Minggu, 14 Mei 2017

Budidaya Kerang Tambak Kisah Suksesnya

Profil Pengusaha Tambak Misdi 



Namanya Misdi (39), warga Young Panah Hijau, Kelurahan Labuhan Deli, Kecamatan Medan, Sumatra Utara, yang sukses berkat kerang hijau. Bukan main dengan tambak buatannya sendiri. Misdi mengaku bisa dalam 7 bulan mengantungi satu ton kerang. 

Niat budidaya datang karena terbiasa. Misdi dulu pernah bekerja menjadi petani kerang buat seseorang. Kerjaanya di tambak sedikit banyak memberikan pengetahuan. Berbekal pengalaman tersebut, maka dia berniat membuat tambak kerang sendiri.

Bisnis unik


Modalnya sedikit kata Misdi. Ayah tiga anak ini kemudian mulai membuat tambak. Lantas ditaburinya bibit kerang ke seluruh permukaan tambak. Bukan tanpa hambatan berbisnis. Misdi nyatanya tidak punya tanah sendiri. Alhasil dia bermodal menyewa tambak orang sepanjang 70 meter dan lebar 10 meter.

Tidak sampai setahun, kurang lebih cukup 9 bulan, kerang ditabur di tambak sudah membesar saja. Waktu itu, Misdi mempunyai cuma 30 kerang, yang  dia sendiri tidak pasti berapa kilogramnya. Dia nekat beli bibit ke Tanjung Balai, Asahan, dimana kalau pas belinya 400 kilogram seharga Rp.10.000 per- kg.

Prediksinya bila sedikit yang gagal di dalam tambak. Dia mungkin dapat 1 ton sampai 1,5 ton, dimana dia mengatakan harga jualnya jadi Rp.12.000 per- kg. Kenapa bisnis Misdi menggiurkan. Menurutnya ini lebih gampang dibanding memelihara ikan di tambak.

Kerang tidak perlu dikasih makan. Karena makanannya mineral dari air tambak sendiri. Cukup menjaga saja biar tambak tidak rubuh karena erosi. Termasuk memasang jaring halus disekeliling tambak. "...agar tak hanyut terbawa arus pasang surut," tuturnya.

Masa panen maksimal 9 bulan (6 bulan pun sudah bisa) maka ada baiknya punya usaha sambilan. Seperti suksesnya Misdi, suami dari Afrida ini, akan mencari udang pancing atau kepiting bakau di sungai Paluh Pompong, yang mana dia kemudian cukup dijual di pinggir jalan. 

Untuk optimal memang harus setelah umur 9 bulan, besarnya nanti sebesar jempol kaki. Walaupun belum sebesar itu, biasanya orang sudah datang mau beli seharga Rp.10.000 per- kg -dimana jika 9 bulan sampai Rp.15.000 per- kg-, biasanya Misdi lebih memilih untuk dibesarkan sampai 9 bulan.

Artikel Terbaru Kami