Senin, 02 Januari 2017

Gimana Sih Cara Buka Usaha Konveksi Pengusaha Muda

Biografi Pengusaha Fauzi Ishak 



Ide bisnis disekitar kita. Itulah inspirasi sukses seorang Fauzi Ishak. Disinilah kunci sukses si pengusaha muda konveksi. Di Bandung, era 1990 -an, kan banyak siswa suka bikin seragam sendiri. Seragam kelas biar keliatan kompak. Momen inilah yang diambil Fauzi, bagaimana menciptakan kenangan tak terlupakan.

Banyak siswa memesan kaus buat seragam kelas. Nah, darisanalah Fauzi remaja mulai kordinasi, mengajak teman buat bikin kaus kelas. Kebetulan nih keluarga Fauzi memang sudah membuka usaha konveksi kecil. Ia mulai menyasar setiap kali siswa mau membuat seragam kelas.

Fauzi bermodal pesanan ke konveksi kakaknya. Dia mengordinasi kelas, pria kelahiran 7 Maret 1870, dari situ dia dapat uang saku. Lumayan tidak besar sekali. Kadang dapat Rp.50 ribu, atau kalau beruntung bisa dapat Rp.100 ribu. Cukup buat dia jajan dan bersekolah di Bandung lah.

Semangat usaha sendiri


Sejak lulus SMA, semangat Fauzi adalah berwirausaha. Bagaimana berbisnis masih belum berpikir. Hanya saja dia ingin memulai di Kota Jakarta atau Surabaya. Di sana diharapkan menjadi landasan dia berbisnis. Darah muda Fauzi bergelora menaklukan kedua kota besar tersebut.

Pertimbangan kenapa memilih Jakarta. Fauzi punya saudara di sana. Dan disanalah bisnis Fauzi bermula. Ia mengikuti arus bisnis ketika SMA dulu. Ia mengontrak rumah di Mampang Prapatan, Jakart Selatan. Uang Rp.2,8 juta yang diberikan ayah dijadikan modal usaha, Fauzi lantas menyusun strategi bisnis agar sukses.

Uang Rp.800 ribu disisihkan buat kontrak. Agar layak seperti usaha konveksi kecil. Uang tambahan dia rogoh buat biaya renovasi. Sisa uang Rp.1,25 juta buat disimpan. Target besar sudah ditentukan sejak awal. Ayah Fauzi minta tiga bulan harus sudah ada pekerjaan atau pesanan jahitan.

Pria asli Riau ini tidak mau menunggu lama. Tiga pekan pertama sudah ada pesanan. Ada 40 kaus yang ia hargai Rp.40 ribu harus dijahitkan. Pemesan oleh SMA 1 Bekasi. Orderan pertama membuat gairah bisnis dia makin naik. Untuk pembuatan sementara diserahkan ke kakak, di konveksi miliknya di daerah Bandung.

Strategi marketing Fauzi sederhana. Lewat panflet, upaya cukup efektif, usaha milik Fauzi mulai dikenal luas. Pemesanan mulai banyak. Dia mulai bisnis jemput bola. Dia memborong kau dibawa ke Jakarta. Ia mengistilahkan kalau orang Jakarta beli kaus di Bandung, kini, di konveksi miliknya sudah cukup.

Setahun sudah bisnis konveksinya berjalan. Gila dalam setahun bisnis sudah hasilkan mobil. Pertama kali membeli mobil adalah Suzuki Carry -harga cuman Rp.5,8 jutaan saja. Kunci sukses konveksi miliknya? Ia menyebutkan bisnis harus unik. Keunikan Fauzi ialah ketepatan waktu dibanding bisnis sejenis.

Komitmen bahwa pesanan harus selesai tepat waktu. Dari sekedar bikin kaus kelas, usahanya membesar ke arah pemenuhan kebutuhan seragam perusahaan. Keinginan besar memberikan pelayanan cepat tetapi tepat hingga hasilnya memuaskan. Prusahaan besar macam Trakindo, Telkomsel, mau mempercayakan ke dia.

Pria yang pernah menjadi pengurus HIPMI ini. Mengatakan bahkan dia mampu menyelesaikan pesanan seragam dalam sehari. Besok seragam langsung dikirim, jika, pesanan tidak banyak sekali tentunya. Untuk bisnis ini dia sudah memiliki 55 unit mesin jahit. Karyawan sudah ada 70 orang siap tempur buat lembur.

80% pekerjaan Fauzi adalah menggarap pakaian seragam. Memproduksi pebulannya 5 ribu unit, bisa juga sampai 500 ribu unit jika ada event tertentu seperti Pilkada. Omzet mencapai Rp.7- 10 miliar pertahun. Ia mengatakan tempat usahanya sangat ramai.

Sampe nih menjadi tempat tawuran pelajar. Mangkanya dia pernah dipanggil Kapolsek setempat. Sebuah pengalaman menarik: Ketika siswa STM Boedoed dan STM Penerbangan Jakarta sama- sama memesan kaus ke dia. Bentrok tidak bisa dihindari ketika kedua masa bertemu.

Meskipun ke tawuran tetapi tidak sampai rugi benda. Justru dia bersyukur karena nama konveksi miliknya jadi terkenal. Omzet tahunan bisnis BEKaos tidak tetap. Setahun ini bisa mencapai Rp.10 miliar omzet. Tahun depan belum tentu, bisa saja malah turun sampai Rp.4 miliara. "Tergantung orderan," paparnya.

Dibawah naungan bendera bisnis PT. Bandung Prima Kencana, Fauzi sudah punya showroom yang luasnya mencapai 1.000 meter persegi di Condet, Jakart Timur. Brand milinya adalah BEKaos, meski nama bisnis kaos, kenyataanya dia lebih banyak mengerjakan aneka seragam perusahaan.

Memang bisnis konveksi ada naik turun. Dia mengakui hal tersebut. Mangkanya dari 55 mesin, hanya 35 bekerja optimal. Jikapun ada pesanan dadakan ribuan. Dia siap meladeni. Fauzi punya trik khusus jika ada pesanan super- banyak dan minta waktu cepat. Kan dia punya kakak yang juga bisnis konveksi di Bandung.

Tinggal dibagi dua, sebagian dikerjakan dia, dan sebagian lagi dikerjakan sang kakak. Fauzi lantas bercerita pernah menyelesaikan pesanan 50.000 kaus pesanan dari Aceh dalam tempo dua minggu.

Artikel Terbaru Kami