Senin, 20 Maret 2017

Membuat Popeye Restoran Cepat Saji Spesial

Profil Pengusaha Benny Hadisurjo 




Hidupnya tidak jauh dari kewirausahaan. Benny Hadisurjo merupakan putra pemilik restoran Satay House. Dan dia juga ingin menekuni bisnis restoran. Lulusan MBA dari universitas asal paman sam, Benny tengah mencoba kesuksesan lewat bisnis dibawah naungan PT. Popindo Selera Prima -pemegang paten waralaba Popeye.

Pria 35 tahun ini memang sudah khatam akan bisnis restoran. Kehidupan restoran merupakan tempat dia tumbuh kembang semenjak kecil. Kedua orang tuanya merupakan pasangan pengusaha asal Kudus. Yang hijrah ke Jakarta pada 28 tahun lalu, dimana mereka membuka usaha apotek dan restoran.

Pasangan Hadisurjo yang memiliki dua bisnis. Rumah kecil mereka dibagi dua satu tempat tinggal sisanya jadi restoran. Tidak habis akal sebelah rumah disulap menjadi apotek. Anak kedua dari tiga bersaudara ini ditugaskan membuka pintu restoran. "Samua saya lakukan di luar waktu sekolah," kenang Benny.

"Rasanya senang sekali, saya bisa membantu mama, meskipun tugasnya ringan," ujar Benny, mengenang bagaimana dirinya membantu bisnis keluarga.

Apa rahasia sukses bisnis keluarga Hadisurjo. Benny lantas menjelaskan bahwa semua berkat hobi. Apa yang mereka lakukan selaras dengan hobi mereka jalan- jalan dan makan. Ketemu bisnis restoran mereka mencurahkan cita rasa mereka di bisnis tersebut.

Biasanya sekeluarga akan jalan- jalan ke kota. Disetiap kota, mereka akan mencari makanan trademark asli daerah tersebut. Walaupun letaknya terpencil mereka niatkan. Semua karena rasa ingin tau akan keenakan makanan yang diceritakan orang. Selesai makan tidak begitu saja loh mereka kenyang dan urusan selesai.

Di rumah mereka akan asik membahas tentang cita rasa. Bagaimana ya cara mengolahnya agar seperti rasa mereka tadi rasakan. Inilah keasikan sendiri yang juga dirasakan Benny. Walaupun tidak memilikm bekal pintar masak atau koki, keluarga mereka mampu menciptakan kuliner dengan cita rasa yang khas.

Banyak restoran Satay House berkembang di Jakarta, cabangnya menggoyang lidah masyarakat Jakarta. Ia menambahkan tidak cuma Satay House. Mereka juga pemilik Tam Nak Thai, Kintamani, dan Restoran Seafood Semarang. Kemudian mereka juga dikenal sebagai pemilik Optik Melawai dan Apotik Melawai.

Bisnis sendiri


Benny mencoba membuktikan dirinya. Lewat bisnis restorang yang tidak biasa. Jika kedua orang tuanya dikenal dengan bisnis kuliner khas pasti disukai masyarakat di Jakarta. Maka, melalui PT. Popindo Selera Prima, yakni dengan membuka waralaba Popeye Chicken & Seafood asal Amerika Serikat.

Baginya restoran harus memiliki kekuatan pengalaman. Tidak hanya ikut- ikutan membuat restoran yang sama lagi. Harus menjadi alternatif buat masyarakat penikmat kuliner. Maka sejak Mei tahun lalu, dia lalu mengatakan makanan tidak cuma enak dan sehat, harus ada petulangan rasa.

"...harus ditemukan sesuatu yang khas," papar Benny.

Pemegang master business administration (MBA) dari Boston Collage ini, bersama Arianti Darmawan, menjadikan yang pertama restoran Popeye di Indonesia. Cita rasanya dianggap mewakili petualangan dari makanan.

Masakan mereka memang sudah berkembang sejak 200 tahun silam. Dari New Orleans, dijuliki sebagai Queen of Mississippi yang merupakan masakan campuran Prancis, Spanyol, dan komunitas kulit hitam dari Afrika. Mereka bersama bahu- membahu membangun New Orleans lewat resep masakan khas itu.

Ditangan Benny, Popeye berkembang pesat sampai memiliki sepuluh cabang di Jabodetabek, dan satu lagi di Surabaya. Investasi satu restoran dia berkata Rp.500 juta sampai Rp.1 miliar. Untuk jumlah pengunjung lumayan dalam sehari ada 500 orang. Omzet sendiri setiap cabang punya nilai berbeda- beda tetapi itu lumayan.

Harga makanan tiap gerai antara Rp.3000 sampai Rp.16.000, tinggal dikalikan 500 saja per- hari. Meski kalau di luar Popeye setingkat dibawah KFC, kalau di Indonesia Benny harus mengejar ketinggalan soal branding. Memang nama Popeye belum akrab apalagi kalau bicara tentang fast food dan seafood jadi satu.

Harapan Benny adalah menciptakan brand awareness tersendiri. Jadi beda di mata masyarakat dibanding jika kita bicara fast food asal Amerika lainnya. Kiat sukses Benny adalah menciptakan inovasi menu dari setiap penyajian makanan. Menunya inovatif akan disesuaikan dengan citara rasa negara asalnya sendiri.

Jadilah seperti pakaian yang menyesuaikan keinginan masyarakat. Jadilah fashionable itulah istilah Benny gunakan. Kalau khas Indonesia, Popeye milik Benny akan menonjolkan seafood khas Indonesia. Sesuai dengan konsep Popeye sendiri kan. Akan ada bumbu cajun -bumbu khas Popeye- bercita rasa Indonesia nanti.

Tradisi Popeye berbeda dari fast food lainnya. Makanan dihidangkan berasal dari bahan segar, bumbu yang asli dan halal, dapat dipasatikan ciri khas campuran cita rasanya. Kelebihan Popeye adalah bumbu kuat yang pedas. Disusul dengan suasana jazzy khas anak muda maka Popeye patut diperhitungkan di bisnis ini.

Artikel Terbaru Kami