Sabtu, 29 April 2017

Saran Buat Online Shop Baru dari Pengalaman Shinta

Profil Pengusaha Shinta Chandriani 




Ketatnya persaingan bisnis online tidak membuatnya ragu. Semua orang seolah bisa memulai satu bisnis online, tetapi tidak semua seberuntung Shinta Chandriani, gadis 18 tahun, kelahiran 18 Oktober 1997, Jakarta, yang memulai bisnis dengan mengambil barang dari suplier impor.

Dia yang masih mahasiswa semester 1, Jurusan Akuntansi di sebuah Universitas di Tangerang, bercerita kepada pewarta Studentpreneur.co bahwa bisnis pertamanya gampang kok. Dia berbisnis aksesoris saja. Dimana dia ambil barang dari importir asal Korea, Tiongkok, dll.

Berjalan waktu Shinta mulai merambah pakaian. Bisnis Shinta terus berkembang, bervariasi dibanding dia sebelumnya, tetapi tidak segampang orang lain. Shinta memilih cara baik berjualan. Dia meyakinkan diri dulu bahwa apa dijualnya merupakan produk berkualitas.

Dia sebelum jual, barangnya disurvei dulu. Shinta tidak segan merogoh kocek buat beli. Dia coba sendiri kemudian baru beli banyak buat dijual. Tidak cuma pakaian, ada sepatu dan aksesoris seperti blazer dan lain- lain, tidak cuma impor kok adapula produk baju dan sepatu lokal.

"Saya jual produk, saya beli dulu, apakah sebagai costumer saya merasa puas," jelasnya.

Biasanya itu dia lakukan  ketika mau membeli produk baru. Untuk masalah tersebut dia cari suplier yang mau return jika produk cacat.

Jualannya lewat Instagram dan BBM, nama onlineshop nya Blythebloosom dimana omzetnya lumayan sampai jutaan rupiah. Bisnis pertama kali Shinta tidak membuat stok produk alasannya karena dana yang dia miliki terbatas, tetapi tetap sukses kan.

Bisnis reseller


Ketatnya bisnis tidak membuat Shinta minder. Justru dia makin bersemangat jualan. Karena pada dasarnya dia memang hobinya berjualan. Sejak SD malahan, walaupun jualannya masih tidak jelas mulai dari jualan mote, gantungan kunci, sampai tas mote. Kalau untungnya namanya anak- anak pasti tidak fokus jadinya.

Sayangnya, jaman sekarang udah gak jaman mote, bisnis tersebut akhirnya hilang. Dan tergantikan dengan bisnis online sejak SMA kelas 1. Berawal dari seorang teman yang memulai dulua. Dia punya online shop lantas Shinta liat kayaknya seru. Kemudian lahirnya online shop bernama Shinchan Olshop dari singkatan nama.

Maskuk kelas 3 SMA, Shinta memilih fakum, dimana konsentrasinya ada pada ujian nasional. Lalu setelah itu dia mulai melanjutkan dan diberi nama seperti di atas, Blythebloosom. Cara berjualan juga sudah beda dari sebelumnya, kalau dulu dia jualan di Facebook sekarang di Instagram.

Jualannya aneka fashion wanita, pemikiran Shinta adalah hobi belanja wanita tidak akan ada matinya, dan itu juga berpengaruh pada perubahan trend wanita. Shinta diharuskan mampu mengikuti kebutuhan pasar. Pelanggan pertamanya adalah temannya sendiri. Dari mereka jualannya laku pertama kalinya dan membua semangat.

Tantangan bisnis onlineshop adanya barang beragam, harga bervariasi, banyak pesaing yang juga tidak kalah kreatif dengannya. Enaknya gak usah ribet karena tidak terpaku waktu. Selama mempertahankan kepuasan konsumen dan mempertahankan harga, maka kelak dia yakin bisa memiliki merek sendiri.

Kalau ada komplain beda gambar dangan barang. Menurut Shinta, sudah diminimalisir dengan sudah dia survei dulu, namun ya namanya manusia beda dikit meski masih bagus dikomplain juga. Jika terjadi itu maka dengan legowo Shinta meminta maaf sebesar- besarnya.

Bahkan dia kasih voucher diskon pembelia berikutnya. Di sisi lain, tidak sedikit pembeli puas, makan tidak segan mengupload selfie dengan produknya dan ditag ke dia. Untuk kedepan mau apa lagi, Shinta sudah punya rencana yakni membuat baju dan sepatu mereknya sendiri dimana bertahap sudah dimulai.

Untuk sementara dia mau fokus belajar lebih banyak. Terutama soal manajemen dan marketingnya, Shinta inginkan sistem yang lebih rapih dari bisnisnya sekarang seperti ketentuan reseller dari dia. Saran dari Shinta kalau mau bisnis cobalah mencari target pasar, survei pasar, dan dipikirkan dulu apa produknya.

Artikel Terbaru Kami