Kamis, 27 April 2017

Pengusaha Muda yang Pernah Dibully di Sekolah

Profil Pengusaha Dyah Ayu Mrameswaringitiya Zulkarnaen 


 
Karena berjualan es, gadis 17 tahun ini dibully teman- temanya, tetapi Ayu membuktikan dibalik kerja keras ditambah inovasi. Gadis muda ini mampu mengantungi omzet Rp.50 juta. Nama lengkapnya cukup panjang Dyah Ayu Prameswariningtiyas Zulkarnaen, atau akrab disapa Ayu mampu membuktikan dia bisa.

Warga Desa Jenggawah, Jember, membuktikan bahwa minuman es menghasilkan hasil jutaan. Memang sih sebagai awalan Ayu harus menanggung tatapan sinis. Terutama dari teman- teman yang melihat Ayu asik sendiri mengelola minuman bernama Kampez tersebut.

Diajari bisnis


Di kelas 3 SD, Ayu sudah diberi pemahaman tentang entrepreneurship. Kedua orang tua Ayu memberikan pemahaman tentang asiknya mencari uang. Lewat pemahaman tersebut Ayu kecil mulai berjualan kecil- kecilan. Jualan aksesoris, gambar vektor, serta kaos pernah ditekuni Ayu, yang notabennya bocah ingusan.

"Dari situs, saya merasa kalau passion saya adalah berbisnis," ujarnya. Ia sendiri terinspirasi kisah sang kakek.

Menurut Ayu, kakeknya dulu hidup miskin, berkat jiwa entrepreneurship dia membuka usaha sate sendiri. Ia kemudian dikenala sebagai pengusaha sate kambing Jember. Masuk kelas 2 SMA, dia masih senangnya jalan- jalan wisata kuliner, di Malang dia menemukan ilham ingin membuka usaha apa cepat sukses.

Ayu melihat ke Jember kemungkinan apa dibisniskan. Bisnis kafe dan bisnis minuman tengah naik daun di Jember. Dia ingin menggabungkan keduanya bisnis kafe minuman. Dua unsur coba digabungkan, untung dia sudah punya modal tempat jualan.

Sebagai awalan bisnis minuman, Ayu memilih minuman aneka jus buah, alasanya tidak cuma karena murah loh. Tetapi dia sadar bahwa jus buah tidak akang lekang. Berjalan waktu dan melihat trend di Jember dia mulai jualan cappuccino cincau. Meski sudah tidak lagi trend ternyata Ayu bisa bertahan berkat inovasi.

Ayu sebenarnya lahir dari keluarga sukses. Mama Ayu merupakan guru berprestasi yang sudah berkeliling ke luar negeri. Karena Mama Ayu adalah guru, tetapi anaknya malah jualan minuman, inilah yang teman- teman bully, banyak sindirian bahkan ejekan terutama dari orang tua teman- temannya.

Beberapa membandingkan Ayu dengan anaknya sendiri, atau anak lain. Namun Ayu tetap semangat terus mengerjaan bisnis es Kampez. Prinsip dia adalah ingin menentukan jalan sendiri, tidak menjadi pengikut anak- anak lainnya. Dia sadar bahwa perjalanan entrepreneur tidak akan mudah pada saat itu.

Tujuan tetap yakni membangun bisnis sendiri. Dari nol sudah menyadari bahwa dirinya pasti disepelekan. Apalagi kalau dilihat dari segi umur, dia masih dianggap orang anak bau kencur. "Saya tetap tersenyum dan anggap itu penyemangat saja."

Promosi terus


Melalui fanspage, Twitter pribadi, Instagram pribadinya. Dia juga menelphon saudara- saudaranya. Dia juga promosikan ke guru- guru mengajarnya. Nekat, dia teriak- teriak memberitahu teman- temanya, bahwa dia membuka usaha minuman ketika upacara bendera.

Kontan hal tersebut justru memperparah bully. Tetapi Ayu tetap santai, waktu itu bisnisnya baru hari ketiga pembukaan kafe kecilnya. Banyak anak mengejek, tetapi ujungnya mereka penasaran dan malah menjadi pelanggan Kampez. "Semua minuman saya laris terjual," ujarnya.

