Kamis, 20 April 2017

Bako Cinta Bakso Berbentuk Hati Solo

Profil Pengusaha Ihsan Jamaludin



Mungkin bagi beberapa orang, bakso hanyalah daging sapi yang dicamput tepung tapioka. Sekedar bola gumpalan lezat di lidah. Memang sangat populer dan banyak sudah pengusaha sukses. Mereka tetap bisa sukses meskipun mengambil ceruk yang sempit. Mereguk keuntungan dalam- dalam berkat aneka inovasi.

Disetiap daerah Indonesia pasti ada bakso. Dari mulai jualan gerobak keliling, warung pinggir jalan, juga sampai restoran mahal menyuguhkan bakso. Pengusaha bakso kali ini memanfaatkan kepopuler bakso lewat bentuk hati.

Bisnis waralaba


Banyaka pewaralaba menjajal bisnis bakso. Tidak sedikit untung- untungan, mereka mengandalkan bentuk unik selain cita rasa. Contoh Ihsan Jamaludin pengusaha bakso yang mulai awal 2010. Dimana inspirasi bakso berbentuk hatinya dari sebuah film Indonesia.

Bakso Cinta Kartasura buka setahun sudah banyak peminat. Mereka ingin menjadi mitra bisnis Ihsan lewat bisnis waralaba. Ihsan lantas menanggapi hal tersebut. Selektif Ihsan sudah memiliki tiga cabang waralaba Bakso Cinta Kartasura Solo. Bahkan salah satu calon datang dari Bangka Belitung, namun belum bisa terpenuhi.

Alasannya karena mahal biaya ongkos pengiriman bahan. Ditambah sulit mendapatkan bahan baku. Lantas rencana tersebut ditunda sementara. Ya karena bisnis Ihsan bukan sembarangan bakso berbentuk hati. Dari cita rasa sendiri sudah dikhaskan oleh Ihsan. Jadi soal cita rasa bumbu kaldu sapi tidak boleh sembarangan saja.

Keunggulan bukan sekedar pada bentuk hati. Menggunakan kaldu sapi asli serta racikan sendiri, Ihsan bisa meyakinkan bahwa baksonya bukan sekedar bantuk hati. Bakso Cinta Kartasura adalah bakso dengan tiga menu khas: Bakso cinta anak, bakso cinta remaja, dan bakso cinta keluarga.

Beda porsi dan beda harga. Bakso cinta anak harganya Rp.3.000 per- porsi, bakso cinta remaja Rp.5000, dan bakso cinta keluarga Rp.6.500. Sebagai tambahan, tidak lupa Ihsan berkreasi lagi, yaitu bakso tahu cinta, tempe goreng, dan telur puyuh , yang diberinya nama menu lophe- lophe.

Ihsan menawarkan paket investasi Rp.30 juta. Rincian Rp.15 juta buat biaya waralaba, perlengkapan, ada rombong, dandang bakso dan mie, kompor, blender, desain interior, sudah termasuk media promosi yang nilainya Rp.15 juta.

Ihsan juga memberikan pelatihan meracik bumbu. Sudah termasuk SOP disiapkan buat mitra bisnis Ihsan. Manariknya bahan baku utama tidak wajib dibeli dari pusat. Ihsan juga tidak mengutip biaya royalti. Dia mengatakan lahan ideal bisnisnya 6x6 meter. Dimana gerainya mampu dikunjungi setidaknya 300 orang.

"Kenyamanan pengunjung harus diperhatikan," ujarnya. Omzet penjualan menurut perhitungannya bisa diraih mitra adalah Rp.800.000 per- hari. Kalau akhir pekan bisa naik dua kali lipat kan. Dalam lima bulan ia yakini mitra bisa balik modal.

Bagi mereka yang meragukan Bakso Cinta Kartasura sebagai waralab. Ihsan mencontohkan Ali Syahroni yang baru satu bulan bergabung. Sudah mampu meraih omzet Rp.500 ribu dari janji Ihsan Rp.800 ribu per- harinya. Meskipun meleset setidaknya pendapatan Ali sudah pasti ke depannya bersama Bako Cinta.

Artikel Terbaru Kami