Kamis, 02 Maret 2017

Mendesain Kayu Pinus Menjadi Perkakas Ajaib

Profil Pengusaha Ivan Yahya Adhieteja 



Pengusaha muda satu ini menciptakan desain sederhana. Tetapi justru dibalik kesederhanaanya, Ivan Yahya Adhieteja, mampu menciptakan hal berbeda dibanding orang lain. Ivan menciptakan aneka produk- produk sederhana bermanfaat berbahan pinus hingga jati. 

Furnitur sederhana tersebut dibuat untuk kebutuhan para pengusaha kafe. Sebut saja produk yang menarik dia miliki sebuah pot kaktus mini. Ya pot tersebut berbahan kayu yang eksentrik, cocok buat dipasang di tempat- tempat gaul dan easy going. Mimpi Ivan adalah menjadi seorang design- entrepreneur muda dan sukses.

Aneka produk meliputi pot, akesesoris ponsel, lampu meja, tempat tisu hingga kursi. Harga juga variatif dan lumayan terjangkau yakni Rp.25 ribu- Rp.900 ribu. Dibawah naungan startup bisnis bernama Izemu dan Ivan mampu meraup omzet sampai puluhan juta hingga ratusan.

Bisnis startup


Awal produk dipasarkan ke berbagai kesempatan. Utamanya mengikuti aneka pameran lewat brand sendiri yakni Izemu. Orderan datang mulai buat memenuhi ruang kantor hingga ke rumah. Bahkan nih, lewat Ivan masuk ke pameran terus, dia lebih banyak dapat proyek sekala menengah buat desain interior perkantoran.

Proyek deseriusin, Ivan mulai berniat membesarkan brand Izemu miliknya. Orderan pertama dia dapatkan Rp.100 jutaan, dimana dia menginvestasikan ulang uang tersebut, dibelikannya 8 buah mesin, harganya juga variatif, antara Rp.10 juta, sampai Rp.4 juta.

Lulusan desain produk RMIT University di Melbourne Australia ini, mengatakan bahwa produk dibuatnya awal menggunakan bahan pinus dan jati. Sebagai catatatan nih teman, dia membelinya langsung ke pihak Perhutani, kemudian diolah menjadi landasan buat aneka produk menarik Izemu.

Ide bisnis adalah membuat aneka produk keseharian. Mulai produk interior dan aksesoris rumah tangga sampai ke perkantoran bisa. Proses lumayan lama sampai setahun barulah produk Izemu dikenal. Butuh waktu buat branding dan desain.

Jika sebelumnya, Ivan lebih fokus mengejar proyek, untuk selanjutnya mengejar penjualan aneka produk dari bahan pinus. Produk dijual mulai Rp.50 ribu- Rp.300 ribu, untuk barang yang ukurannya jauh lebih besar akan lebih mahal yakni Rp.800 ribuan.

Produk populer menurut Ivan ada seperti baki dan kursi kayu juga. Pemasaran juga melalui aneka pameran seperti Inacraft dan sejenisnya. Omzetnya mencapai Rp.20 juta- Rp.30 juta setiap bulan. Untuk produk ia sekarang mampu menembus ke gerai- gerai besar di mal.

Dimana Izemu bisa ditemukan di 7 toko beberapa mal. Salah satunya di kawasan Kemang Village, lainnya produk Izemu juga dijual lewat website Izemu.com, dan Whatsapp 08892720400, dan juga Instagramnya di izemudesign.

Sukses meramu bisnisnya, Ivan masuk dalam jajaran finalis Shell Live Wire 2014.  Mimpinya sebagai seorang design- entrepreneur nampaknya sudah berjalan. Ini merupakan gabungan antara pengalaman jadi product designer seperti latar pendidikannya, dan bagaimana kesenangan berjualan.

Ivan memang senang bereksperimen menghasilkan desain khas. Dia menargetkan bagaiman menciptakan produk- produk yang beda sulit dikejar kompetitor. Ivan memanfaatkan sumber daya alam hayati Indonesia yang mana penyelesalainnya lewat sistem waterbase yang aman dan ramah lingkungan.

Artikel Terbaru Kami