Minggu, 21 Mei 2017

Menjadi Agent Tagihan Bersama Ruma Buat Rakyat

Profil Pengusaha Aldi Haryopratomo 


 
Namanya Aldi Haryopratomo pengusaha muda bidang sosial. Pemuda yang kini sudah berusia matang, 32 tahun, merupakan kelahiran Jakarta, Indonesia. Merupakan anak orang berada tetapi tidak membuat dia jadi sosok arogan. Pasalnya semenjak usia dini sudah berteman dengan anak- anak yang ekonominya susah.

Empati Aldi kecil tumbuh dengan kesadaran akan lingkungan. Dia tinggal di perumahan untuk pegawai pemerintah. Dimana sekitarnya merupakan kampung- kampung keci. Di sana, justru dia menemukan banyak teman, meskipun lahir dari keluarga berkecukupan bermain ke kampung itu menyenangkan.

"Pengalaman tinggal di dua dunia sangat membentuk saya tumbuh," ujarnya.

Tetapi tidak akan berhasil tanpa orang tua. Dia ingat betul bagaimana dia dan kakaknya dibentuk. Oleh kedua orang tuanya menjadi sosok pengajar kehidupan. Ayah Aldi merupakan pegawai kontraktor khusus membangun jalan negara. Menurut ajaran ayah pekerjaanya adalah untuk membantu hidup orang banyak.

Ayah Aldi percaya bahwa jalan dibangun akan mendorong ekonomi. Semangat membangun tidak cuma buat uang tetapi membangun kehidupan masyarkat Indonesia. Ayah Aldi pekerja keras dengan alasan mulia tak cuma sekedar mencari uang.

Bertahun- tahun Aldi terinspirasi sang ayah. Bagaimana dia juga bisa membangun masyarakat. Tentu saja dengan caranya sendiri. Selepas sekolah menengah di Jakarta, dia melanjutkan ke Amerika, yaitu kuliah jurusan ilmu komputer di Purdue University, Indiana.

Selepas kuliah dia bekerja menjadi teknisi keamanan untuk Ernst & Young. Kemudian dia mengerjakan bisnis untuk UKM bernama Kiva. Dimana Aldi berkeliling Indonesia dan Vietnam, ke pelosok, cuma buat mewujudkan idealismenya. Selepas itu Aldi memilih melanjutkan program MBA ke Harvard Business School.

Bisnis kembali


Tidak berhenti berbisnis sosial. Langkah selanjutnya Aldi ialah Ruma. Dimana dibiayai oleh perusahaan besar Silicon Valley. Dan didukung perusahaan besar asal Indonesia Gunung Sewu Kencana. Ruma lalu mempekerjakan 512 orang, dimana sepertiganya adalah agen lapangan, sisanya bekerja di kantor Jakarta.

Pengusaha muda satu ini bukan mencari uang. Tetapi justru membantu orang lain, sebaik mungkin, agar bisa mendapatkan uang. Pengalaman menjadi pegawai di perusahaan pembiayaan UKM. Maka pada 2009 dia siap meluncurkan bisnisnya sendiri sejenis.

Ruma menyediakan bagi 30.000 perusahaan kecil di seluruh Indonesia kesempatan berbisnis. Mereka akan membantu masyarakat untuk mengakses servis, membayar tagihan, mencari lowongan, dan semuanya dilakukan cukup di aplikasi mobile mereka.

Kemudian para agent merupakan toko- toko kecil yang menawarkan jasa. Ambil contoh sebuah warung dimana orang tidak cuma membeli rokok, tetapi bisa membayar listrik. Dimana dia mengambil inspirasi data Bank Dunia bahwa hanya 16% orang yang memiliki akses ke internet.

Dia selalu memberi semangat kepada agentnya. Mereka pantas mendapatkan hasil dari kerja keras mereka. Hal paling berarti adalah dikelilingi orang yang melakukan hal berarti. Dia beranggapan akan gampang kita sukses jika dikelilingi tim kerja hebat yang memiliki passion pada usaha mereka juga.

Kepercayaan Aldi begitu besar, bahkan tidak segan meninggalkan pengelolaan kepada mereka. Tidak cuma sebentar tetapi sampai dua minggu pergi. Aldi pergi ke pelosok berbekal sepeda motor dan tentu tidak lah mudah dihubungi untuk sekedar meeting.

Apa yang dilakukannya di luar kantor?

Ia akan mengunjungi agent Ruma. Dia akan aktif bertanya kesan dari agent dan juga pelanggan mereka. Dia beranggapan membangun kekuatan dalam mengambil keputusan adalah hal terpenting. Guna menciptakan itu pengusaha harus tau bagaimana perasaan pelanggan, bagaiamana mereka berpikir, rasakan, dan akhirnya butuhkan.

Dia berpikir jika kamu mau jadi anak muda ambisius. Baiknya jangan cuma berpikir bisnis mereka sendiri. Tetapi bagaimana menangani solusi di luaran sana. Entrepreneurship harusnya menginspirasi, bagaimana menyelesaikan masalah, menjadi passion dengan masalah adalah inti dari apa yang kamu butuhkan.

Entrepreneurship adalah sedikit dari banyak cara menyelesaikan masalah. Sayangnya orang menaruh ini dibawah kaki mereka. Menyepelekan kewirausahaan. Akhirnya banyak orang yang bekerja keras akhirnya tidak mendapatkan penghargaan bahkan oleh atasan mereka sendiri.

Meskipun disibukan dengan kegiatan entrepreneurship. Dia tetap meluangkan waktu jalan pagi bersama istri dan anak kembarnya. "Saya berbicara kepada mereka (anak saya) mengenai pekerjaan seperti layaknya orang dewasa," ia menceritakan. Berjalan bersama mereka adalah terapi pikiran Aldi untuk semangat pagi.

Artikel Terbaru Kami