Sabtu, 31 Desember 2016

Kaos Om Telolet Om Hasilkan Jutaan Rupiah

Profil Pengusaha Dianto Arif Martadi 


 
Kisah viral om telolet om membawa keberuntung. Kali ini, pengusaha muda bernama Dianto Arif Martadi yang menggarap kaus bertajuk sama. Pengusaha yang sudah lama bergelut dibisni distri ini pun. Akhirnya meneguk untung lumayan lewat ngehits viral om telolet om.

Seorang pengusaha sablon asal Solo. Seperti dilansir Okezone, dengan mengusung brand Brothel, emang hobi mengangkat kata- kata nyeleneh. Misalnya kaus bersablon mboknom atau yang artinya istri muda dalam bahasa Jawa. Tidak mau kehilangan kesempatan om telolet om diubah menjadi kaus sablonan.

Padahal sih kaus bikinan Arif sangat sederhana. Hanya menonjolkan kalimat tersebut lewat sedikit bumbu humor tambahan. Baru lima hari saja dipublikasikan menghasilkan lumayan. Baru lima hari sudah banyak berminat. Alhasil sekarang dia mengumpulkan omzet sampai Rp.13 juta, hanya dari satu desain kaus.

Setelah ditelisik ternyata bukan kali pertama. Arif bersama Brothel memang senang senang akan isu- isu hits. Apalagi kalau berhubungan dengan sosial media. Banyak hal bisa dijadikan bisnis dadakan mereka. Contoh nih, selain om telolet om, ada tajuk 212, Jokowi Payung, kemudian adapula AFF Cup kemaren.

Pokoknya bisnisnya rajin mantengin isu di Twitter ataupun Instagram. Cara terbaik meningkatkan bisnis ia mengangkat ise panas. Kalau sudah mulai anget ya dia harus rajin cari lagi. Itulah kenapa satu tajuk akan cuma dibuat 2 lusin sehari. Sudah selesai isu kaus tidak akan tersisa, tinggal Arif mencari lagi.

Kaus om telolet om dalam tiga hari laku 30 kaus. Penjualan akan berhenti seiring isu memudar. Jadi Arif harus terus mantengin tuh. Kaus bertajuk unik dihargai Rp.65 ribu. Tidak cuma jualan kaus ngehits bisnis Arif juga menerima kaus bikinan kamu sendiri.

Ukuran F4 dihargai Rp.75 ribu, dan A3 dihargai Rp.90 ribu. Untung kaus isu hasilkan Rp.15 ribu. Jika kaus custom lebih banyak yakni Rp.25- 30 ribu. Omzet sampai Rp.1,5 juta- 2 juta perhari. Profitnya kalau sudah dipotong oprasional dan bahan jadi Rp.300 ribu- 500 ribu. Omzet perbulan mencapai Rp.7,8- 13 juta.

Artikel Terbaru Kami