Minggu, 25 Desember 2016

Kisah Penjual Tahu Bulat Bisnis Lima Ratusan

Profil Prospek Tahu Bulat


 
Suara tahu bulat digoreng dadakan... lima ratusan... bergema. Dibalik mobil bak terbuka itu, tampak lah seorang pria tengah asik menggoreng. Pria tersebut bernama Ismail, 21 tahun, bertugas menggoreng, lalu menyajikan tahu bulat digoreng dadakan tersebut.

Didepan mobil pickup, ada sopir tentunya, namanya Aditya Farid, umurnya 18 tahun fokus mengendalikan laju mobil. Suara keras bergema disepanjang mereka berjalan. Megaphone aktif mengumandangkan ikonik suara panggilan tahu bulat digoreng dadakan.

Penjual tahu bulat kerap terlihat di sudut jalan Ibu Kota. Mereka berdua tengah bekerja. Dua anak muda ini memulai dari kawasan Kosambi, Jakarta Barat, dimulai pukul 07.00. Keduanya tidak segan mengitari jalan baru mereka lalui.

Prospek tahu bulat


Satu hari penuh mereka menjajakan tahu bulat. Setelah diwawancarai Viva, ternyata nih, mereka berdua itu karyawan seorang pengusaha. Tugas mereka berkeliling menjajakan tahu dari Kosambi, lalu Joglo hingga ke kawasan Ciledug. Rute dibuat segampang mungkin berputar kembali lagi ke awal.

Target penjualan 3.000 buah tahu dalam sehari. Harganya ya lima ratusan seperti trademark mereka. Apa mereka rugi jualan pakai mobil. Keduanya mengaku menghabiskan uang Rp.50 ribu seharian. Dan mereka dapat jatah Rp.100 dari sang pengusaha. Dimana nanti diambil rugi dari keuntungan dia dapatkan.

Sementara Adit dan Ismail bisa dapat Rp.350 ribu. Mereka bisa kantongi uang tersebut seharian saja -jika mencapai target. "Kotor enggak termasuk uang makan," paparnya. Kesimpulan sederhana omzetnya kan kalau 3000 dikali Rp.500 sudah Rp.1,5 juta, dipotong Rp.100 ribu dan gaji keduanya masing- masing itu.

Untung didapat si pengusaha ya sampai Rp.700 ribu perhari. Uang makan tidak ditanggu sang pemilik tahu bulat dan mobil. Pembeli sendiri mulai pengendara motor atau mobil, mereka akan menstop mobil ini buat sekedar beli tahu bulat. Kadang kalau masuk perumahan, ada ibu- ibu, anak kecil, beli tahu bulat juga.

Faktor cuaca kadang menambah syahdu. Bisnis tahu bulat panas laris manis karena itu. Biasanya selepas hujan turun maka pembeli akan menyerbu tahu bulat. Kalau hujan datang memang menjadi titik larisnya tahu bulat digoreng dadakan. Adit bahkan berdoa kalau bisa hujan terus deh biar tahu bulat habis 3.000 buah.

Artikel Terbaru Kami