Sabtu, 17 Desember 2016

Membuat Sabun Berbahan Susu Kambing Etawa

Profil Pengusaha Ragil Bambang Sumatri 


 
Menjadi sarajana arsitektur, Ragil Bambang Sumatri, malahan memilih beternak kambing. Pria kelahiran 6 Januari 1982 ini diejek tetangga. Tetangga mengguyoni pemuda ganteng angon kambing. Namun itu tidak membuat Ragil jatuh. Ia meyakini kambing mampu mencukupi kebutuhan hidup.

Ia sempat menjadi konsultan proyek. Pernah bekerja di beberapa perusahaan swasta. Hingga, suatu saat, ia ketemu godaan beternak kambing. Ia telah jatuh cinta kepada kambing jenis etawa. Bahkan kata Ragil jauh sebelum dia lulus kuliah Institut Teknologi Nasional (ITN), Malang.

Rasa penasaran makin menjadi ketika kakaknya gulung tikar. Yusuf, sang kakak, adalah seorang peternak kambing tetapi gulung tikar pada 2003 silam. Lantas disela- sela kuliah, Ragil mulai membuka jurnal dan buku- buku tentang kambing.

Pemuda asal Desa Kemadu, Kecamatan Sulang, ini lantas menemukan kunci bagaimana beternak kambing. Kunci sukses menurut Ragil ada pada manajemen ternak dan pakan. Juga perhatikan kebersihan kandang dan mengecek kesehatan ternak, pakan juga terjaga baik. Dia bekerja bersama seorang kaka sepupunya.

Bisnis etawa


Tahun 2006, dia kerja sama dengan kakak sepupu, Ragil bersama Zainal Abidin bertenak kambing etawa peranakan jarawadun. Agar pakan terjaga dia menanam rumput gajah, lagume juga dedaunan hijau, seperti lamtoro, kaliandra, dan kleresede.

Sebelum etawa booming di 2009, ia sudah dahulu beternak kambing etawa.Serius berwirausaha suami Nurul Azizah ini, kemudian menyabet penghargaan Juara II Pemuda Pelopor Bidang Kewirausahaan tingkat Jateng 2011. Sampai 2013 total kambing diternakan Ragil mencapai 40 ekor.

Sebagian kambing sangat produktif menghasilkan susu etawa. Berawal usahnya mendapatkan pekerjaan mapan. Ragil memilih bewirausaha menggantungkan hidup mandiri. Melewati proses panjang sampai dia memerah hasil. Berawal dari usaha nekat membeli delapan kambing etawa.

Hingga mendirikan Kelompok Tani Ternak (KTT) Margomulyo. Mereka mewujudkan mimpinya tentang produk olahan non- susu. Ia mengenang ketika kuliah. Mengamati tanggal kadaluwarsa yogurt memang sangat cepat.

Terbersit pemikiran membuat olahan lain, yakni produk kecantikan berupa sabun susu. Produk buatannya mulai sabun etawa, masker susu etawa, serta susu murni serta aneka olahan yogurt, sudah jadi primadona beberapa kota di Indonesia.

Omzet dihasilkan mencapai Rp.20 juta, dimana pemasaran sudah merambah pasar luar Jawa. Ragil sendiri sudah melakukan uji klinis menganai produk kecantikan mereka. Seperti sabun yang sudah uji lab hingga ke laboratorium Gajah Mada, dan hasilnya tidak ada masalah.

Bisnis panjang


KTT Margomulyo sudah punya 223 ekor kambing. Kambing pribadi Ragil berjumlah 60 ekor kambing. Ia juga mengambangkan peternakan diluar mereka. Contohnya menggaet agensi penjualan produk mereka. Aganesi sudah sampai ke kawasan Palembang, Sumatera Utara.

Azizah menjelaskan usaha mereka juga sudah merambah ke bisnis online. Perempuan berjilbab ini gencar mempromosikan ke situs jejaring sosial. Mereka mendapat suntikan modal dari PT. Semen Indonesia, senilai Rp.25 juta dan Rp.35 juta setiap peternak.

Ide bisnis sabun susu etawa mendobrak pakem. Usaha mereka mampu diterima masyarakat kita. Dan sudah mampu menjual 1.000 batang per- bulan. Azizah dan suami kerap saling bertukar ide tentang produk yang akan dikembangkan kepada para peternak.

Harga produk mereka bervariatif dimana susu dijual Rp.10 ribu, sabun dan masker Rp.10- 15 ribu. Ragil mengevaluasi perjalanan bisnis mereka: Banyak hal perlu ditingkatkan mulai dari kebersihan kandang, terus kualitas pakan, fasilitas produksi, melengkapi izin produk.

Produk mereka juga merambah permen susu etawa juga. Dan inilah kenapa perusahaan Semen Indonesia rela menggelontorkan modal. Kelebihan binaan mereka adalah produksi pasca- panen. Menurut Ragil, ia sesukses sekarang karena memanfaatkan waktu dengan sangat baik.

Ragil memberikan saran kepada pemuda. Hendak lah kita menjadi pemuda pemalu. Mau menggeluti usaha apapun tanpa gengsi. Kunci sukses beternak adalah keuletan. Kamu bisa memulai dengan beternak jenis kambing yang lebih murah. Mau merubah nasib jangan cuma asik duduk minum kopi sambil ngobrol saja.

Artikel Terbaru Kami