Minggu, 09 April 2017

Mantan Pecandu Narkoba Sukses Wirausaha

Profil Pengusaha Khalil Rafati 


 
Hampir mati karena heroin, sembilan kali nyawanya hampir hilang, kini Khalil Rafati seorang pengusaha miliarder. Hampir setengah abad dia adalah pecandu narkoba. Dokte mencoba menyelamatkan dia sampai sembilan kali. Tahun 2003, dia kecanduan narkoba, dimana berat badanya turun drastis kurus kering.

Ia seorang pemimpi sejak dulu. Rafati ingin menjadi bintang film. Bukannya sukses, dia malahan tidur di emperan toko sampai tinggal menjadi tukang cuci. Dia jadi tukang cuci mobil selebriti Hollywood. Dia mulai berkenalan dengan heroin, hingga menjadi pecandu, dia ditangkap kemudian direhab begitu terus.

Rafati seolah sadar ketika sembilan kali hampir mati. Apakah sudah saatnya bertobat. Empat bulann rehab dia mulai berpikir masa depan. Setelah keluar dinyatakan bersih baik tubuh dan pikiran, dia mencoba hidup sehat.

"Jutaan orang datang ke sini (Amerika), seperti halnya saya lakukan, untuk jadi kaya dan terkenal," ujar pria 42 tahun ini. "Dimana mimpi mereka hancur berkeping, jadi mudahlah mereka menjadi pemabuk dan jadi pecandu narkoba."

Narkoba berbahaya


"Saya benar- benar merusak semua... Saya selalu merasakan sakit sekali tidak bisa tidur," kenangnya.

Tidak mudah sembuh. Butuh sembilan kali hampir mati untuk menyadarkan Rafati untuk hidup kembali. Ia kemudian mencoba membantu orang lain. Awal usaha dimulai dia membuka tempat rehabilitas pecandu narkoba Riviera Recovery Rehab.

Dia menemukan resep sehat. Rafati mulai memblender jus dicampur dengan aneka bahan lain. Jadilah jus herbal buat membersihkan diri dari pengaruh narkoba. Orang akan membayar $10.000 untuk kembali ke jalan yang benar -dia mulai menyadari bahwa dia sedang mencapai sesuatu.

Dia mulai membangun Sunlife Organic pada 2011. Dimana dia membuka toko pertamanya di Malibu. Dia sekarang punya enam bar dan 200 orang staf tersebar di California. Memprediksi kesuksesan tidak mudah apalagi dia pernah melihat keterpurukan lebih dari siapapun -tanpa uang dan terjebak rasa sakitnya candu.

Sukses Rafati membuatnya kaya. Tetapi itu bukan intinya, karena dia telah kembali ke sosok pria baik yang seharusnya sebelum kecanduan. Terkadang dia menangis ketika membaca ulasan orang terhadap bisnisnya di Amazon.

Tekanan kecanduan memang begitu kuat di fisik, apalagi di mental, semua orang tau betapa susahnya buat kembali ke jalan yang benar. Tetapi baginya tidak ada yang tidak mudah. Selama kita berpikir positif bahwa kita mampu. Kita harus mencintai hal mudah dulu. Karena alkohol dan narkoba adalah hal rumit dijalani.

"Kita terlalu sensitif dan kita berpikir bahwa kita sangat pintar dan rumit."

Dia menyebut mereka pecandu tengah sakit. Mereka menghancurkan diri sendiri. Bahkan tegas dia bicara bahwa kita jangan mengasihini mereka -memberi mereka uang untuk mencandu. Terkadang menurutnya mereka butuh rasa sakit penderitaan dulu.

Rafati sendiri termasuk orang yang menolak hukuman mati. Dia berpikir orang meresa tidak mampu buat menghentikan mereka -padahal lebih mudah untuk meyakinkan pecandu. Bertanggung jawab atas diri kita sendiri adalah beban dimana orang lain terkadang tidak mau tau.

Dia menuliskan kisahnya dalam sebuah buku. Banyak orang yang terselamatkan karena buku yang berjudul I forgot to Die atau yang berarti Aku Lupa untuk Mati.

Bisnis sukses


Keuntungan diraih bisnisnya $6 juta, dimana sudah termasuk bisnis bar, penjualan pakaian, dan melalui itu semua untuk membuka cabang ke 16 dan masuk ke Jepang.

