Minggu, 05 Maret 2017

Boneka Lumut Planter Craft Hasilkan Jutaan Rupiah

Profil Pengusaha Faldi Adisajana 


 
Menjadi pengusaha di bidang agrari memang tujuannya. Faldi Adisajana, merupakan mahasiswa semester 5 Fakultas Pertanian, Jurusan Agrobisnis, Universitas Padjajaran. Berawal dari ide tentang sebuah teknik menanam asal Jepang bernama Kokedama. Ia lantas melihat prospek bisnis apalagi di daerah tropis.

Tanaman yang kadang terlihat menjijikan, karena licin dan lembab, diubahnya menjadi boneka- boneka lucu buat menanam tanaman. Bonek lumut Fadli mengambil lumut hutan maupun lingkungan sekitar. Ia sukses menjadi pelopor media tanam berbentuk bola imut.

Sukses Yotube


Berawal sebuah video You Tube, tentang bagaimana cara menaman lewat Kokedama, Fadli yang kebetulan mahasiswa agrobisnis berkreasi. Tidak mudah loh memulai membuat produk contoh. Untuk proses balajar termasuk belajar dari para petani lumut.

Mereka juga menjadi penyuplai bahan utama produk Faldi juga. Petani lumut lembang, sedangkan buat aksesoris tambahan dibeli awalnya di Nusa Tenggara Timur. Barang prototipe tersebut kemudian dijualnya seharga Rp.50 ribu- 75 ribu.

Jika di Jepang -Koke yang artinya lumut dan Dama yang artinya bola- digunakan sebagai media menanam bonsai. Ditanga Faldi logika dibalik bahwa bisa buat tanaman lainnya. Inilah awal lahirnya bisnis bernama Planter Craft. Uang dikeluarkan Faldi terbilang kecil yakni Rp.200.000 untuk membuat badan.

Selanjutnya, untuk lumut dan tanah, dia akali dulu sebelum membeli ke petani. Produk pertama Faldi itu berbahan lumut hutan gratis dan tanah sekitar rumah. Untuk bahan meliputi tanah, serabut kelapa, kerikil, dan lumut tentunya. Disatukan kemudian dijahit tipis membentuk bonek lucu, imut, bisa ditanami itu.

Tanaman diatasnya adalah akeseoris tambahan. Tinggal kamu tambahin mata aja seperti boneka. Langkah selanjutnya bisa menambahkan kabel sebagai tangan. Tanaman ditanam di atas bonek lumut tersebut juga seperti anggrek, kaktus, tanaman sekulen, kembang goyang atau bonsai sendiri.

Kegunaan benang ada buat merangkai kesemuanya. Dengan cara dibenangkan nantinya merekatkan antara lumut dan medianya. Jika sudah rekat sudah bisa dilepas benangnya. Soal lumut ternyata ada kekhususan sendiri agar sukses. Yakni bahan lumut harus lumut tebal yang memiliki kelembapan tinggi.

Dia juga mendapatkan suplier lumut dari Tangkuban Perahu, Jawa Barat. Untuk bibit tanaman diperoleh dari Lembang. Memakai lumut berarti tanaman akan tumbuh lambat. Tetapi karena sifat lumut yang lembab menyimpan air, alhasil perawatan menjadi lebih ringan jadi memang saling menutupi kelemahan.

Produknya menonjolkan bentuk boneka sebagai faktor utama. Tanaman besar dihargai lebih seperi buat tanaman anggrek di atas lumut, harganya sampai Rp.150- 180 ribuan. Pokoknya semakin mahal tanaman hiasnya maka akan semakin mahal harga jualnya.

Perjalanan bisnis


Sebelum membuka bisnis boneka lumut, Faldi sudah terlebih dulu mengerjakan proyek bisnis lainnya. Ia memang gemar berbisnis apalagi bidang agri. Dia pernah berjualan tanaman Succulent dan Kaktus ditanam di atas  pot kayu. Di saat dipamerkan ke Event Car Free Day Dago, responnya kok tidak sebesar harapan.

