Jumat, 17 Februari 2017

Bihun Jagung Teddy Tjokrosaputra Batik Keris

Profil Pengusaha Teddy Tjokrosaputro 


 
Nama Teddy Tjokrosaputro harusnya akrab dengan bisnis batik. Tetapi bukannya memilih menjadi juragan batik, Teddy lebih memilih memasak mie. Bukan sembarangan mie tetapi mie bihun jagung. Dia lah sang direktur PT. Subafood Pangan Jaya, dimana kakek dan neneknya dikenal sebagai pengusaha pemilik Batik Keris.

Menjadi generasi ketiga tetapi tidak memilih mewarisi. Generasi ketiga bisnis Batik Keris, justru lebih menikmati membangun kerajaan bisnisnya sendiri. Tidak memilih berbisnis tekstil malah memilih ke bisnis pangan.

Apa sih bisnis PT. Subafood Pangan Jaya, menjadi pelopor bisnis bihun jagung, adalah satu pencapaian terbesar bisnis mereka. "Produk bihun jagung merupakan yang pertama di Indonesia, bahkan di dunia," Teddy semangat. Pelopor bisnis bihun jagung ini tengah menaikan kapasitas bisnisnya terus.

Kapasitas produksi selalu naik 100 persen setiap tahun. Dimana kapasitas mereka mencapai 1.200 ton tiap bulannya atau sekitar 14.400 ton per- tahun. Adapun market sharenya mencapai 20 persen. Dia sebut harga eceran tertinggi Rp.11.000 per- kilogram. Bihun jagungnya mampu menembus pasar dan diminati.

Bisnis kebutuhan pokok


Teddy bermula bisnis properti bukan makanan. Selepas lulus University of Southern California, Los Angles, Amerika Serikat, pada 1995, ia memilih pulang ke Indonesia kemudian membantu orang tua buat mengurus bisnis keluarga dibidang properti. Melalui perusahaan keluarga belajar mengenai apa itu bisnis langsung.

Dia belajar bisnis lewat properti selama dua- tiga tahunan. Suami dari Shelly Verywan ini, mengenang pada 1997- 1998, perusahaan keluarga terpukul karena krisis moneter. Hampir semua bisnis keluarganya gulung tikar, termauk properti. Walaupun begitu, Teddy tidak menyerah buat berbisnis properti.

Untuk menjalankan bisnis properti setelah krismon. Teddy membuka usaha sendiri dibawah bendera PT. Andalan Propertindo, dimana dia menggarap proyek trade center Solo, Jawa Tengah. Isinya trade center tersebut rata- rata pengusaha batik.

Bapak dua anak, tidak merasa puas akan perjalanan bisnis properti miliknya. Pada 2004, dia merambah ke bisnis makanan lewat PT. Subafood Pangan Jaya. Pilihan usaha dijatuhkan kepada bisnis pengolahan bahan baku jagung. Pilihan jagung karena merupakan bahan pokok kedua terbesar setelah beras di Indonesia.

Pemikiran Teddy lainnya adalah jagung dapat diolah aneka produk. Dua kelebihan tersebut kemudian dia coba olah. Melalui membentuk tim mencari tau olahan cocok buat masyarakat. Ide kemudian membuat mie berbahan jagung. Bihun jagung memudahkan penyerapan produk ke masyarakat karena kedekatannya.

Setahun penuh, Teddy meneliti, bagaimana agar bihun jagung benar terserap ke masyarakat. Kemudian dia mendirikan pabrik bihun jagung di daerah Tangerang, Banten, pada Juni 2005. Di tahun 2006, Subafood mulai memproduksi sekitar 100 ton per- bulan. "Tidak semulus dibayangkan," dia menjelaskan.

Butuh waktu buat mengedukasi masyarakat, dan pada umumnya orang cuma tau bihun ya terbuat dari bahan beras. Inilah tantangan Subafood mangkanya kapasitas produksi tidak langsung besar. Proses dijalani oleh Teddy menjadi semacam sekolahan baru berbisnis. "Harga jualnya tidak mungkin tinggi (dibanding dari beras."

Kendala datang juga karena stok pengiriman bahan baku. Tidak selalu mencukupi produksi padahal jumlah produksi masih relatif. Perjalanan Teddy membawanya mengatasi semua masalah. Butuh waktu dan proses tetapi dia menikmati hal tersebut, hingga aneka inovasi dikembangkan oleh Subafood dengan produk itu.

Sebut saja bihun jagung instan anaka rasa, kemudian merambah sorgum, mie kering, dan makaroni juga. Ia kemudian menyasar produksi lain. Tidak cuma jagung, juga memproduksi trasi dan merica bubuk. Jika awalnya cuma ada 2 produsen bihun jagung, sekarang sudah ada 23 produsen bihun jagung mengekor.

Teddy tidak mau tinggal diam. Langkah berikutnya adalah melakukan ekspansi. Salah satunya, mengirim aneka olahan jagung ke pasar luar negeri, ke Belanda, Malaysia, hingga ke Brunei Darusalam.

Artikel Terbaru Kami