Kamis, 10 November 2016

Bisnis Stefi Siera Guru Cantik Anak- Anak

Profil Pengusaha Stefi Siera Ngangi 


 
Kehidupan merupakan serangkaian keputusan. Pengusaha adalah pengambil keputusan terbesar. Mereka, bisa dibilang mempertaruhkan nasib, inilah kisah Stefi Siera Ngangi, usia 18 tahun sudah terbiasa hidup pindah- pindah di luar negeri. 

Adalah putri seorang mantan model pragawati, Sri Hastuti, yang sukses usia belia. Yang cita- citanya sejak kecil adalah menjadi balerina. "Saya enggak tidak rugi tidak menjadi belarina," ujarnya kepada Majalah Digital, Pinkorset.

Pasalnya dia ingin memberikan pendidikan. Dia ingin menjadi pendidik. Lantas mendirikan usaha bernama KiwiKids Preschool & Kindergarten, Kiwi School, dan Stefie's House of Creativity. Ia dikenal senangnya belajar sejak kecil. Dia hobi menyalurkan bakatnya, melalui aneka kursus, dan berbuah aneka telenta.

Ketiga bisnisnya diatas tidak berjalan begitu saja. Siera beserta stafnya sudah merasakan naik- turun. Akan tetapi rasa senang melihat anak tumbuh kembang; Siera mengaku lebih senang. Seolah membuyarkan rasa susah dia pernah lampaui dulu.

Multi talenta


Dia merupakan murid pintar SD Tunas, Jakasampurna, Tangerang. Ketika sekolah menengah, dia pindah ke Singapuran, bersekolah di MachPherson Secondary School. Dan SMA -nya di Gisborne Girls' High School, New Zeland,yang mana diselesaikan dengan baik olehnya.

Di New Zeland, dia termasuk pelajar berbakat, meski begitu dia tetap mengikuti pelatihan dan senang jika berhubungan dengan teman baru terutama dari belahan dunia lain. Dia pernah mengikuti pertukaran pelajar ke Kanada, bersekolah di Springbank Community High School, terletak Bragg Creek, Alberta.

Siera pernah tercatat belajar di Namarina, Martha Tilaar, pendidikan Studio One Gisborne, di New Zeland. Dan Siera juga tercatat sekolah di Diane Logan Dance School, Gisborne, New Zeland. Ya dari berbakai pendidikan dia mendapatkan keahlian operet, modeling, dan ballerina, hasilnya ikut ajang putri daerah.

Pemilihan Gisborne karena nilai tukar dollarnya. Disana nilai dollar -nya lebih rendah. Kehidupan di sana lebih mudah dibanding Singapura. Ujungnya juga, Siera jadi jago berbahasa asing, banyak temannya datang dari negara lain, dan uniknya Siera menjadi mahasiswi asal Indonesia satu- satunya.

Anak perempuan satu- satunya dari tiga bersaudara. Jadi anak tertua muncul keinginan membantu keluarga. Diantara kesibukan bersekolah dia menjalankan bisnis. Masa remaja Siera jika nampak di mata awam, ya, hilang berjalannya waktu. Gadis 18 tahun ini tetap pada pendiriannya menjadi sosok mandiri lebih lagi.

Tekat kuatnya didukung sifatnya. Dia memiliki sifat merencanakan target 5- 10 tahun ke depan. Maka dia setiap melakukan sesuatu melihat jauh. Tidak ada pilihan sia- sia di mata gadis cantik ini. Semenjak dia kembali ke Indonesia. Keinginan mendirikan bisnis pendidikan makin mengakar kuat, dan dia berjuang keras.

Lewat sosial media, spanduk, billboard, atau paling sederhana menggunakan brosur sudah menjadi biasa ia lakukan. Tidak pernah merasa malu. Sukses baginya mudah menerima dan bersyukur. "Sukses itu adalah ketika kita mencapai apa yang orang lain belum punya." Karena orang belum tentu punya apa kamu miliki.

Menjadi pengusaha


Sekembali dari Kanada, Siera ingin melanjutkan kuliah, ingin menjadi balerina profesional hingga harus lah berkuliah sampai ke London. Untuk satu ini dia mendapatkan "tentangan" Kedua orang tua Siera ingin anaknya membiayai kuliah sendiri. Tantangan tersebut diterima toh dia memang ingin menjadi mandiri.

Usaha pertamanya ketika usia 17 tahun. Dia membuka usaha les privat buat ngumpulin biaya kuliah. Modal awal adalah brosur atau flayer disebar- sebarkan. Ia mengajari anak- anak kelas balet. Promosi awal dia rela memberikan pelatihan gratis. Hasilnya lumayan menarik banyak orang tua mau mendaftarkan diri.

Dua bulan saja bisnis laris manis. Dari sanalah, dia mengumpulkan uang, akhirnya membuka tempat di ruko seberang rumah dari dorongan orang tua. Berawal dari garasi rumah dia memberika les privat balet. Lantas dia memiliki satu tempat sendiri hasil kerja kerasnya sendiri.

Meski dibiayai menyewa, untuk selanjutnya dari operasional dan sewa, Siera harus membanting tulang lebih keras lagi. Nama bisnisnya Stefi's House of Creativity (SHOC). Pertama membuka cuma punya 5 siswa. Dia juga mengajari langsung mereka. Di tahun pertama dia memiliki 60 orang siswa belajar disana.

Tahun kedua naik menjadi 80 siswa. Di tahun 2007- 2008 hampir 100 siswa mendaftar. Tempo 1,5 tahun dia mengembalikan modal orang tua. Bahkan ia semakin sukses saja. Masalah datang ketika dia tengah menanjak karir sebagai pengusaha. Pemilik ruko menendangnya dan tidak mau memberi sewa perpanjang.

Banyak orang tua siswa komplain. Inilah pertama di bisnis pendidikannya mendapat komplain wali murid. Namun dia tetap berjuang dan meluluskan anak didiknya. Dia kemudian menempati roku milik ibunya. Dia meski di lantai tiga ruko Bekasi, kegagalan dia tidak diratapi malah bersemangat membangun dari nol lagi!

Dia kemudian mendapatkan tugas baru. Ia dipasrahi usaha sang bunda. Miss Siera, begitu sapaan siswa yang ia ajar, kini memegang jalannya Kiwi Kids Preschool & Kindegarden yang dibuka tahun 2004. Yang mana sudah memiliki tiga cabang di Cikarang, Karawang, dan Batam.

Kemudian mendirikan Kiwi School, yang barulah berjalan sejak 2010 -an. Untuk semua kegiatannya di dunia pendidikan: Siera mengesampingkan mimpinya. Dia tidak lagi mau menjadi balerina. Malahan dia mulai mendalami diri di Montesseri Education, mengambil pendidikan non- tutorial anak 0- 6 tahun.

Kunci sukses bisnis pendidikan. Hanyalah satu yakni kesabaran ekstra. Melihat kesuksesan di bidang jasa membutuhkan waktu lama. Hasilnya paling dirasa adalah ketika kita berhasil mencerdaskan anak. Hasrat lainnya di bidang kewirausahaan: Ialah Siera ingin membuka usaha tempat pementasan sendiri.

Wanita kelahiran 18 Maret 1988 ini  juga mau go internasional. Membuka bisnis day care dan preschool lagi. Ia ingin membuka usaha berstandar internasional. Dia juga pengen punya bis pendidikan keliling. Ia ingin merangkul anak- anak yang kurang mampu. Ingin memperbesar sanggar tari menjadi dance academy.

"Serta memilik gedung pementasan sendiri segara. Amin," ujarnya menutup.

Artikel Terbaru Kami