Cita- cita awal seorang Faldi adalah desainer. Mangkanya, awal kuliah, ia sempat akan menetap di jurusan Desain Komunikasi ITB, tetapi gagal masuk. Melompat minatnya jatuh kepada agribisnis, tetapi jiwanya dalam berkesenian tetap ada. Jadilah gabungan tiga hal yakni seni, bisnis, dan agribisnis membentuk diri.

"Saya sejak kecil saya suka gambar dan beberapa hal tentang seni," tuturnya kepada Amazingbandung.com.

Kenapa berbisnis karena ingin menyalurkan ilmunya. Karena memang mengambil agrobisnis, mangkanya ya dia berbisnis tanaman hias, alasa lainnya karena suka tanaman hias. Tanaman hias buatan Faldi memakai kayu limbah menjadi bahan tanam.

Bisnis Plantercraft adakah dikorbankan seorang Faldi. Ya dia berkorban waktunya karena memang sewaktu menjalankan bisnis masih kuliah. Apalagi bisnis Plantercraft tengah naik daun. Jadi Faldi tidak mau untuk membuang kesempatan maskipun berpengaruh ke kuliah. Mumpung ada kesempatan nih tetap dilanjutkan bisnisnya.

Dia berpikir kalau dia memilih lulus. Kan kesempatan seperti ini bisa saja tidak terjadi lagi, jadi dia tetap berbisnis bahkan menjajaki masuk pasar ritel. Bayangan seorang Faldi adalah menjadi bisnisnya sampai go internasional. Pelan- pelan skripsi dikerjakan sembari berbisnis dan mengisi aneka acara seminar bisnis.

Sempat diprotes karena bisnisnya dianggap mengotori. Toh pada akhirnya, Faldi mendapatkan dukungan penuh dari keluarga. Apalagi ketika mereka menyadari prospek bisnis tengah dijalankannya. Berawal dari ide iseng kemudian mencoba dipasarkan ke sosial media, eh ternyata tanggapan orang melebihi harapan.

Ketika baru mulai beberapa minggu dengan sedikit foto. Tiba- tiba datang banyak orang dari televisi buat wawancara. Bisnis Faldi boleh dibilang mendapatkan promosi besar gratis. Dari televisi kemudian datang event organizer datang meminta bantuan buat mendekorasi dengan bahan lumut.

"Dekorasi ini saya dibayar Rp.10 juta sekali dekor," terangnya.

Dalam sebulan dia mampu menghasilkan 1000 buah. Dimana produk tersebut sudah dipajang di etalase Carrefur Kota Bandung. Bahkan dia diajak untuk mengikuti pameran ke Thailand dan Korea Selatan. Dia mengatakan produknya kebanyakan dibeli buat souvenir pernikahan.

Mengikuti pameran bisnis hingga berminggu, apa yang didapat adalah pesanan 500- 1000 buah buat untuk souvneri pernikahan. Penjualan yang terus meningkat maka ia mampu mengantungi omzet sampai Rp.50 juta dalam sebulan. Bahkan yang terbaru dia tengah menjajal proyek perpustakaan lumut di atasnya.

Penjualan dilakukan secara langsung, juga melalui online lewat www.plantercraftblog.com, dimana kamu bisa datang ke workshopnya di Jl. Sukagalih No. 58, Keluragan Cipedes, Kecamatan Sukajadi, Jawa Barat. Pemasaran lainnya yakni lewat Instagram Plantercraftbdg.

Perawatan lebih mudah menjadi pilihan orang dengan bisnis ini. Cukup bonekanya direndam air selama 3- 4 menit, oleh karenanya cocok buat media pendidikan anak- anak nih. Tidak berhenti di bisnis, dia juga mulai aktif di materi sosialnya, contohnya mengajak anak- anak belajar membuat boneka tanam lumut ini.

Sisi sosial lainnya, selain mempekerjakan pegawai, juga mengajak anak panti untuk mengerjakan produksi yang kemudian hasilnya disumbahkan. Tidak cuma memberikan uang tetapi juga ilmu pengetahuan. Saran buat pengusaha muda: Mulai lah berbisnis sejak usia dini, kan walaupun gagal masih disuport orang tua.

Artikel Terbaru Kami