Sabtu, 24 Desember 2016

Batu Bata Samroni Tegal Hasilkan Rumah 1 Miliar

Profil Pengusaha H. Samroni


 
Sejak muda H. Samroni sibuk jualan batu bata. Tekat Samroni melebih keras batu bata merah. Semenjak ia masih remaja hingga kini pengusaha batu bata. Awal sekali hanya sekedar salesman, sekarang dia sudah mempunyai pabrik batu bata sendiri di Tegal. 

Ini kisah pengusaha sederhana, yang sekarang sudah sanggup membeli rumah Rp.1 miliar. Warga Setu RT. 3 RW. 2 mengumpulkan uang sejak dulu. Semenjak bujang sudah punya cita- cita membelikan rumah. Dia ingin bukan rumah biasa menaungi istri dan anaknya kelak.

Banyak loh orang tidak percaya dia beli rumah sendiri. Masih tidak percaya kalau sanggup membeli rumah seharga satu miliar. "Saya punya rumah di sini (Taman Sejahtera)," ujarnya kepada pewarta JPNN.com.
Kini, Samroni sudah mempunyai 40 orang karyawan lebih, mereka membuat batu bata merah Tegal.

Banyak orang heran serta tidak percaya. Bahkan serifikat sudah resmi hak milik. "Padahal sertifikat sudah atas nama saya," sembari menunjukan fotokopi sertifikat asli legalisir. Tidak bisa dipercaya orang yang mengenal mereka bahwa mereka membeli rumah Rp.1 miliar.

Pabrik miliknya menghasilkan batu bata sampai 7 ribu- 8 ribu perhari. Tanpa berhenti mereka membuat dan mendisribusikan ke aneka toko bangunan. Bukan waktu singkat ujar pria 41 tahun sejak bujang usaha sendiri. Sekarang mah enak dia tidak kerja sendiri lagi, sudah punya istri dan dua orang anak.

Dia membeli rumah di kawasan elit Kota Tegal. Perumahan Taman Sejahtera, Kelurahan Kemandungan, Kecamatan Tegal, yang mana pemilik rumah kebanyakan pejabat, politis, dan pengusaha ternama. Siapa sangka dia mampu membeli rumah di kawasan kampus Universitas Negeri Semarang (UNNES) Tegal.

Pemasaran masih disekitar Tegal. Mungkin karena Tegal tengah berbenah. Permintaan selalu saja datang ke pabrik miliknya. Untuk memenuhi kebutuhan bahkan setiap hari berproduksi. Kok beda dengan banyak kisah pembuat batu lain. Karena H. Samroni bekerja dengan ambisi untuk mencapai sesuatu.

Setiap hari pasti ada pesanan dan barang dikirim. Ia bahkan menarget mengembangkan cabang buat bisnis batu bata. Bukan buat diri sendiri adalah pesan ingin disampaikan pengusaha ini. Sang pengusaha batu bata merah ingin membahagiakan istri dan kedua anaknya. 

Setiap ada untung selalu sempatkan menabung. "Kalau ada rezeki berlebih, tak lupa kami bersedekah untuk warga kurang mampu," tutup.

Artikel Terbaru Kami