Kamis, 08 Desember 2016

Kreasi Telur Asin Rasa Inovasi Adonan Jaya

Profil Pengusaha Sukses Sulaiman



Kisah Sulaiman layaknya drama televisi. Dia kini dikenal sebagai juragan telur asin. Awalnya dia memulai usaha beternak bebek saja. Usaha miliknya bernama Adonan Jaya. Menjual aneka telur asin aneka rasa, yang mana pembelinya tidak sekedar lokal, tetapi sudah diekspor sampai manca negara.

Alkisah Sulaiman terlahir dari keluarga miskin. Tahun 1987, ia berniat membantu pengeluaran keluarga, dan kebetulan ditawari bekerja menjadi penggembala bebek. "Angon bebek" dilakukan bocah Sulaiman tidak malu ataupun capek.

Ia tidak berkecil hati. Ia yang masih duduk di bangku SMP. Akan sibuk menggiring bebek ketika sekolah telah usai. Sampai dia harus berenang di empang buat mengejar bebek. Pria kelahiran Sidoarjo 58 tahun silam ini tidak berhenti, karena memang begitu lulus SMP, sudah tidak bisa melanjutkan sekolah lagi.

Hidup susah berwirausaha


Walaupun masih kecil, Sulaiman terbiasa bekerja keras, dan hasilnya menjadi sosok tangguh. Tidak ayal ia menyisihkan uang buat berbisnis sampingan. Sambil menggembala bebek dia berusaha kecil- kecilan. Dia membeli telur bebek. Mengolahnya sendiri menjadi telur asin dan dijual ke kampung sebelah.

Lima tahun bisnis sampingan berjalan. Dia masih menggembala bebek. Mulai muncul niat memiliki bebek sendiri. Dari 20 ekor bebek terbeli, berkembang bahkan mencapai 2.200 ekor, sekarang Sulaiman tidak lagi perlu mengambil telur peternak lain.

Dalam sehari dia menghasilkan 1.000- 1.500 telur. Dia beralih menjadi juragan telur asin. Tiga jenis dia ciptakan telur asin biasa, sedang, dan istimewa. Kenapa  istimewa: Karena telur dibuat dari telur besar dan butuh waktu 20 hari pemeraman. Warnanya juga kuning kemerahan dengan lelehan minyak jikalau dibelah.

Untuk sedang maka ukurannya lebih kecil. Waktu peram juga cuma butuh 10 hari. Berkat ide membuka peternakan sendiri usahanya lebih lancar. Pembuatan telur asin bisa tidak tergantung pasokan. Berapa saja dibutuhkan dia bisa ambil. Sisanya mungkin dapat dijual dalam bentuk telur bebek biasa.

Selain itu juga bisa guna balik. Contohnya bebek diberi makan cangkang telur, dicampur kulit udang, lalu kupang putih, dan bekatul. Hasil makanan tersebut cangkang telur tebal, isinya kemerahan, dan ukurannya besar.

Keberhasilan Sulaiman tidak mudah. Butuh waktu untuk menciptakan cara tepat. Bagaimana menciptakan telur asin berasa. Sebagai pengusaha dia tidak segan menerima kritik saran. Contohnya ketika pelanggan ada yang protes karena telurnya cepat basi. Atau mungkin ketika berasa tidak masir atau asin sedap.

Dia butuh banyak percobaan. Ia harus menyesuaikan selera konsumen bukan kebalikan. Campuran batu bata, abu arang batok kelapa, dan garam. Batu bata baiknya dibakar dulu. Tujuannya ketika dibalurkan ke telur, agar tidak membuat telur tidak mudah berjamur.

Bisnis inovatif


Sulaiman sudah melakukan inovasi sejak 1992. Inovasi berupa telur asin rasa kepiting, udang, salmon. Dia mendapatkan ide dari temannya -yang seorang nelayan. Kenapa sih tidak membuat telur asin rasa seafood. Dia lantas memulai eksperimen tersebut.

Masa peram butuh sampai 12 hari. Selepas itu, telur bebek direbut pakai larutan berisi rasa selama 4 jam. Ia mengakhiri dengan pematangan telur asin. Tiga cara pematangan terakhir direbus, dioven, atau digoreng.
Cara mematangkan ini mempengaruhi kualitas keawetan, digoreng kuat 15 hari, dioven kuat sampai 20 hari.

Namanya kian populer ketika memperkenalkan inovasi. Bukti bahwa pasar jenuh akan pasaran telur asin yang biasa. Bahkan nih, Sulaiman tidak capai, pelanggan mendatangi tempatnya sendiri. Pesanan datang dari luar kota bahkan sampai luar negeri, khususnya ke pasaran Asia.

"Untuk Jakarta, saya rutin mengirim 2.500 telur asin," jelasnya. Omzet Sulaiman pernah jeblok loh. Utama ketika musim flu burung. Yah dibalik kesuksesan pastilah ada hambatan menghadang. Omzet turun kala itu sampai 30% -an.

Mimpi besar Suliaman adalah membawa ke pasar internasional. Meskipun begitu kesuksesa Adonan Jaya patut diacungi jempol. Pasaran Jawa Timur sudah dikuasi pria paruh baya tersebut. Inovasi juga terus dia gencarkan. Contohnya dia meluncurkan telur asin herbal, baru diluncurkan dan mendapat aprasiasi bagus.

Menurutnya ini telur asin sehat. Karena ada campuran ginseng, akar alang- alang, daun jambu batu, dan ada daun salam. Makan telur asin bisa sakit jantung? Cobalah telur asin herbal variasinya CV. Adonan Jaya tersebut. Harapan merambah luar negeri terus dia gencarkan lewat berbagai pengembangan.

Sukses keuntungan dibalik dengan menambah ternak dan memperlua kandang. Dia menjadi panutan para pengusaha sejenis -meski pesaing dia- dianggap menjadi pelopor dan meningkatkan harkat martabat Desa Kebonsari, Sidoarjo.

Dia menceritakan awal sering dikembalikan karena rusak. Dia kemudian berpikir caranya telur asin awet lebih dari seminggu. Ide datang ketika dia melirik bandeng asap. Kan kalau ikan bandeng diasapin malah lebih awet dibanding telur asin. Dia mulai mengasapi telur asinnya, hasilnya kuat 20 hari- 1 bulan.

Telur asin dibakar itu rasa udang. Telur diasapi rasa udang. Dan digoreng untuk telur asin rasa ikan salmon. Ya kamu tidak salah mendengar ikan salmon. Cara penanganan memasak rasa ikan salmon unik. Karena ia goreng langsung sama kulitnya bak ikan salmon goreng.

Jumlah telur dijual sudah ribuan per- minggu. Sukses tidak membuat Sulaiman pelit. Dilihat oleh Good News From Indonesia (www.goodnewsfromindonesi.id), dalam buku tamunya berderet nama- nama orang bahkan organisasi, sekolah, dari TK, Mahasiswa, media masa, bahkan orang asing datang ke rumahnya.

"Kalau punya ide, punya cita- cita jangan setengah- setengah harus semangat terus walaupun gagal, harus lah telaten, harus tekun dan berhati- hati," tutupnya.

Artikel Terbaru Kami