Jumat, 06 Januari 2017

Sulam Usus Bisnis Mewariskan Budaya Lampung

Profil Pengusaha Siti Rahayu 



Hidup sebagai ibu tunggal membuat Siti Rahayu sempat goyang. Lantaran suami yang dicintainya, Andi Supandi, meninggal kan dia bersama anak- anak. Sebelum suami meninggal, Rahayu memang sudah gemar membuat kerajinan tangan. Lewat Rahayu Gallery Lampung mencoba mempopulerkan hobi uniknya.

Awal dia membuat aneka sulam tapis. Kemudian ibu empat orang anak ini melihat potensi sulam usus. Kan Lampung dikenal akan teknik sulamnya. Apalagi nama sulam usus tidak setenar teknik lain. Melalui usaha sulam usus dia mencoba mengisi kekosongan ketika sang suami pergi -untuk selama- lamanya.

Bisnis sulam


Tuntutan ekonomi makin berat, ketika 1997, sang suami meninggal. Tahun berikutnya yakni 98' terjadi krisis moneter. Nah waktu menjalankan bisnis sulam usus. Rahayu tengan merintis tepat ketika krisis itu tengah bergejolak panas. Beruntung bisnis sulam usus dijalankan tidak goyah. 

"Itu masa berat bagi tante," ujar pensiunan Pegawai Neger Sipil itu.

Meskipun sedih bercamput getir tetap berusaha. Kecintaan akan teknik sulam membangkitkan semangat. Ia semakin semangat ketika orang lain terdampak. Didukung nama besar sang kakak, Aan Ibrahim, yang dikenal sebagai desainer terkenal mencoba memasukan bisnis sulam usus.

Bertahap dia mulai membangun bisnis. Dibantu banyak ibu- ibu dan anak muda asal Lampung. Sulam usus menjadi usaha bersama. Ia seolah memberikan harapan bagi mereka yang kehilangan pekerjaan karena di PHK.

Wanita kelahiran Pagardewa, 10 Oktober 1957, juga merupakan anak seorang master jahit. Jadilah dia dan Aan Ibrahim klop kompak bisnis fasion. Keluarga mereka dikenal sebagai pesulam usus kenamaan asal Lampung. Namun dia baru benar berbisnis ketika kebutuhan menghimpit keluarga kecilnya.

Kakak Rahayu memiliki prespektif diluar keahlian Rahayu. Dia selalu menganggap sulam usus lebih punya potensi lewat fasion modern. Jadilah keduanya berkolaborasi bersama. Bisnis sulam usus menelan biaya Rp.20 juta tetapi omzetnya mencapai Rp.50 juta per- bulan.

Sulam usus tidak selalu monoton berkesan mahal. Bisa dijadikan akesoris lewat sarung bantal, tapak meja, alas piring atau biasanya yang mahal dijadikan kebaya. Pengunjung datang ke galerinya sekarang, paling tidak merogoh kocek 500 ribu sampai puluhan juta.

Macam motif seperti ukel- ukel, sulur, dedaunan, harga juga bervariasi. Mangkanya bisnis sulam usus bisa dibilang sama seksinya dengan tenun atau batik. Karena proses pembuatan yang sulit, pantas kalau harga bisa sangat mahal, apalagi kalau media sulam besar bukan sekedar taplak.

Bisnis berlanjut


Proses pembuatan terkadang Rahayu akali. Kalau- kalau dia membuat bahan kombinansi harga bisa sampai Rp.700 ribuan. Sulam berarti dikerjakan sangat detail, ia mengatakan tidak boleh emosional terburu- buru. Haruslah cermat agar sulaman rapih membentuk motif menarik.

Sukses Rahayu menurutnya karena pelanggan setia. Mereka tidak bisa meninggalkan sulam usus miliknya. Kualitas tinggi memang diandalkan Rahayu, tidak ada pilihan lain. Banyak pejabat dan sosialita memilih menjadi pelanggan Rahayu. Kain diubah bahkan menjadi gaun penganting menawan buat dipamerkan.

Untuk pelanggan setia cukup pesan lewat telephon sudah. Aneka kerajinan lain meliputi bed cover, hiasan dinding, juga sarung tapis. Yang paling mahal adalah pembuatan gaun pengantin. Terbuat dari kain kebaya senilai Rp.2 juta sampai Rp.8 jutaan, yang diatasnya ditaburi batu swarowski.

"Ada rupa, ada harga," jelas Rahayu.

Penjualan juga sudah merebak sampai ke pasar- pesar sekitar. Juga sudah masuk ke pasar Malaysia- Singapura juga loh.

Menggunakan prinsip binaan bisnis Rahayu berjalan. Dia berharap para wanita terinspirasi melestarikan budaya sulam Lampung. Pengen setiap ibu muda putus sekolah, remaja putri, bukan sekedar duduk- duduk tanpa melakukan kegiatan bermanfaat di rumah.

Untuk bahan dia beli dari Jakarta karena lebih murah. Sulam usus dibuat dari pilinan kain satin, dirangkai dengan jaring berbentuk jaring- jaring. Kemudian dihiasi payet- payet nan- indah memanjakan mata. Ia mengatakan pembuatan bisa sampai dua hari sampai dua minggu.

Artikel Terbaru Kami