Senin, 21 November 2016

Pirton Hutagalung Anak Pengusaha Metromini

Profil Pengusaha Metromini Kaya  


 
Tidak mudah bagi Pirton Roul Hutagalung merantau. Apalagi dia harus memulai semua dari nol. Dia tau bagaimana rasanya kesusahan. Bermula dari bisnis sang ayah, Mangaradja Haolanan Hutagalung, hanyalah seorang petani karet. Merintis bisnis agrari kecilan sampai lahan didapat semakin luas.

Namun sang ayah lantas menyadari bisnisnya kurang menjanjikan. Ayah Pirton sendiri merupkan orang kepercayaan Jendral Maraden Panggabean dan TB. Simatupang, lantas memilih pergi ke Jakarta. Disana meski punya kenalan dia tetap bekerja keras!

Ia berusaha jualan toko kelontong kecil. Di sebuah gang kecil, kawasan Rawamangun, Jakarta Timur, yang mana Pirton selalu terkenang kegigihan ayah. Toko tersebut dinamakan Toko Sandang Pangan, dimulai sejak tahun 1957.

Berubah haluan bisnis


Insting ayah Pirton mulai terasah. Ketika ada kesempatan dia langsung belok. Arah bisnisnya kemudian ke bisnis transportasi. Keberuntungan mulai hinggap. Tahun 1962, Gubernur DKI kala itu, Ali Sadikin tengah mencari sosok mengurusi usaha bus Ikarus, dalam rangka mensukseskan Asian Games IV di Jakarta.

Sang ayah mengelola usaha tersebut. Bisnis yang kemudian diberi nama CV. Kawan & Co. Bisnis Ikarus tumbuh pesat. Dia lantas dipercayai lebih. Dia dititipi pengelolaan angkutan umum kota "metromini". Bisnis kecil merah tersebut merupakan pasrahan Bus Robur khasnya Jerman Timur, oleh Gubernur Henk Tuang.

Alasan utama kenapa ayah Pirton kebagian. Bahwa BUMN, pada 1969, tidak mampu mengelola unit yang begitu banyak usai pesta olah raga GANEFO. Didirikan lah perusahaan atas nama PT. Arion Paramita. Ia mampu meningkatkan kesukses dan melakukan difersivikasi bisnis ke macam bisnis lainnya.

Usaha dijalankan meliputi properti, hotel, travel dan industri. Aset perusahaan Arion Mal, Hotel Arion Swiss -belhotel Jakarta dan Bandung, Hotel Citra Cikopo, dan Grand Maharaja Ballroom. Dimana ada 18 buah perusahaan dibawa kerajaan bisnis mereka, menaungi 1.000 orang karyawan.

Adapula 150 armada bus Arion, dibawah naungan Arion Permata Group, digunakan untuk membantu antar jemput maskapai Singapore Airline dan Japan Airline.

Kisah sukses tersebut lantas dilanjutkan Pirton. Bersama tiga saudara lainnya bahu- membahu agar tidak jatuh. Tidak mudah mereka memperluas bisnis keluarga. Namanya bisnis keluarga harulah kompak loh. Ia bersama tiga saudaranya mengikuti filosofi ayah, "memeras botol sampai setetes dua tetes air.

Ikhtiar dan doa dipanjatkan. Ketiganya bersama sang ibu, MD Hutagalung, bersama membangun bisnis atas dasar kebersamaan.

Artikel Terbaru Kami