Senin, 09 Januari 2017

Masa Lalu Kelam Pengusaha Bakso Hitam

Profil Pengusaha Sigit Prihanto 


 
Jadi pengusaha apa batasnya. Hanya langit, jelas Ibu Risma, Walikota Surabaya dalam suatu kesempatan. Ia mendorong siapa saja jadi pengusaha. Menjadi pengusaha tidak boleh minder. Seperti sosok Sigi Prihanto salah satu pengusaha percontohan Surabaya, yang masa lalunya dianggap hitam di mata masyarakat. 

Mantan pemakai narkoba memilih membuka usaha bakso hitam. Aneka usaha bakso pernah dijajaki Sigit hingga ke Malaysia. Penggagas bakso Cokjudes (Coklat Keju Pedas), pernah membuat bakso berbahan daging kijang di Malaysia.

Warga Kembang Kramat II, Surabaya, meskipun dikenal hitam tetapi tidak minder. Ingin jualan yang halal, seperti bakso berwarna hitam, sehitam masa lalunya. Berawal terjebak di Sulawesi 1998, sudah tinggal luntang- lantung, dan sudah 10 tahun meninggalkan keluarga tanpa masa depan.

Ujung- ujungnya, Sigit cuma bisa meminjam uang tetapi bukan buat makan. Dia mengolah uang tersebut jadi usaha menjanjikan. Usaha pertama dijalankan pria 37 tahun ini adalah martabak.

Bisnis terus


Dalam perjalanan dia juga belajar membuat bakso. Keisengan belajar dari seorang teman lantas jadi ladang bisnis. Peruntungan dijajaki ketika ada kesempatan tinggal di Malaysia. Di sana Sigit kembali membuka usaha bakso. Tetapi bukan daging sapi malah memilih bakso daging kijang.

Tahun 2008 dia jualan bakso daging kijang. Pasalnya harga daging kijang lebih murah dibanding sapi. Lalu dia meninggalkan Malaysia. Ketidak puasaan membawa dia kembali ke Surabaya. Sigit kembali berjualan bakso. Daya tarik bakso seolah melekat dalam benak Sigit Prihanto.

Tahun 2010 dia sudah membuka usaha lagi. Selain bersyukur terbebas jerat narkoba. Dia bersyukur berkat usaha bakso bisa kembali ke Surabaya. Kerinduan akan orang tua membawa rejeki tambahan. Bisnis bakso buatan Sigit dimodifikasi ulang mengikuti jejak hitam masa lalunya.

Hidup kelam Sigit dimulai dari pergaulan di jalanan. Diracuni teman hingga memakai narkoba. Tapi juga bukan berarti kita tidak boleh berkawan. Sigit menuturkan memang dia salah karena terjerak buju rayu gratisan. Sejak SD memang Sigit dikenal sudah hidup keras bekerja sendiri.

Sejak SD dia "dipaksa" bekerja keras. "Saya sudah bosan sejak kecil menderita," paparnya. Namun masuk ke dunia narkoba hanya kebahagiaan semu. Dia membantu orang tua jualan es batu, sampai berkeliling buat jualan koran. Di jalan dia bertemu teman yang salah hingga terjebak jeratan narkoba.

Beberapa kali nyawa hampir terenggut. Agar terhindar jeratan narkoba, Sigit memilih cabut pergi ke luar pulau, yakni Sulawesi. Ke Palu tanpa memberi kabar apapun selama 10 tahunan. Sigit bekerja buat sebuah LSM untuk menjaga hutan lindung. Kala itu, tahun 1998, kemudian meminjam uang Rp.5 juta buat usaha.

Bisnis hitam


Mulanya dia membuka usaha martabak. Kemudian membuka usaha bakso setelah di jalaann lama. Belajar dari pengalaman Sigit menjadi lebih memilih dalam pergaulan. Berkenalan dengan sesama pedagang kaki lima dan tergabung dalam komunitas pedagang kaki lima di Sulawesi.

Berlanjut dia pindah ke Malaysia jualan bakso daging kijang. Untung lumayan bisa dibawa pulang kampung membuka usaha sendiri di Surabaya. Dia cuma pakai gerobak bakso biasa. Jualan bakso berkonsep coklat, keju, pedas. Di Surabaya dia ketemu teman lama sekolah, namanya Erika, yang seorang petugas Linmas.

Beruntung dia tidak ditankap. Memang Walikota Surabaya tengah gencar menanamkan kewirausahaan. Ia merangkul pedagang kaki lima lewat bazar Pahlawan Ekonomi, saat itu ada di Kecamatan Sawahan, tahun 2015 silam. Sigit dipilih lantaran cita rasa bakso buatannya beda, semua berkat inovasi tidak monoton.

Di acara tersebut Sigit bertemu Timothy Lee, pendiri desain gravis Keavi, ditantang buat membuat bakso berwarna beda. Kan lagi musim tuh makanan aneka warna mencolok. Entah dapat ide dari mana Sigi lalu membuat bakso pentol hitam.

Caranya dengan teknik pengasapan lewat berbahan aktif charcoal -atau arang bamb Jepang. Si Charcoal sendiri memiliki efek positif bagi kesehatan. Itu akan merangsang pencernaan lebih sehat. Mampu buat menetralisir racun dari pencernaan. Untuk racikan bakso hitam hanya memakai mie putih, touge, dan sawi.

Tidak pakai pangsit siomay atau gorengan. Memang khusus buat pentol hitam saja. Penggunaan coklat dan keju digunakan sebagai pengganti kecap dan saus. Nah, kalau bakso hitam, khusus dibuat dari tangan dia sendiri. Ia tidak mau menyerahkan ke istri karena nanti rasanya akan beda.

Kebanyakan pelanggan sudah tidak pakai kecap atau saus. Bakso hitam sendiri susah buat dibikin. Teknik khusus dibutuhkan untuk membuat warna hitam serta pembulatan. Bisnis bakso menghasilkan untung lumayan.

Bisa sampai Rp.200 ribu per- hari keuntungan dikantungi pengusah satu ini. Kalau bakso hitam beda, dia mampu mengantungi Rp.400 ribu per- hari. Jualannya di Kampus Unesa Lidah Kulon. Di sana dia sudah bisa jualan aman karena punya SIUP, jadi tidak usah takut diusir petugas keamanan.

Tidak mau berhenti cuma jualan bakso. Sigit membuka cakrawala lewat bisnis online. Jualan bakso online dia rambah. Pelanggan datang sudah dari Kota Batu sampai Salatiga. Dalam satu kota mengirimi 40 pack bakso aneka rasa -termasuk bakso hitam.

Artikel Terbaru Kami