Senin, 01 Mei 2017

Rumahtopi.com Perjalanan Bisnis Ahlinya Topi

Profil Pengusaha Iqbal Rahmanuel 


 
Sukses Iqbal Rahmanuel tidak seketika. Bisnis dijalankan pengusaha muda satu ini memang terlihat sangat sederhana. Bisnis aneka penutup kepala yang bisa dilakukan semua orang. Butuh cara berbeda biar Iqbal mampu memecahkan kebuntuang bisnis.

Ide kreatif perantau Medan adalah menspesifikasi dirinya. Bisnis bertema rumah topi dimana setiap orang akan menemukan topinya di sini. Guna mendukung bisnis Iqbal membangun  www.rumahtopi.com inilah ujung tombak bisnis topi berbasis internet.

Inspirasi mendorong membuka bisnis topi. Dia merasa kesusahan mencari topi. Loncat sana, kemudian ke sini, tidak ada tempat pasti dimana dia memanjakan hobinya. Rumah Topi adalah bisnis menawarkan aneka jenis topi bahkan paling susah dicari sekalipun.

Bukan bisnis topi biasa


Awal dia iseng mencari topi bermodal tidak biasa. Dia mencari topi komando dan topi lukis. Kan susah tidak umum dicari anak muda. Ternyata meskipun lewat internet, masih susah ditemukan dimana bisa dia mendapatkan topi- topi tersebut.

Ia kemudian menemukan masalah sama dirasakn orang lain. Inilah kesempatan bisnis jika Iqbal mampu memenuhi kebutuhan mereka. Sebuah peluang bisnis ketika menemukan permasalah serupa di berbagai forum internet. Bermodal uang Rp.5 juta dia mulai membantun website www.rumahtopi.com dan mulai memasok.

Beberapa jenis topi ditemukan langsung dijual. Topi tersebut jarang ditemukan di pasaran. Berkat ide itu Iqbal mampu mengantongi omzet Rp.17 juta- 20 juta, dimana topi dijualnya 150- 200 topi dan margin untungnya 40% loh.

Dimana ada 25 jenis topi dengan variasi model berbeda banyak. Contoh topi snapback, trucker, newsboy, ushanka, hingga flat cap yang susahnya minta ampun dicari di Indonesia. Cara Iqbal memenuhi produksi ialah dengan menggaet pengrajin topi asal Bandung, lainnya Iqbal mengimpor dari pabrikan di China.

Topi beraneka macam, dari pria, wanita, anak- anak, tersedia di Rumah Topi. Strategis sosial media dia lebih pertegas agar bisnisnya menggaet lebih banyak. Marketing Iqbal memang tidak face- to- face tapi ternyata lebih efektif dibanding perkiraan orang.

"Kami juga melakukan promo langsung dan berinteraksi dengan konsumen di sosial media," tuturnya. 

Tiga tahun berbisnis bukan tanpa kendala teman. Dia mengaku ada beberapa hal: Salah satunya pemasok produk topi, yang mana awalnya dia membuat berdasarkan karena belum ada pegawai. Padahal pesanan besar sekali ketika bisnisnya terus berkembang, Iqbal sempat keteteran tetapi berhasil melewati masa itu.

"...bahkan saya pernah menolak pesanan 1.000 topi," kenang Iqbal. Dengan jujur dia mengatakan kondisi perusahaanya kala itu. Mau bagaimana lagi bisnis Iqbal memang baru dimulai.

"Lebih baik kami jujur supaya konsumen tidak kecewa," paparnya. Keutelan Iqbal terbayar dengan pusat produksi sendiri di Surabaya. Kanapa bisnis Iqbal sukses karena balum banyak orang menggarap pasar itu. Ke depan dia berharap Indonesia menjadi produsen topi berkualitas dunia.

Ia menyebutkan bahwa pengrajin kita itu punya kreatifitas tinggi. Masalah pengrajin adalah di manajemen produknya. Mahasiswa Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNAIR angkatan 2012 ini, juga masih semangat mengerjakan kuliahnya.

Bisnis terus


Begitu meliat peluang bisnis topi. Dibenak Iqbal adalah bagaimana agar nomor satu. Bagaimana caranya agar toko onlinenya nangkring di halaman pertama Google. Nama Rumah Topi juga sudah termasuk satu doa dia panjatkan agar menjadi pusat topi Indonesia.

Menurut Iqbal tempatnya merupakan pusat topi terbesar. Pemuda kelahiran 9 September 1993 ini, mulai resmi membuka bisnisnya pada Maret 2012 silam. Selain berbisnis topi, Iqbal juga membuka usaha lain, seperti Raja Tas Kertas dan Es Krim Creamel. Kuliah sambil berbisnis dijalankan penuh semangat tanpa ragu.

Keuntungan dicapai sekarang sampai Rp.20 juta. Iqbal juga sudah memiliki toko offline di Jalan Kapas Kampung No.45, Surabaya.  Meskipun sibuk berbisnis Iqbal tidak lupa kuliahnya. Semua sudah dia jadwal dengan baik. Karena baginya masih merupakan kewajibannya sebagai mahasiswa untuk mengikuti kelas.

Kan kita bisa memilih sendiri jadwal biar tidak benturan. Kesuksesan Iqbal tentu membanggakan kedua orang tuanya. Membuat orang tua bangga sudah lebih dari cukup. Bisnis asyik tetapi menjadi mahasiwa adalah kebanggaan orang tua. Disini dia bisa mengaplikasikan ilmu manajemennya secara langsung kerja.

Artikel Terbaru Kami