Kesuksesan Rafati membawa keberuntungan besar. Dulunya tinggal di jalanan, sekarang dia berpergian naik jet pribadi. Jika dipikira kisahnya bisa menjadi film Holywood ya. Kelahiran Ohio, bagian baranya Amerika, dia merupakan keturunan ibu yahudi dan ayah islam.

Kehidupannya rumit dimana dia terpaksa drop out. Dia meninggalkan sekolah tanpa punya ijasah. Tidak kualifikasi untuk apapun. Dia ditangkap untuk kasus perusakan fasilitas umum dan mencuri. Tahun 1992, ia pindah ke Los Angles, dimana mimpinya menjadi bintang.

Ketika kehidupan aktingnya tidak berjalan. Rafati mulai menjadi musisin di band lokal, hingga menjadi tukang cuci mobil selebriti, seperti Elizabeth Taylor, Jeff Bridges, dan gitaris utama Guns N' Roses, Slash. Akan tetapi, dia terjebak dunia narkoba, dimana hidupnya malah lepas kendali tidak tentu arah.

Dia tinggal di dalam kardus. Dan untuk memenuhi candunga, ujungnya Rafati malah menjadi bandarnya. Ia sering overdosis hampir mati. Sudah kapok narkoba, dia lantas bekerja sembarangan, pokoknya bekerja apapun untuk membuatnya tetap sibuk.

Kemudian dia bekerja untuk dua tempat rehab narkoba, menjaga anjing dan menjadi tukang kebun. "Saya akhirnya bisa menyimpan uang," kenangnya. "Saya bekerja keras, tujuh hari seminggu, 16 jam seharinya."

Obsesinya akan berhenti narkoba membuatnya hidup sehat. Ketika dia bertemu seorang teman di Ohio, yang memberinya resep minuman herbal, Rafati mulai terobsesi membuat jus penyembuhnya sendiri. Dia layaknya seorang hippie yang belajar vitamin, makanan organik, makanan sehat penyembuh penyakit.

Awalnya dia lakukan agar membuat diri sendiri sehat. Tahun 2007, dia menyewa tempat, membuka usaha sendiri Riviera Recovery dimana klien akan membayar $10.000 untuk direhab sampai sembuh. "

Bagi kamu yang menjadi penghuni rehab akan diberi minuman Wolverine -campuran sari bunga, royal jelly, bubuk maca, dan pisang. Kemudian reputasi minuman tersebut malah lebih ternama dari nama bisnis itu sendiri. Lebih terkenal dibanding tempatnya disajikan, alhasil dia menyadari kebutuhan masyarakat.

Dia menyadari bahwa kebutuhan akan minuman itu, bukan tempat rehabnya. Tahun 2011, dia mendirikan perusahaan bernama Sunlife Organics, bersama teman dan pacar terakhirnya. Dengan menggunakan bekal tabungan bisnis barunya berdiri, dimana penjualan tahun pertama adalah $1 juta.

Di overdosis ke 8, dia sedang berada di dalam kamarnya di Malibu, yang mana paremedis datang cepat dan mampu membawanya hidup kembali. Ke 9 ceritanya dia benar- benar hampir mati karena dia terjebak di dalam ruangan. Waktu itu dia tengah asik menikmati heroin di kamar mandi ketika perampok masuk ke rumah.

Tahun 2003 dia dikirim ke penjara Los Angles. Dia telah mencapai dasarnya dasar. Sudah tidak ada jalan pintas digali. Dan sialnya semua skop dibawanya rusak. Dia kemudian bangkit mengatasi penyakitnya. Dia bertekat untuk hidup sehat dan memperbaiki kemiskinannya.

Seorang teman kemudian memperkenalkan jus super. Inilah minuman Wolverine yang memberika gairah baru buat penyakit kecanduan. Menjadi miskin itu sangat brutal. Apalagi kalau kamu adalah pecandu yang sangat parah tanpa uang. Justru jus super tersebut dicari orang tidak cuma buat mereka yang kecanduan.

Dimana mereka bukan bagian dari pelanggan bisnisnya. Lalu lahirlah Sunlife Organic yang memiliki moto yaitu cinta, sembuh dan menginspirasi. Sekarang bisnisnya menjual 12 jenis, minuman protein, dan masih banyak lagi.

Artikel Terbaru Kami