Kamis, 23 Maret 2017

Bisnis Sulam Hijab Rejeki Pantang Menyerah

Profil Pengusaha Leony Agus Setiawati 


 
Banyak kegagalan tidak membuat Leony Agus Setiawati jengah. Justru dia semakin memperdalam teknik pembuatan produknya. Dia adalah pemilik Azka Collection. Hijab yang memiliki ciri khas dibandingkan bisnis sejenis. Menggunakan teknik sulam -memiliki banyak agent- kini bisnisnya moncer sampai ke luar negeri.

Kegagalan tidak sedikit dirasakan. Ia pernah bangkrut, titik terendah pernah ditemuinya ketika berbisnis dan tidak mau menyerah. Berawal dari jualan biasa pakaian muslim. Alumni Institut Pertanian Bogor ini lantas menjelma menjadi pengusaha. Produksi dikembangkan sedikit- demi sedikit sejak 2001 silam.

Dari sekedar berjualan, Leony bisa membangun butik sendiri pada 2008 -nya. Setahun kemudian dia mulai membuat lebih banyak atau istilahnya konveksian. Kurangnya jiwa entrepreneurship atau kepemimpinan dirasakan menjadi satu titik lemah ketika menjalani bisnis.

Bisnis nekat


Leony  layaknya menuasi biasa yang butuh kerja. Untuk mencukupi hidup, ibu satu ini mencoba melamar- melamar pekerjaan. Sudah melamar pekerjaan dimana- mana tetapi tidak diterima. Tahun 2001 kan busana muslim tengah digandrungi masyarakat. Darisana Leony membuka usaha berjualan aneka busana muslim sendiri.

Dibantu sang suami usaha jualan aneka hijab berjalan lumayan. Selain mau mandiri dalam keuangan. Satu hasrat besar lainnya Leony ingin jadi pengusaha. Ingin membuat sesuatu yang berbeda. Kebetulan Leony ini memang tertarik akan dunia fasion.

Meskipun begitu lain dibanding jualan jadi. Menjadi pengusaha memaksa dia harus menjahit. Padahal dia tidak bisa menjahit pakaian. Akhirnya dia mulai mempekerjakan penjahit untuk menjahitkan. Bisnis yang semula bernama Azkasyah, pada 2002, sempat pindah ke tempat lebih strategis lewat pinjaman orang tua.

Tahun 2004 Azkasyah terlilit hutang pinjaman dan gagal bayar. Ujungnya Leony menjual semu aset juga termasuk mesin jahit. Semua untuk menutup hutang hingga tersisa Rp.1 juta saja. Tahun 2008 berbekal uang sejuta dijadikan usaha kembali. Uang 800 ribu buat membeli mesin jahit bekas sisanya buat beli kain kiloan.

Ide bisnis inovatif ketika dia menemukan teknik sulam. Bagaimana caranya menggabungkan hijab dan juga sulam. Empat tahun sudah dia berbisnis di Tajur, Bogor. Akhirnya bangkrut, dan cuma menyisakan uang Rp.1 juta. Lalu bagaimana nasib Leony ternyata belum selesai tetapi justru menemukan inspirasi dibalik itu.

Ia awal tidak berpikir manajeria. Pikiramnya gampang yang penting laku. "Saya tidak memanjemeni bisnis itu dengan baik, karena saya berpikir, yang penting laku saja," tuturnya. Uangs sejuta tersebut kemudian ia coba sulap menjadi bisnis.

Bisnis pakaian muslim Leony terinspirasi sulam tangan. Maklum belum banyak pengusaha memanfaatkan tekni tersebut. Tidak ingin kehilangan kesempatan dia langsung menggenjot mesin jahitnya. Dibantu oleh 4 orang pegawai, dia memasarkan bisnisnya lewat sistem konsinyasi, dititip ke beberapa toko pakaian.

Bisnis bernama Azka kemudian mulai bangkit. Pesanan sudah mulai datang sendiri. Keunikan teknik sulam tangan memanggil masyarakat membeli. Leony mulai mempekerjakan ibu- ibu rumah tangga yang ingin punya penghasilan.

