalu menjadi salah satu mitra binaan BUMN tersebut. "Inginnya sih pinjaman tanpa pengembalian. Tapi tidak ada," guraunya.

Selain itu dia dimediasi untuk mengikuti aneka pameran. Menurutnya pengusaha harus rajin cari tau. Ia mengatakan pengusaha pemula haru update dari pemerintah. Mereka menyediakan tempat gratis. Namun, ya, akomodasi harus modalin sendiri. Kelebihannya kita bisa mendapatkan koneksi ke luar negeri seperti dia.

Kita diberi booth gratis kok. Kalau startegi pemasaran, selain ikutan pameran tersebut, maka andalkan strategi mulut ke mulut. Dibantu Pemda Cirebon, usahanya makin gampang menyebar ke seluruh pelosok, maka banyak pejabat datang berkunjung termasuk dua presiden kita Pak SBY dan Jokowi datang melihat.

Agar sukses dia tidak lupa mengikuti trend. Mangkanya dia membuka promosi lewat internet. Salah satu caranya adalah lewat toko online www.capizbalishell.com. Tidak lupa membuka outlet di Yogyakarta, Jakarta, dan Bali. Semua pencapaian itu membuat nama Nur Handiah menjadi satu pengusaha yang ternama Indonesia.

Artikel Terbaru Kami