Rabu, 15 Februari 2017

Mantan Pegawai Astra Sukses Berbisnis Onderdil

Profil Pengusaha Stanly Erungan 


 
Usaha memang butuh perjuangan keras. Stanly Erungan, 40 tahun, membuktikan kerja keras selama ini dia kejar berhasil. Kalau anak petani saja sukses, kenapa kamu tidak bisa mengikuti jejaknya. Alkisah inilah kisah pengusaha mobil sukses meraup omzet miliaran rupiah.

Berawal dari karirnya di perusahaan besar Group Astra. Tekad menjadi pengusaha lantas muncul. Lulusan jurusan komputer, Universitas Padjajaran, mengambil jurusan bidang informasi teknologi. Bekerja cukup lama sejak lulus kuliah pada 1996. Lama bekerja di sana, Stanly menduduki pososi penting dalam struktur perusahaan.

"...pada usia menjelang 40 tahun harus memiliki usaha sendiri," tantangnya, target itulah kenapa Stanly bisa melepaskan pekerjaan penting di Astra.

Keluar Astra tahun 2011 silam, ayah dua anak ini sudah dikenal dekat dunia otomotif, juga telah memilik banyak jaringan kuat disana. Untung berkat Astra, Stanly paham runutan proses pemasokan oli ke sejumlah pengusaha truk, bus, dan kendaraan lain.

Banyak kenalan, suami dari Maria Natalia ini, kemudian fokus berbisnis sendiri. Bermodal jaringan yang kuat pada 2008, dia keluar dari pekerjaan dan mulai berbisnis dengan perusahaan bernama PT. Mitra Jaya Agung Motor, yang bermarkas di Cikokol, Tangerang, Banten.

Usaha bengkel yang bernama Mitra Service Car (MSC). Dimana dia bercerita semua berawal dari usaha bengkel motor. Yang dia kerjakan selepas bekerja di Astra, dan sebuah perusahan oli. Stanly mengatakan bisnis bengkel motor dua tahunan. Dan, dua tahun sudah, lalu dijualnya karena ingin fokus bengkel mobil.

Bisnisnya termasuk penjualan aneka onderdil. Salah satunya bermerek sendiri bernama AQ Genuine. Ia memberi nama AQ agar kualitas nomor satu. Menariknya onderdil target Stanly, kebanyakan merupakan onderdil mobil truk. Berkat bisnis baru tersebut Stanly mengantongi omzet Rp.1 miliar per- bulan.

Bisnis otomotif


Selain menjual onderdil sendiri, Stanly juga mengimpor onderdil dari Eropa. Pengembangan bisnisnya relatif cepat. Dimana, pada 2012, ia membuka konsep waralaba agar lebih menjangkau. Total MSC punya enam gerai, lima diantaranya milik pewaralaba.

Dia pernah bekerja di Astra dibagian penjualan. Lepas dari Astra, Stanly pernah bekerja di perusahaan oli, dan akhirnya memutuskan membuka usaha sendiri. Bekerja di perusahaan oli, dia bertugas memasok oli buat aneka perusahaan, seperti perusahaan bus, truk, dll.

Inilah cikal bakal relasi kuat antara Stanly dan dunia otomotif. Disanalah bisnis berbekal relasi kuat bisa menaikan tingkat kesuksesan kita. Sejak awal Stanly langsung membangun relasi, tidak sulit buat Stanly mengajak kerja sama karena memang sudah dekat sejak bekerja kantoran.

Jika dulu memasok oli, sekarang Stanly memasok onderdil langsung ke pool bus, travel, dan tempat para pemilik truk. Tidak cuma onderdil juga merambah perawatan pula. Kalau mereka butuh onderdil tertentu tinggal panggil Stanly. Barang akan dikirim mengurangi waktu pengusaha buat mencari barang tentunya.

Mulai onderdil sampai perawatan disediakan dia. Kunci sukses menurutnya adalah pengembangan dalam hal kreatifitas. Termasuk soal kreatifitas layanan, distribus, dan barang. Bisnis tidak bisa terus pada posisi monoton seperti cuma berjualan onderdil saja.

Pelayanan prima berkualitas menjadi esktra kreatifitas Stanly. Sukses MSC tidak berhenti juga cuma dalam bisnis bengkel mobil. Bisnis rambahan lain, adalah Stanly membuka usaha rental mobil, dimana ia masih sekala kecil menjalankan tiga unit mobil penyewaan, dan akan bertambah.

Kemungkinan berbisnis lainnya tidak ditolak Stanly. Kemudian akan merambah ke sektor lain. Rencana lain yakni membuka bisnis ekspedisi sendiri. Tentu agar bisa lebih mudah mengirim kebutuhan logistik onderdilnya. Utamanya kesulitan pengiriman barang ketika malam hari atau ketika musim liburan tiba.

Perusahaan eskpedisi digadang buka 2013. Investasinya masih menghitung dulu, mungkin kurang dari 50 miliaran. Stanly tidak merintis usaha sendiri. Dia sudah menggandeng perusahaan yang akan ikut dalam pembiayaan. Stanly akan kebagian menjadi pengelola bisnis tersebut.

Investor masuk tinggal masukan modal. Bisnis tersebut lalu akan terintegrasi dengan bisnis sebelumnya. Ia akan pula membuka pelayanan pengiriman 24 jam, bahkan tidak akan ada hari libur atau hari minggu sekalipun. Pelanggan akan mendapatkan pelayanan onderdil cepat lewat bisnis ekspedisi tersebut.

Bisnis MSC diharapkan akan merambah ke berbagai kota. Sistem waralaba memberikak kemudahan bagi Stanly menyebar. Ia bahkan berencana menggandeng pemerintah daerah. Memberikan jasa perawatan dan onderdil buat dinas pemerintah. Dia meyakinkan bahwa pemerintah akan mendapatkan manfaat besar nanti.

Anggaran perawatan akan lebih terjangkau, karena Stanly akan memantau semua kebutuhan onderdil dan juga buat perawatan kendaraan. Anggaran akan terpantau kegunaanya secara optimal. Dimananya anggaran pengeluaran buat bulanan akan terhitung benar.

Artikel Terbaru Kami