Minggu, 26 Maret 2017

Mantan Karyawan Bank Jualan Kue Bolu Juga

Profil Pengusaha Rita Riyani- Rabaiyah



Sempat bangkrut berwirausaha, ide bisnis Rabaiyah ternyata belum mati. Kecanduan membuat bisnis baru membawa wanita 42 tahun ini kembali. Bangkrut di 2008, berhenti selama dua tahun, ia mendadak dapat ide membuka usaha bolu. Cuma karena melihat sang anak mau sekolah di SMK Jurusan Tata Boga.

Anak Rabaiyah nyeletuk tentang membuat usaha bolu. Seketika dia langsung tekuni bermodal tidak besar. Dia mampu menghasilkan omzet 1- 2 kilogram atau 60 buah per- hari. Usaha rumahan dijalankan malah sekarang memproduksi 3.500 per- hari.

Pada 2011 pihak PT. Permodalan Nasional Madani menawarkan modal. Pinjaman senilai Rp.30 juta dia cicil selama 4 bulan. Lalu ada kredit dari PT. Bank Tabungan Pensiunan Nasional. Dia waktu itu tergiur ajakan teman dan mengambil banyak yakni Rp.103 juta.

Bisnis bernama Raditia Bolu Kukus ini berjalan mulus. Dia dibantu delapan orang pekerja. Dimana makin naik daun karena mengikuti aneka pelatihan. Disuport oleh pemerintah daerah, semisal ketika ada ajang pemilihan Walikota Makassar, Rabaiyah mampu berproduksi sampai 40.000 buah per- hari.

Cerita pengusaha lainnya


Lain cerita Rita Riyani, seorang karyawan menjadi pengusaha, dan titik jenuh merupakan alasan dibalik ia memilih berwirausaha. Awalnya dia menyalurkan perasaan jenuh ke memasak. Dari memasak membuat aneka kue hingga bolu kukus. Profesinya adalah karyawan Bank, mendadak dia memilih resign di rumah.

Alhasil dia menjadi pengangguran membuat roti. Karena tidak biasa seharian di rumah, Rita malahan sakit hingga vakum beberapa bulan. Sempat berpikir buat bekerja kembali. Eh, kebetulan ide jualan kue datang, dan akhirnya dia jualan sampai sekarang.

Spesialisasi Rita adalah bolu kukus. Namun, dalam perjalanan dia menyadari tidak mau cuma berjualan itu. Ingin rasanya memberikan cita rasa lain kepada pelanggan. Dia jualan aneka kue sekarang. Hobi bikin kue tidak. Minat berbisnis kue juga tidak ada tuh. Cuma ingin menyalurkan saja titik jenuh lewat berjualan kue.

Ketika terbersit tentang bisnis kue. Rita langsung mencari referensi kue di buku masakan. Mencoba buat sendiri tanpa pengalaman sama sekali. Rita tidak pernah tanya soal kue kepada siapapun. Tidak kepada keluarga ataupun tetangga. Pikirannya tidak ada keluarga yang memiliki latar belakang usaha kue juga.

Wanita kelahiran 12 Juli 1965 ini, lantas mencoba menitipkan kue- kuenya ke berbagai warung. Dari ke warung kemudian dia menjual ke toko- toko kue. "Alhamdulillah, mereka suka kue buatan saya," ia senang sekali. Semangat berbisnis kue semenjak itu semakin tinggi hingga sukses seperti sekarang.

Tidak cuma ke toko sekarang orang datang ke tempat Rita. Orang memesan kue buat dibagikan di acara hajatan, arisan, dan berbagai kesempatan. SekarangRita malah sering kwalahan memenuhi orderan yang datang. Apalagi kalau Lebaran maka dia harus siap- siap lembur dua hari dua malam membuat kue.

Rita juga membuka kios di bursa kue Buahbatu setiap hari. Ibu tiga anak ini mampu membuat 5.000 buah kue dan 100 bolu kukus pelangi sehari. Harga antara Rp.600, Rp.700, dan Rp.800. Kue pelangi dihargai seloyang Rp.25.000. Yang paling ditonjolkan Rita memang aneka bolu khususnya bolu kukus dan pelangi.

Kalau mau pesan lainnya juga melayani seperti aneka pie, pisang aroma.dll. Dimana mayoritas kalau yang datang pesanan perorangan ya aneka snack kardusan. Mempekerjakan 10 pegawai berapa omzet didapat Rita ternyata sampai Rp.3 juta- Rp. 4 juta/hari.

Uniknya meskipun mantai pegawai bank, ternyata dia sama sekali tidak pernah menyentuh kredit bank. Ia memanfaatkan uang seadanya untuk sekarang. Mungkin kelak dia akan meminjam ke bank, tetapi Rita yakin tidak buat sekarang masih dapat dijalankan.

Artikel Terbaru Kami