Kamis, 01 Desember 2016

Ikut Waralaba Waka Waka Gaji Diatas UMR

Profil Pengusaha Chaprina Kurniati Utami Dewi


 
Manisnya sukses membawa gadis muda ini berbisnis. Mencari kemandirian, gadis cantik bernama Chacha atau lengkapnya Chaprina Kurniati Utami Dewi, mencoba peruntungan lewat martabak mini Afrika Waka- Waka. Waralaba asal Jakarta tersebut dibawanya ke Solo, Jawa Tengah.

Panganan dengan aneka toping yang nikmat. Cuma berjualan dengan booth kecilnya di depan TK Kristen Manahan Solo, gadis berhijab ini mengaku untung. Dia menghabiskan 3kg adonan dan menghasilkan uang Rp.3 juta per- bulan.

Dia berhenti jadi pegawai. Fokus mengerjakan waralaba yang dia ikuti. Modal awal dia keluarkan yakni Rp. 7.500.000. Untung menggelontor melalui marketing sederhana. Cukup BBM dan brosur sudahlah cukup menjadikan dia untung. Gajinya menjadi wirausaha bahkan lebih besar dibanding cuma pegawai.

Lebih puas pula dibanding kerja bareng orang. Kenapa memilih martabak mini? Alasanya karena dia liat belum ada pelopor bisnis martabak mini. Kemudian karena produk Waka- Waka tebal kulitnya tidak tipis. Topping juga bukan sembarang tetapi sudah direncanakan matang.

Orang tinggal pilih topping sesuai selera. Banyak pilihan rasa mulai toblereno, nutella, ovomaltine, kitkat, dan banyak lagi. Kemudian aneka taburan lebih dari 30 jenis, dari kacang, coklat tabur, blueberry chip, dan lainnya.

Harga Rp.15.000 per- boks isi 4 spesial, satunya Rp.4000 -an. Untuk biasa Rp.10.000 isinya 4 juga, kalau beli satuan Rp.3000. Daerah Solo minimal beli 3 boks bisa delivery order. Kemudian dia juga siap buat pemesanan 30 boks. Kalau mau order banyak maka dua hari sebelumnya sudah pesan.

Harga mahal tentu ada komplain. Pelanggan ada pernah komplain soal harga. Namun ketika sudah rasakan kelezatan Martabak Waka- Waka langsung nagih. Repeat order mau beli lagi meski harganya mahal. Tapi sesuai kok, meski ukuran kecil, tetapi tebal dan topping nya total.

Banyak yang ketagihan. "Banyak repeat order," Chacha senang. Sehari dia menghasilkan 30- 50 boks. Yang mana adonan 3kg dimana 1kg menghasilkan 100 martabak. Optimis dalam sebulan dia akan balik modal. Untuk daerah Solo mau ikutan waralaba, bisa hubungi dia, karena akan ada trainning nya loh.

Untuk kedepan mau buka booth lagi. Di depan Lippo yang ramai banyak orang lewat. Buat membuka booth baru dia cukup bayar retribus pemerintah. Ditambah mengajukan ijin buat pedangan sekitaran sana. Dia mau menyasar malam hari karena dirasa paling ramai.

Artikel Terbaru Kami