Kamis, 29 Desember 2016

Pengacara Nyambi Menanam Jagung di Kampung

Profil Pengusaha Roder Nababan 



Siapa sangka pengacara kondang asal Tapanuli Utara, kelahiran 31 Juli 1970, ini selain bekerja juga mau berbecek ria. Dia ternyata punya usaha bidang agro loh. Pengacara bernama Roder Nababan menceritakan kisah dia dan persawahan dia miliki kepada JPNN.com

Suatu waktu dia akan ke Jakarta menangani kasus. Di kampung, Desa Paniaran, Siborong- borong, punya kurang lebih 40 hektar. Tanah warisan sudah ratusan tahun dibiarkan begitu saja. Tidak dikelola menjadi lahan produktif. Kemudian 15 hektar bagiannya ia tanami jagung, sisanya ubi Jepang dan cabe.

Ia pun bercerita bagaimana bisnisnya untung. Lumayan satu hektar lahan dia hasilkan Rp.15 juta. Itu sudah termasuk potongan buat biaya pemeliharaan dan tenaga. Roder hitung kasar saja Rp.15 dikali 15 hektar sudah dapat Rp.225 juta.

Jika dihitung jagung saja, masa panen kan tiap 4 bulan, jika dihitunga perbulang untung bersih Rp.56, 25 juta. Dia juga membentuk komunitas petani jagung. Namanya Perhimpunan Tani Akal Sehat. Kok nama perhimpunannya lucu. Ternyata ada alasan kenapa pakai kata Akal Sehat.

"...karena selama ini para warga di sana tidak menggunakan akal sehat," selorohnya. Pasalnya tanah begitu luas dibiarkan tidak produktif. Lahan bagus dibiarkan begitu saja padahal bisa berguna.

Ia ngoto tidak ada lahan tidur. Kalau ada ya kalian pemilik tanah yang tidur. Kalian tidur karena tidak mau merubah tanah menjadi lahan produktif. Ide awal menjadi petani jagu dari mana sih? Ternyata tidak serta- merta Roder menjadi petani jagung.

Iseng dia tanya kepada temannya, Wakil Ketua DPRD, Dairin Dahlan Sianturi. Iseng sih, sekedar bentuk bercandaan, kan emang tuh gosip bahwa pejabat nyari- nyari proyek dari Bupati. Sang teman kemudian mengajak Roder berkeliling tempat tinggalnya.

Dahlan mantap berkata tidak meminta proyek. Ia sadar akan tugasnya sebagai wakil rakyat. Meminta satu proyek berarti merusak kerajanya sebagai anggota dewan. Sambil jalan menelusuri lahan, dia mengajak Roder datang ke lahan kebun miliknya. Ada 12 hektar lahan sudah ditanami jagung yang siap dipanen.

Inilah "proyek" pribadi milik Dahlan. Dengan bangga sang Wakil Ketua DPRD menunjukan hasil kerja kerasnya. Perbulan bisa menghasilkan Rp.45 juta. "Kemudian saya ingin menirunya," ujar Roder, yang adalah pengacara handal spesialis kasus sengketa Pilkada.

Untung uang bukanlah hal dibesarkan. Dia justru mengambil segi positif lain. Selain bentuk pemanfaatan biar tidak mubazir. Roder juga merasa nyaman ketika berkunjung ke kebun. Energi alam merasuk ke dalam membuat dia hilang penat. Bahkan menyusun gugatan di kebun, dia bisa menghemat waktu setengah hari.

Lebih cepat selesai pekerjaan ketika di luar. Kalau di Jakarta kerjaan bisa seharian baru selesai. Kadang dia malah molor sampai sepekan- dua pekan tinggal di Jakarta.

Artikel Terbaru Kami