Selasa, 14 Februari 2017

Memanfaatkan Genangan Air Menjadi Lahan Bisnis

Profil Pengusaha Ramidi 


 
Berawal kekesalan karena ketidak pedulian. Bayangkan, masak tujuh hari sudah banjir, tidak surut- surut di kampungnya. Melalui pengeras suara, pria yang juga ketua RT 02 RW 01 ini, tengah membagikan bantuan korban banjir. Begitu selesai dia lantas menceritakan keadaan daerah didiaminya.

Saban musim hujan, daerah didiami Ramidi, kawasan Duri Semanan, Kalideres, Jakarta Barat. Sosoknya selain dikenal sebagai ketua RT nih, juga dikenal sebagai penggerak budidaya lele. Semenjak 2010 silam, dia menjadi pelopor budidaya lele di daerah yang banjir enggan surut tersebut.

Wilayah tempatnya memang lumayan cekung. Dua sungai mencakupi wilayah tersebut. Ada di utara -nya, sungai Gendong, disisi lainnya, ada sungai Gawangan di selatan. Karena cekung lah tempat tersebut jadi langganan banjir permanen.

Banyak tempat pula menjadi genangan. Ide mamanfaatkan genangan tersebut ia pelopori. Bagaimana cara memanfaatkan lahan seperti itu. Ramidi kemudian mengajak warga membuka keramba. Dimana nantinya mereka akan menyebar bibit lele.
Tantangan terbesar bagaimana memberi pakan. Ia kemudian lari ke Pasar Kalideres. Seadanya dia belajar menangani masalah tersebut. Ia menyambangi para penjual ayam potong. Dia mengambil limbah ayam dari mereka. Jeroan dan usus lantas dijadikan pakan lele karena tidak layak jual.

Masalah tersebut Ramidi bisa atasi. Selanjutnya, dia merogoh kocek, modalnya Rp.1 juta buat membeli bibit lele dumbo. Satu keramba diisinya 5000 bibit lele. Hasilnya, sekarang dia sudah punya enam buah keramba, sebulan dia meraup panen 3 kuintal lele.

Sudah ada 100 keramba di Duri Semanan. Lalu, ada 18 kelompok budidaya lele, mereka memasang lebih banyak keramba di Situ Bulak -hanya sebuah genangan air besar, bukan situ sebenarnya. Tiga tahun sudah berlewat, Ramidi semakin dikenal sebagai pengusaha lele bermodal genangan air saja.

Pengepul lele mulai mendatangi warga. Makin banyak datang, dimana harga lele satu kilogram dibandrol Rp.18.000. Palang Merah Indonesia (PMI) lantas memberi Ramidi gelar toko pemanfaatan lahan. Dari sana bergelontoran dana bantuan mendukung bisnis warga.

Bantuan lainnya, yaitu enam karung pakan lele dan 50 botol rojolele atau perangsang pertumbuhan lele. Ia senang karena mampu mengajak banyak orang. Bukan cuma dirinya yang menjadi mandiri, tetapi lebih banyak orang warga Duri Semanan, merasakan berkah dibalik musibah banjir tahunan tersebut.

Tetapi, ada sedikit masalah nih, ketika banjir datang kembali lele mereka bisa menjadi korban juga. Pasca banjir lele dipanen Ramidi cuma tujuh kuintal. Kalau tidak banjir bisa panen sampai satu ton per- bulan. Ia mengatakan sementara banjir, beberapa badan memberikan bantuan termasuk PT. Global Success Chain.

Artikel Terbaru Kami