Jumat, 20 Januari 2017

Resep Bolu Tape Ibu Berkah Sekarang Pengusaha

Profil Pengusaha Norma Suhaedah 




Pengusaha Norma Suhaedah, wanita 31 tahun ini, bercerita bisnis dilakoni sekarang serba kebetulan. Awal dia ingin membawa bekal bolu tape buatan ibu. Ke kantor, dia kemudian didekati teman- teman, namanya teman kantor sering berbagi makanan. Inilah awal bolu tape Ibu Norma mendapatkan perhatian orang.

Mereka suka mencicipi bolu tape Ibu Norma. Lama kelamaan, muncul pesanan bolu tape, mereka beli buat dijadikan camilan arisan dan sebagainya. Iseng Norma mengiyakan keinginan teman- temannya. Dia kemudian mulai jualan bolu tape buatan ibunya sendiri.

Bisnis keluarga


Dia mengajak sang adik, M. Irwan (28), bersama membuat kue bolu tape. Mereka mulai berbisnis dari level paling dekat. Didukung pendidikan Irwan dibidang advertising, maka lahirlah brand bernama Mama Bolu. Guna menekuni bisnis bolu tape banteng, Norma bahkan rela melepas pekerjaan mapan.

Empat tahun sudah dia bekerja di sebuah perusahaan asing. Pekerjaan sebagai Sales Account Management, di PT. Siegwerk Indonesia, dimana gajinya menyentuh angka Rp.5 juta. Kejadian 2013 silam tersebut jadi titik tonggak perjalanan Norma menjadi pengusaha bolu.

Respon teman yang bagus langsung menjadi patokan. Nekat memang, Norma memutuskan melepaskan jabatan, tetapi di hati paling dalam sudah jenuh. Ia ingin menjadi pengusaha. Norma kemudian fokus buat bisnis tape bolu.

Modal awalnya cuma Rp.1,5 juta, dibelikan peralatan, packing, dan bahan baku. Uang tersebut hasilnya menyimpan selama bekerja. Bisnis tersebut berjalan dua tahun dan berkembang baik.

Dorongan menjadi pengusaha makin kuat. Selepas dia mendapatkan ilham dari Ustad Yusuf Mansyur, yang mengatakan semua orang bisa berbisnis. Karena itulah dia semakin giat mengembangkan bolu tape. Dia juga melihat kuliner khas kota lain. Dalam benaknya "kok di Kota Tangerang tidak ada", maka jadilah.

Landasan diatas membuat wanita berhijab ini makin mantab. Yang semula bermodal Rp.1,5 juta, kemudian menjadi omzet bulanan Rp.25 juta, dimana kapasitas produksi mencapai 100 boks. Agar semakin laris- manis maka tampilan harus dipermak.

Dia mempermanis lewat kreasi toping aneka rasa. Ada rasa strawberry, blueberry, cokelat, keju, kismis, keju cokelat, dan kacang. Harga bolu tape berfariasi mulai Rp.30.000- Rp.35.000 aneka bertoping. Dia berjualan lewat internet mulai dari sosial media, blog, dan banyak lagi.

Penjualan tape bolu sudah menyebar ke penjuru Indonesia loh. Dan, Norma dan Irwan, sudah memiliki satu gerai berkat dorongan Dinas Indagkop Kota Tangerang dan Angkasa Pura. Norma jadi sering diajak mengikuti kegiatan festival kuliner. Peluang bagus tidak ditampik Norma lewat aneka bantuan buat bisnis.

Dia mendapat bantuan modal Rp.20 juta. Dan, akhirnya, nama bolu tape dikenal laris manis menjadi khas Benteng, Tangerang. Tekstur lembut rasa tapenya terasa hingga diburu orang. Peminat dari Sumatra hingga Papua. Tidak ada bahan pengawet. Bisa bertahan empat haris tanpa lemari es, tujuh hari kalau didinginkan.

Untuk untung dibuka Norma, dipotong gaji karyawan Rp.10 juta, maka untung bersih mencapai Rp.18 juta perbulan. Diman sekarang dia sudah memproduksi 800 boks per-bulan. Atau omzetnya naik menjadi Rp.28 juta perbulan.

Artikel Terbaru Kami