Kamis, 13 April 2017

Pembuat Patung Lilin Hingga Replika Makanan Eki

Profil Pengusaha Eki Puji Lestari 


 
Kesempatan bisnis selalu terbuka. Terutama bagi mereka yang peka. Kesempatan tidak datang dua kali dan moment indah harus diabadikan. Jadi Eki Puji Lestari mencoba menggabungkan kedua idenya. Lahirlah ide bisnis souvenir pernikahan tetapi tidak mau sama dengan orang lain.

Sekitar beberapa tahun silam, Eki dan calon suami tengah kebingungan soal apa souvenir bisa diberikan, apa yang bisa membuat teman, kerabat, dan rekan kerja mengingat. Inilah ide bisnis muncul dibenak Eki seketika. Bukannya mencari toko souvenir pernikahan malah Eki memutuskan membuat sendiri.

Idenya bagaimana membuat lilin dalam gelas. Nanti, lilin- lilin tersebut diberikan kepada para tamu buat dibawa pulang. Tidak disangka tanggapan begitu baik. Banyak orang mulai menanyakan dimana sih Eki membeli souvenir tersebut. Perempuan asli Solo, Jawa Tengah, itu kemudian menunjukan si pembuat.

Ide bukan sembarangan ide bisnis. Dia mengekspolari bentuk lilin. Bentuk lilin tidak sama dengan lilin yang dijual dipasaran. Dia membayangkan hobinya sendiri. "Kebetulan saya hobi jajan dan makan kue," ia melanjutkan. Jadilah bentuk lilin buatan Eki berbentuk aneka makanan enak di mata tetapi tidak di lidah.

Ia berpikir kan kue jaman sekarang lucu- lucu. Dia lalu membuat bentuk berdasarkan itu. Pemilik Griya Lilin Solo tersebut mengatakan memang butuh waktu. Tahapan pembuatan lilin lebih rumit dibanding lilin biasa. Pertama dia menggunakan adonan lilin yang dilelehkan sampai cair.

Lalu dicampur, kemudian dicetak menjadi berbagai bentuk, untuk selanjutnya dibentuk aneka makanan. Seperti cupcake, milkshake, es krim, rainbow cake, serta aneka kuliner lainnya. Eki benar detail hingga ia bisa membuat semirip mungkin aslinya.

Ia juga tidak berpuas diri. Lewat tangan kreatifnya, dia menciptakan lilin aroma terapi berbentuk makanan, mulai dari aroma framboze, melati, teh hijau, kayu manis, mawar, cengkeh, lavender, dll. Dimana calon pembeli mereka calon pengantin. Ternyata target pasar Eki kena berhasil meraih apa yang diincar selama ini.

Bisnis sendiri


Selepas menikah, Eki tidak langsung menggeluti bisnis lilin makanan, dia sempat bekerja pada perusahaan. Namun karena sering diprotes anaknya, Arlinda Yasmin Australia, dia mengubah rencana hidupnya dan jadi pengusaha merupakan pilihan.

Kenapa sang anak protes karena tidak ada waktu. Wanita 39 tahun ini sering pulang sore hingga malam. Ia memang sudah penat bekerja di garmen. Mulai dia merintis ulang usaha lilin dulu. Dalam merintis bisnis Eki punya startegi berproduksi sedikit dulu. Dari patung lilin sampai lilin aroma terapi dibuat oleh Eki sekarang.

Usaha dari istri Widi Nur Susanto ini, mampu meraup untung sampai puluhan juta. Dengan harga jualnya bervariasi antara 3 ribu- 15 ribu. Kalau mau bikin yang spesial, bisa pesan satu set replika makanan, yang dia bandrol Rp.700.000 per- set.

Sukses Eki membawanya tidak cuma dikalangan masyarakat. Kalangan pengusaha makanan juga percaya akan kemampuannya. Mereka biasanya minta dibuatkan replika menu mereka. Skalanya 1:1 dimana itu lantas dipasang di restoran mereka.

Lewat bisnis dia menjadi penggerak ibu- ibu sekitar. "Saya memilih hias karena waktu itu memang masih sedikit yang memproduksi," ujarnya.

Artikel Terbaru Kami