Minuman paling banyak dicari ialah aneka varian jus buah. Ambil contoh jus alpukat Kampez pernah bisa habis 2kg semalam. Ayu terharu karena record tersebut. Mayoritas pembeli merupakan masyarakat asli Jember. Adapula orang luar Jember, orang luar kota ketika musim mudik tiba karena tempatnya strategis.

Tempatnya di alun- alun Jenggawah, Jember, dimana banyak orang lalu- lalang. Konsumen paling banyak datang dari anak muda. Dia memang merupakan target pasa Ayu dari awal. Tetapi juga tidak menolak ada kumpulan- kumpulan, beberapa komunitas, yang asik menikmati sambil arisan atau melepas penat saja.

Sulitnya bisnis minuman es terutama ketika musim hujan. Otomatis bisnis Ayu turun omzetnya. Untuk itu Ayu mulai melebarkan bisnisnya. Ekspansi Ayu lewat Kampez Nyemil. Yakni bisnis makanan camilan buat pendamping. Bisnis barunya dibuka dua bulan setelah bisnis Kampez berjalan mapan.

Warung semakin ramai ketika ia meluncurkan aneka camilan. Jadilah Kampez tempat nongkrong asik buat anak muda. Kesulitan lainnya? Sulitnya mendapatkan buah, dimana buah harus cepat habis atau akan busuk. Buah juga merupakan buah pilihan segar dipilih yang terbaik. Evaluasi stok dilakukan berkala agar tidak menumpuk.

Ia selalu mengevaluasi setiap produk. Dicari mana paling lari, diurutkan dari yang terlaris, gunanya agar bisa mengatur stok. Bagaimana stok masuk dan keluar efisien menghasilkan untung. Tujuan lainnya adalah buat menentukan strategi lain, mencari startegi terbaik agar pengeluaran dan pemasukan benar hitungan.

Masalah berbisnis


Komplain tentang bisnisnya juga pernah. Pelanggan pernah tidak puas dengan layanan Ayu, mulai dari kembalian yang lupa, minuman yang lupa diberi gula atau susu, hingga buah rusak atau busuk hingga satu ruangan menjadi bau. Tetapi dia tetap ikhlas karena dia yakin bahwa bisnisnya akan sukses suatu saat nanti.

Manajeman sama sekali tidak dipegang Ayu. Awal membuka, Ayu seadanya, bisnis cuma bermodalkan passion akan entrepreneurship dan sekarang sudah punya karyawan sendiri. Banyak kesulitan dianggapnya tanda kesuksesan. Dia berharap kegagalannya bisa menjadi inspirasi buat pengusaha muda lainnya berjuang.

Baginya bisnis tidak harus rumit. Buktinya bisnis gampang seperti jus buah menghasilkan puluhan juta. Ia menyebutkan yang penting jangan berhenti belajar. Kamu bisa tetap bersekolah sambil berwirausaha. Dia juga mengingatkan bahwa inovasi yang utama di bisnis gampang ini.

Orang banyak menyebut rasa jusnya beda. Dia sendiri tidak menyebut apa rahasianya. Yang pasti kita patut mencontoh dia karena menghasilkan puluhan juta karena inovasi. Menurutnya ada kunci sukses lainnya, karena dia melihat bisnis dari sudut beda yakni bisnis di kampung, justru lebih gampang peluangnya nanti.

Menurutnya wirausaha sekarang intinya membangun relasi. Dia mendapatkan banyak teman berkat bisnis. Dia juga tidak segan membagi ilmu. Disisi lain, dia bertemu mentor pengusaha lainnya yang sangat bisa membantu bisnis sekarang, atau kelak. Kelak dia akan membuka cabang lagi masi disekitaran Jember juga.

Dia senang karena bisa membantu memberi lapangan pekerjaan. Ayu ingin mengembangkan bisnisnya jadi kafe besar. Buat kamu yang berbisnis, jangan langsung patah semangat ya, harus punya mental kuat, harus ada niat kuat, entrepreneur harus berani ambil resiko tetapi jangan lupa belajar dari setiap masalah dan kegagalan.

Artikel Terbaru Kami