Senin, 12 Desember 2016

Jualan Kursi Malas Sande Online

Profil Pengusaha Muhamad Iqbal Rasyidi 


 
Usia 23 tahun sudah menjadi pengusaha. Kisahnya belum tercatat banyak di internet. Namun pemuda asli Bantul, Yogya ini, patut kamu beri kesempatan memperkenalkan kisahnya. Berawal dari usaha milik sang kakak. Usaha sederhana kursi malas berbahan dasar rotan.

Keras dan tidak nyaman dipakai keseharian. Korsi rotan buatan kakaknya memang masih sederhana. Pria bernama lengkap Muhamad Iqbal Rasyidi ini, kemudian merubahnya menjadi besi. Biar nanti tahan lama dan juga praktis dipakai. Iqbal juga mengembangkan konsep lipat biar mudah dibawa ke mana saja.

Kursi malasnya juga memiliki tiga sudut kemiringan. "...dapat diatur kemiringannya," paparnya kepa Viva. Ia membuat kemiringan senyaman mungkin buat kamu. Mahasiswa semester 7 ini serius banget buat cari referensi kursi malas idaman mahasiswa.

Pokoknya nyaman dong. Jadilah produk bikinannya menjadi idaman mahasiswa sekitar. Cocok buat ruang sempit seperti kamar kos. Khususnya nih, penggunanya, adalah para mahasiswa yang tengah asik memakai laptop baik buat tugas maupun maen game.

Pembeli kebanyakan asal Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta sendiri. Harga disesuaikan harga mahasiswa yakni Rp.135 ribu dan kursi malas kecil siap kamu gunakan. Kurang besar bisa beli yang harganya Rp.205 ribu. Pesanan sebulan mencapai 50 sampai 60 kursi malas ke berbagai kota.

Bisnis offline online


Iqbal juga menjajakan kursi malasnya ke kawasan Condongcatur, Sleman dimana dia menjejerkan kursi malasnya. Biar irit biaya buat pelanggan asal Kota Yogyakarta buat beli. Prakitan kerangka diserahkan kepada perajin asal Tegal, sedangkan busanya ambil dari Tangerang, dan covernya dari Yogya saja.

Dia mengatakan cukup punya dua karyawan buat jahit. Dimana sistemnya tinggal borong saja. Per- cover mereka jahit dapat upah Rp.21 ribu. Walaupun sudah banyak permintaan belum ada showroom khusus. Ia yakin masih akan tetap fokus jualan pakai online tanpa galeri khusus.

Kursi buatannya memang fleksibel. Dan tidak mudah rusak, seperti kursi malas rotan, yang mana menjadi ide dibalik bisnisnya kelak. Ia ingat awalnya mencoba malas- malasan pakai kursi malas rotan. Eh, barulah beberapa kali sudah rusak saja. Pengalaman tersebut menjadikan ide bisnis kursi malas yang kuat awet.

Butuh banyak eksperimen sampai dia menemukan bahan cocok. Hingga dia menemukan kerangka kuat dari besi. Kemudian ada kain kuat ditambah bahan busa empuk nyaman. Kelebihan ditambahkan yakni konsep lipat. Besinya juga dilapisi cat agar kuat memakai metode powder coating.

Teknik powder coating katanya mampu membuat besi tahan goresan lantai. Untuk efek pegas tidak perlu pakai pegas. Cukup memakai busa jenis rebounded khusus didatangkan dari Tangerang. Kain warnanya nanti pakai bahan dari sebuah toko di Yogyakarta.

Untuk pemasaran diluar online, kini, dia juga menggunakan sistem sample ke toko- toko sekitara Yogya. Ia mampu meraup pundi rejeki lumayan loh. Katanya nih, omzet pemuda yang sukses menjual lebih dari 250 unit per- bulannya, adalah sampai Rp.50 jutaan.

Artikel Terbaru Kami