Kamis, 09 Februari 2017

Usaha Mukena Lukis Omah Colet Pekalongan

Profil Pengusaha Sukses Murdiyah 



Jika orang tua maunya anak menjadi pegawai. Lain kisah Murdiyah, alkisah dari 9 orang anaknya, yang mana semuanya lulusan sarjana. Tidak ada satupun menjadi pengusaha. Sang ayah nyeletuk mengomentari hal tersebut. Mengapa anaknya semua bekerja untuk orang lain, padahal ayah ingin punya kayak Aburizal Bakrie.

Menjadi pengusaha tengah diminati ayah Murdiyah. "Pengusaha yang membuka lapangan pekerjaan buat orang lain," jelasnya. Sembilan belas tahun Murdiyah bekerja. Sebagai karyawan Bank Danamon, kok, ia tiba- tiba menanggapi serius celetukan sang ayah.

Kakak Murdiyah kebetulan punya koneksi. Hubungan baik dengan pengusaha tekstil. Mereka lantas jadi jalan bagi dirinya menggapai bisnis. Mereka pemasok bahan tekstil, dan membuat bahan mukena bukan lah susah. Tidak ada kata terlambat buat berbisnis. Sukses ini diraih berkat kerja sama Murdiyah dan Marfuah.

Bisnis keluarga


Ia mengenang, dulu, dia dan Marfuah pernah tinggal bersama Bude. Tinggal bersama Bude yang penjual mukena. Waktu itu mukena masih belum warna- warni seperti sekarang. Masih polosan tetapi cukup buat kenangan Murdiyah. Sampai tahun 2005, memutuskan berbisnis mukena sendiri, inilah kisah suksesnya.

Meskipun memproduksi sendiri, bisnis dijalankan Murdiyah tidak langsung sukses. Posisi produksi ada di Pekalongan membuat dia bersemangat. Karena bisnis mukena Murdiyah merupakan kombinasi seni lukis dan batik. Memasuki tahun 2007, keseriusan bisnis muken Mukena Batik Omah Colet, bisnis mulai lah nampak.

Dia dibantu sang suami, Dicky Roswy, yang mana keduanya tekun berbisnis mukena lukis. Tidak kenal menyerah itulah utama. Aneka pameran didatangi mereka berdua. Salah satunya pameran diselenggarakan oleh tempat bekerjanya dulu. Pokoknya bagaimana menggait orang mengenal brand sekaligus jualannya.

Bagaimana menanamkan merek Batik Omah Colet ke benak orang. Berjalannya waktu, usaha Mardiyah menghasilkan, awalnya cuma teman sekantor Bank Danamon, tetangga, dan kini semua orang mau. Banyak orang setuju lukisan Mardiyah diatas mukena itu indah.

Penjualan meningkat pesat ketika memakai internet. Bisnis melalui Facebook, Omah Colet dimulai pada 2014 silam, kemudian disusul jualan lewat Instagram sendiri. Penjualan maju pesat dimana dari 2 orang karyawan menjadi 50 orang karyawan.

Dari bisnis Omah Colet, Mardiyah mampu membeli 2 unit rumah di Kota Legenda, Bekasi Timur, di sana dijadikan butik muken Batik Lukis Colet. Semester 1, tahun 2016, bisnis mereka menghasilkan omzet mencapai Rp.1 miliar. Selain di sana, adapula di pertokoan Dukuh Zamrud, Bekasi.

Bisnis tumbuh


Dulu, Omah Colet cuma memiliki dua orang karyawan, kemudian menjadi tujuh tenaga pelukis. Kemudian ada tenaga penjahit, pengobras, dan bagian quality control berjumlah 8 orang. Memasuki Ramadhan, bisa ditebak permintaan naik dan jumlah pekerja lepas semakin banyak.

Inilah berkah Lebaran karena berbisnis mukena. Bisnisnya laris manis bak kacang goreng. Sudah ada 15 varian mukena cantik, dari mukena colet biasa bermotif bunga- bunga aneka warna, muken bergradasi, ada mukena pasir cinta, mukena gribikan, mukena coklat timbul, mukena mega cinta dan sebagainya.

Mukena tidak cuma ukuran biasa S, M, L, dan mukena menyasar trend ABG juga. Mukena lainnya khusus buat ukuran jumbo, inilah kelebihan bidikan pasar Mardiyah. Harga jual kisaran Rp.90.000 sampai Rp.135.000. Dan omzet mencapai Rp.40 juta dengan pemasaran sekitar Pekalongan, dan 50- 60 juta dari Jakarta.

Menjual mukena colet memang tidak mudah. Usaha dijalankan Mardiyah mendapat tantangan. Yakni ketika booming bisnis mukena bordir dari Tasikmalaya dan Bukit Tinggi. Tetapi karena bahan utama terbuat kain santung (katun rayon) maka bahanya lebih adem, jahitannya lebih halus, lama kelamaan maka orang pilih dia.

Ketika tidak musim mukena, maka Omah Colet mengembangkan desain baru. Bisnis mereka juga akan merambah pembuatan sajadah, sarung, baju koko, kopiah dan lainnya. Setelah 9 tahun, dia ternyata tetap menjadi pegawai, kini dia sudah mengundurkan diri buat lebih fokus berbisnis mukena lukis coletnya.

Artikel Terbaru Kami