Jumat, 30 Desember 2016

Membuat Brownies Sayuran Bebas Mengasuh Anak

Profil Pengusaha Ana Risnawati


 
Terinspirasi kisah- kisah sukses pengusaha. Wanita asal Yogyakarta bernama Ana Risnawati, kini adalah seorang pengusaha. Meskipun masih sekala kecil usahanya lumayan loh. Inspirasi oleh acara televisi yang sempat ngehits Bosan Menjadi Pegawai, dalam satu acara televisi, hingga dia memutuskan resign kerja.

Karis reporter salah satu radio swasta ditinggalkan. Semua demi mengejar membuka usaha sendiri. Dia lantas menggeluti keahliannya. Ana memang jago membuat aneka brownies. Mangkanya dia memilih di bisnis brownies kukus, tetapi dia butuh sekedar brownies.

Kan udah banyak orang bisa membuat brownies. Ide datang. Wanita 25 tahun ini kemudian membuat aneka brownies kukus sayuran. Semua berawal karena pekerjaan dan tugasnya menjadi ibu rumah tangga. Susah buat mengatur waktu karena reporter sering pergi ke luar. Dunia reporter itu tidak mengenal waktu luang.

Membuat brownies kukus sayuran. Lebih sehat buat keluarga Ana. Tidak ada salahnya jika dia mencoba menjual ke umum. "Masa itu saya putuskan berhenti dari dunia jurnalis," Ana tegas. Usaha kemudian dia rencanakan bagaimana menjual brownies kukus sayuran.

Bisnis sehat


Warga Madelan, Desa Sumberagung, Bantul, mengatakan putra pertamanya tuh tidak suka sayuran. Inilah cara dia mengatasi hal tersebut. Anak- anak memang lebih suka kue, nuget, sosis, padahal sayuran sangat baik buat pertumbuhan mereka.

Bisnis Ana cepat mendapatkan tanggapan positif. Cara marketing Ana sederhana kok. Cukup lewat mereka orang terdekat, keluarga, teman, dan menyebar. Ia menjadikan mereka konsumen awal. Lantas ditambah aneka iklan internet mendukung bisnis Ana.

Ana jelaskan perbedaan brownies kukus coklat dan sayuran. Cara pembuatan berbeda: Lapisan adonan dia buat bukannya coklat tetapi sayuran. Banyak varian sayuran dia buat seperti jagung, wortel, selada, brokoli, dan tomat. Perloyang nanti dijual Rp.20 ribu, untung diperoleh perloyang sampai 20% atau Rp.4000.

Dalam satu bulan dia menyebutkan. Sekarang pesanan mencapai sampai 100 loyang. Namun, jika ramai- ramainya nih, bsa mencapai 250 loyang. Melalui internet pemesan juga datang dari luar kota juga. Pesanan terbanyak masih datang dari dalam Yogyakarta. Banyak teman juga mendukung Ana mengembangkan ini.

Pemesanan buat aneka acara diminta teman. Brownies kukus sayuran miliknya lantas diberi nama Kue Brownies Brosaku. Pembuatan mudah cuma butuh ekstra kreatifitas. Karena ya namanya brownies masih orang banyak kenal mengandung banyak coklat. 

Orang banyak tidak menyangka kalau kue mereka makan berbahan sayuran. Ini bukti nyata bahwa Ana telah sukses mengembangkan kemungkinan. Ketika bisnis kue brownies tengah naik daun, banyak pesaing tetapi dia mantap mengambil celah. Pembeli suka karena tidak cuma coklat melainkan adanya lapisan sayuran.

Rasa sayurnya tidak kentara. "Pokoknya enak," tutur dia kapada pewarta Vivanews.

Bisnis brownies sayur miliknya makin menggeliat. Usaha kecil- kecilan tersebut sudah mempekerjakan empat orang. Dia sekarang juga menjual perkotak berat 500gr. Segitu dijual Rp.25 ribu tergantung juga topingnya. Omzet kotor dua juta rupiah perbulan, kalau ramai ya mencapai Rp.6 jutaan.

Artikel Terbaru Kami