Inspirasinya adalah ibu- ibu rumah tangga di desa yang masih terampil tetapi jenjang pendidikan rendah. Ia melihat kelebihan mereka dibanding ibu- ibu lainnya. Kelompok masyarakat yang dianggap rendah, dan tidak bisa diserap oleh kebutuhan industri besar. Ibu tiga anak ini telah memberdayakan 700 orang tenaga sulam.

Bisnis sulam


Terinspirasi saudara yang pandai menyulam, Leony terus bersemangat membesarkan bisnis hijab miliknya sendiri. Dia menemukan inspirasi dibalik kegagalan. Berbekal pengalaman berjualan hijab maka dia tau betul selera pasar. Awal dia mempekerjakan dua penjahit dan mulai bekerja meggarap berbagai model.

Lantas seorang pelanggan menyarankan dia untuk ikutan pembinaan Kementrian Koperasi dan UKM. Dia diikutkan aneka pameran hingga mendirikan CV. Azka Syahrini. Rajin ikutan pameran maka merek Azka Collection mulai dikenal masyarakat luas. Akhirnya Leony memakai penjualan sistem agent biar lebih cepat.

Kecepatan produksi dipikirkan betul. Dia giat mengajak orang menjadi agent. Margin laba bahkan 40% agar agent bersemangat. Dia mulai menambah tenaga kerja untuk mengimbangi ratusan agent. Mengajak kerja sama ibu- ibu desa ternyata tidak mudah. Beberapa orang berpikir Leony punya niat buruk kepada mereka.

Ini terwujud dari mobil yang dibaret ketika Leony berkunjung. Di sebuah desa, di kawasan Bogor, Leony memberdayakan ibu- ibu rumah tangga menghasilkan uang. Agar bisa meraih hati masyarakat, dia langsung mendekati orang- orang yang dituakan, serta mengikuti majelis taklim untuk memperkenalkan dirinya.

Untuk mengurangi kesalahan, maka Leony menetapkan SPK atau Standar Prosedur Kesalahan. Yang mana salah satu bunyi pasalnya adalah mengganti Rp.400 ribu jika ada baju rusak. Tentu ini memberatkan hingga beberapa yang sudah ikut pelatihan memilih mundur, mereka keberatan dengan beberapa isi SPK.

Namun, lambat laun, Leony mampu meyakinkan mereka bahwa ini penting. Juga sebagai pemberi sebuah semangat buat pegawai agar teliti dan disiplin. Dia mengangkat satu kordinator di setiap kelompok kerja. Jadi penilaian akan dilihat beredasarkan kelompok kerja.

Azka Collection mempekerjakan 700 tenaga kerja dengan 600 agen, tersebar seluruh penjuru Indonesia. Dia juga mampu masuk ke pasar Malaysian dan Singapura. CV. Azka Syahrani memproduksi 2000 potong dengan omzet perbulannya ratusan juta. Semua berkat manajeman berkualitas yang telah dia terapkan ke depan.

Tahun 2007 dia memakai ISO 9001:2000. Sebelum produk dijual, disetor dulu ke kordinator, kemudian diperika lagi quality control. Jika tidak sesuai standar dipulangkan diperbaiki dulu. Tenaga sulam akan dibayar sesuai jumlah produktifitas pegawai. Bisa dibawa pulang ke rumah masing- masing kalau nanti diperlukan.

Kedepan dia akan meningkatkan produksi sampai 30.000 potong. Berkat kerja keras ini dia mendapatkan banyak penghargaan seperti juara 1 Young Entrepreneur Award dari Bisnis Indonesia 2009, terakhir dapat penghargaan dari UKM Mandiri dari Yayasan Bakti Dharma Bakti Astra.

Meskipun sudah layak disebut sebagai pengusaha sukses. Leony ternyata masih aktif mengikuti aneka pelatihan loh. Pelatihan kewirausahaan, pelatihan manajemen, pelatihan keungan, apapun dia kejar untuk meningkatkan kemampuan. Disisi lain Leony bisa membangun jaringan dengan pengusaha sukses lainnya.

Kata- kata inspirasi buat pengusaha muda nih, "mimpi menarik kita dan kita menarik mimpi." Dia selalu bermimpi lebih tinggi dan berupaya menggapainya. Produknya Azka Syah, Qany, Amany dan AzkaSyah Eksklusif.

Artikel Terbaru Kami