Kamis, 16 Februari 2017

Tips Broker Waralaba Bisnis Kesempatan

Profil Pengusaha Sidik Rizal 


 
Pesatnya bisnis waralaba membuka prospek lain. Diantara geliat para pengusaha baru, bermunculan sosok yang berbisnis diluar dugaan. Orang banyak mengenal broker properti. Tetapi nama broker waralaba mulai naik ke permukaan. Segelintir orang sukses menapaki bisnis ini, justru menjadi peluang menggiurkan.

Mereka memasarkan berbagai skema bisnis. Dari waralaba sudah siap dijalankan, atau sekedar berupa satu business opportunity, salah satunya broker bernama Sidik Rizal. Ia sudah mulai berbisnis sejak 2008. Ia meloncat pekerjaan. Bermula desain grafis perusahaan periklanan, dia mendadak menawarkan waralaba.

Ia tidak suka menjadi karyawan. Mangkanya mau berbisnis tetapi apa, karena keahlian utama Sidik ialah membuat desain, termasuk membuat desain website inilah prospek. Dia ingat membuat banyak website buat klien pengusaha waralaba. Bahkan Sidik sendiri sempat ditawari menjadi mitra mereka juga.

Sejak itulah, ide cemerlang justru ketika dia mempromosikan ke orang lain. Gimana sih mempromosikan bisnis waralaba ke orang lain. Untuk itulah website dibuat Sidik. Agar mendapatkan lebih banyak jaringan waralaba. Dia tidak jarang turun gunung mencari klien ke Bekasi, Jawa Barat, mencari waralaba prospek.

Tidak jarang bisnis mereka bukan waralaba. Si pengusaha lantas diajak Sidik menjadi waralaba. Melalui skema ditawarkan Sidik diharapkan perubahan drastis. Sidik lantas memoles bisnisnya agar tampak lebih menarik di mata klien.

Broker penting


Banyak hal dilakukan agar menaikan citra klien. Salah satunya, yakni mengembangkan standar oprasional dari usaha dijalankan. Bagaimana mengubah manajemen usaha. Fungsi utama broker menurut Sidik ialah ia termasuk membantu menyediakan karyawan berkualitas.

Ia juga memberikan konsep desain interior buat calon klien.

Tips buat kamu calon broker waralaba pemula: Gunakan berbagai media pemasaran tidak cuma elektronik, juga lewat media internet juga cetak. Butuh waktu satu bulan sampai tujug bulan, buat kamu merubah satu bisnis biasa menjadi bisnis waralaba.

Upah bisnis broker waralaba memang bervariasi. Tergantung konsep diminta pelanggan nanti, buat bisnis waralaba berupa booth, maka Sidik memasang tarif Rp.5 juta- Rp.15 jutaan. Waralaba kelas pertengahan bisa mencapai puluhan juta loh. Dan jika pewaralaba sekelas restoran bisa dihargai sampai ratusana juta.

"Kelas restoran... biaya paling mahal sampai Rp.500 juta per- paket," ujarnya.

Setiap investor bergabung menjadi klien Sidik. Lanjutnya, ia akan mendapatkan komisi 5%- 10% paket investasi. Klien pertama Sidik adalah Pecel Lele Lela, dari sana, dia semakin akrab akan bisnis bermodel waralaba ini. Hasilnya omzet dikantongi Sidik setiap bulan mencapai Rp.100 juta.

Mau contoh broker waralaba lainnya. Sebut saja Mulyadi Handojo, Komisaris PT. Mahir Food asal Kota Jakarta, dimana meskipun baru sudah punya banyak klien. Ia menggaet PT. Best Waralaba, broker waralaba lainnya untuk meningkatkan performa.

Klien mereka seperti Jupe Fried Chicken, Rocket Fried Chicken, dan Tokyo Bento. Klien Mahir Food bisa dibilang kelas artis. Nama besar komisaris sendiri agaknya menaikan potensi. Selain itu polesan bisnis mereka juga sangat profesional, bahkan mereka menawarkan dibuatkan bisnis sendiri ke artis.

Kesepatakan penanaman modal serta penggunaan nama. Brand akan dibentuk lewat nama si artis sendiri agar menaikan pamor. Sudah dibuatkan usaha waralaba, juga dibuatkan PT atau CV dibawah nama mereka sendiri. Ambil contoh artis sekaligus presenter Chantal Della Concetta dimana membuka bisnis steak.

Artikel Terbaru Kami