Jumat, 10 Maret 2017

Kisah Pengusaha Real Estate Dulunya Tukang Pel

Profil Pengusaha Sidney Torres IV



Siapa seorang Sidney Torres, perjalanan bisnis panjang hingga membawanya di puncak sekarang. Mantan office boy ini kemudian menceritakan rahasia suksesnya. Bagaimana dia bisa menjadi seorang pengusaha dengan banyak bisnis, berawal sebuah perusahaan pengolahan sampah sampai menjadi developer rumah.

Dia mulai dengan menjadi tukang kayu. Torres mulai bekerja dari tingkatan paling bawah. Seperti halnya membetulkan atap rumah. Pekerjaan borongan untuk perusahaan pengembang. Dia juga bekerja menjadi tukang pel lantai, lantas menjadi tukang bersih jendela rumah baru yang akan dijual.

Lama- lama Torres ingin membeli rumah sendiri. Tidak besar kok, cuma rumah kelas menengah yang ia ternyata tidak sanggup beli. Akhirnya dia pulang ke rumah neneknya. Disana, ketika dia mulai curhat akan masalahnya, justru nenek memberikan tantangan 60 hari.
 
Dia bertanya apakah nenek bisa bantu. Sang nenek menjawab akan membantunya. Menyelesaikan masalah asalkan Torres berpikir dulu 60 hari sampai 90 hari. Tentang mimpinya tentang apakah dia masih tetap kepada keputusan awal. 

"Aku akan setuju dan membantu kamu mendapatkan rumah pertama kamu," ujar Torres menirukan nenek.

Bermodal $40.000 hutang oleh sang nenek, bukan membeli rumah pertamanya, dia malah merenovasi rumah sang nenek. Berjalannya waktu, dia juga menemukan cara mendapatkan uang sendiri. Yaitu Torres menemukan perusahaan daur ulang sampah.

Oleh masyarakat New Orleans, Torres lantas dijuluki Raja Sampah, dikenal akan inovasinya memberi bau harum lemon ke produk olahanya. Tidak berhenti disana, dia kemudian menemukan aplikasi smartphone anti- kejahatan di New Orleans.

Detailnya di tahun 2011, dia menjual bisnis daur ulang sampah, dengan uang tersebut dijadikan bisnis lain yakni mengembangkan resort di Bahama. Torres kemudian merubah sebuah rumah kuno dijadikan satu tempat yang menarik turis. Dia memang dikenal sebagai sosok social- entrepreneur dibanding lainnya.

Bisnis real estate


Kelebihan Torres adalah mampu mengajak orang lain. Membangun komunitas, mampu membangunya dia bahkan mampu membangun bisnis real estate lewat situ. Dia membangun rumah kuno, dibelinya lalu dia renovasi. Ambil contoh sebuah rumah singgah yang berdiri sejak 1999, dirubah menjadi hotel 150 kamar.

Dalam jangka waktu 15 tahun terakhir, dia mampu menggandakan portfolio real estatenya mencapai nilai $250 juta, dimana dia fokus membuat klien bahagia. Tahun 2012, dia membeli sebuah resort mewah di Bahama dengan $50 juta, dan membangun 75 vila, dua restoran, dan 40 acre tanah properti lagi di 2013.

Ketika ditanya CNBC: Rahasianya di bidang real estate adalah soal membeli, bukan di menjual. Banyak orang mengira dia akan merenovasi rumah. Kemudian Torres akan menjualnya dengan harga lebih mahal. Banyak orang mengira bahwa dia membuat uang lewat cara tersebut.

Menurutnya membeli rumah, paling baik ialah ketika menemukan lingkungan. Baru kamu harus menego akan harga. Bagaimana menemukan harga yang pantas. Selanjutnya "bang" kamu akan membuat uang lebih banyak. Untuk mencari titik suksesnya butuh mencari- cari tau dahulu, tanya banyak orang tentang tempat itu.

Mungkin kamu akan lebih nyaman bermain menjual. Membeli rumah tanpa tentang lingkungan. Cukup itu strategis kemudian diolah direnovasi ulang. Sayangnya ketika kamu akan merenovasi, terkadang kamu harus membayar lebih sedikit banyak, alhasil terkadang orang akan salah posisi ketika akan menjualnya.

Ketika kejadian Badai Katerin, dia ikutan membantu, dimana banyak rumah hancur dan tentu New Orleans menjadi tumpukan reruntuhan. Dia membawa banyak peralatan, menandatangi kontrak kerja, dan mulai bekerja buat membantu membangun mengolah sampah dari New Orleans.

Torrens memang lebih suka membangun komunitas. Meskipun berbisnis, dia tidak fokus mengejar uang, ia bahkan membagikan uangnya lewat perusahaan investasi. Dia berharap mampu membantu lebih banyak pengusaha. Lewat IV Capital mencoba menolong pengusaha dari hutang bank lewat $20 juat uang modal.

Dia mengajak 22.000 siswa, agar menjadi agen perubahan ekonomi, menjadi suka membaca, dan selalu belajar dari pengalaman. Ketika terjadi gempa Haiti, dia suka rela menurunkan tiga pesawat kargo dengan obat- obatan senilai $300.000.

Artikel Terbaru Kami