Selasa, 14 Maret 2017

Jualan Sabun Miliaran Rupiah Sugiharto

Profil Pengusaha Sugiharto 


 
Sugiharto dikenal memiliki kreatifitas berwirausaha. Hal tersebut sudah diakui berbagai pewarta nasional. Ia memiliki kemampuan mengelola unit- unit bisnis. Dari sana pundi- pundi uang berkumpul lewat sistem manajemen khas. Inilah keunggulan Sugiharto yang layak dipanggil entrepreneur -nya Indonesia.

Produk dia meliputi sabun cuci piring, sabun tangan, kemudian pembersih lantai buat gedung. Dimana dia mampu memproduksi produk material sendiri. Memang bisnis dijalankan Sugiharto sudah dikuasai oleh pebisnis besar. Namun dirinya tidak gentar dan terus mengembangkan aneka produk.

Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) ini, menggunakan keunggulan sendiri untuk memasuki pasaran yang ketat pemain besar. "Saya ini bukan siapa- siapa karena belum tergolong pengusaha sukses," ujarnya, yang mengaku tengah semangat- semangatnya mengembangkan usaha.

Dia berani bermain harga. Lebih murah bukan masalah, karena baginya sudah menguasai proses pembuatan dari mendasar. Bahan baku dia bisa ciptakan sendiri. Kalau ia mengibaratkan perusahaan besar seperti penjual bakso, maka hanya bisa mengumpulkan bahan dari supermarket.

Adapula yang membeli langsung kuah bakso, dan mie nya sudah siap di pasar, kadanga bumbunya dibuat dari bahan bumbu mie instan. Intinya perusahaan besar tidak jarang hanya peramu. Sedangkan dia mampu menciptakan bahan paling dasar. Efisiensi tersebut mampu membuatnya berani menjual lebih murah.

Nilai produksi ditekan sedemikian mungkin. Dibanding perusahaan sekala besar yang memilih membeli bahan setengah jadi buat diolah lagi. Sugiharto pemilik CV Big's Image, baginya bisnis adalah bagaimana membangun value of chains barulah bisnis akan menguntungkan.

Bisnis baru


Bisa dibilang berbisnis consumer's good adalah hal baru. Namun menurut Sugiharto justru di sini, market bisa sampai ke mana- mana. Walaupun terkendala ijin, produknya masih mampu memasuki pasar, karena memang tidak menyangkut makanan. Meskipun produk premium diarahkan dia masuk ke pasar menengah bawah.

Tetapi bukan juga melulu fokus ke konsumen ruma tangga. Variasi pasar dilakukan Sugiharto agar bisa jadi produsen kelas besar nantinya. Bayangkan menurut analisanya perusahaan besar di bisnis ini mampu mengantungi omzet sampai Rp.22 triliun per- tahun.

Ia juga menyasar kebutuah hotel, perkantoran, restoran, atau kafe. Mulai berhubungan dengan prosesing makanan juga ke layanan kesehatan. Untuk keperluan rumah tangga sudah ada brand sendiri yakni Fresho. Dan untuk keperluan jumlah besar atau korporasi, dia menggunakan nama brand Ecotech.

Dia berkisah awal usaha memang mengeluarkan biaya investasi tinggi. Tetapi tidak setinggi dikeluarkan oleh perusahaan mapan. Dia mengaku mengeluarkan Rp.1,2 triliun. Efisiensi tinggi karena dia sendiri yang menciptakan teknologi prosesing. Bisnis lain dijalankan oleh Sugiharto adalah bisnis marketing suport.

Yakni semacam menjadi partner pengembangan bisnis perusahaan lain. Dia menawarkan ide segar kepada mereka. Ide tidak melulu dari dirinya, tetapi bisa diproses ketika bertemu klien nanti. Sugiharto juga akan mengeksekusi ide tersebut untuk perusahaan- perusahaan terkait.

Peraih S-2 Manajemen Internasional Universitas Grenoble, Prancis, ini masih juga memiliki bisnis lain yakni bisnis alat peraga pendidikan Sonic System. Sebuah sistem untuk mengajar anak di usia dini. Dia lebih menjelaskan lagi bagaimana alat tersebut membantu anak belajar bahasa asing sampai fasih.

Anak akan belajar sampai ke logat Inggri fasih. Untuk produk pembersih Sugiharto memang belum begitu dikenal masyarakat sekarang. Dia percaya diri mampu memasuki pasar nasional.

Sebagai pemula cara berbisnis Sugiharto memang sudah cermat. Sugiharto memang masih enggan buat dipanggil sebagai wirausahawan sukses. Dia belum memberikan kontribusi besar bagi masyarakat. Dari segi produksi, penyerapan pasar, serta bagaimana bisa mempekerjakan banyak orang lewat bisnis ini.

Sugiharto berharap pengusaha lain akan lebih banyak. Dan pemerintah mampu mendukung tumbuhnya para pengusaha baru. Bagaimana masa depan Indonesia tergantung kesempatan yang diberkan pemerintah. Dia yakin termasuk dirinya akan mampu membuka lapangan pekerjaan baru.

Artikel Terbaru Kami